10 Ciri Kepribadian Orang Yang Jarang Angkat Panggilan Telepon Mendadak

Mar 08, 2026 12:05 PM - 1 bulan yang lalu 18734

Bunda pernah merasa jantung berdegup lebih sigap saat ponsel tiba-tiba berdering tanpa pemberitahuan sebelumnya? Di era serba digital, banyak orang justru lebih nyaman membalas chat dibanding menerima panggilan telepon mendadak.

Terdapat beberapa karakter kepribadian orang yang jarang angkat panggilan telepon mendadak. Hal ini seringkali disalahartikan sebagai sikap cuek alias tidak peduli. Padahal, menurut para ahli, kebiasaan tersebut bisa menjadi langkah seseorang mengelola kecemasan.

Lalu, seperti apa sebenarnya kepribadian di kembali kebiasaan menolak panggilan mendadak? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


10 Ciri kepribadian orang yang jarang angkat panggilan telepon mendadak

Mengutip dari laman Your Tango, berikut ini ciri-ciri kepribadian orang yang jarang angkat panggilan telepon mendadak.

1. Tidak suka ketidakpastian

Orang yang jarang mengangkat telepon mendadak umumnya kurang nyaman dengan situasi yang tidak terduga. Mereka mau tahu topik pembicaraan sebelum terlibat di dalamnya.

Ketidakpastian dapat memicu kecemasan, terutama pada perseorangan yang terbiasa hidup terstruktur dan terencana. Panggilan tiba-tiba bisa terasa seperti "gangguan" yang menimbulkan rasa waswas.

2. Cenderung introvert

Individu dengan kepribadian introvert memerlukan waktu untuk mempersiapkan diri sebelum berinteraksi sosial. Energi mereka lebih sigap terkuras oleh percakapan spontan, apalagi jika isinya hanya basa-basi. 

3. Memiliki agenda yang ketat

Sebagian orang sangat menjaga rutinitas hariannya, seperti waktu istirahat, bekerja, hingga "me time" sudah dijadwalkan dengan rapi. Panggilan mendadak dianggap mengganggu alur kegiatan.

Mereka lebih menghargai komunikasi yang teragendakan agar tetap produktif dan fokus.

4. Memiliki trauma yang belum terselesaikan

Sebuah studi tahun 2020 menemukan bahwa trauma masa mini yang belum terselesaikan dapat meningkatkan kekhawatiran saat dewasa. Bagi sebagian orang, telepon mendadak identik dengan berita buruk. 

Reaksi sistem saraf bisa langsung ke mode "fight or flight", sehingga menghindari panggilan terasa sebagai corak perlindungan diri.

5. Tidak menyukai basa-basi

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan bahwa banyak orang sebenarnya merindukan percakapan yang mendalam. Namun, panggilan telepon seringkali berisi obrolan ringan yang dianggap menguras energi. Karena itu, mereka memilih tidak mengangkat jika merasa pembicaraan tidak penting.

6. Canggung saat percakapan tiba-tiba hening

Mereka cemas dengan situasi awkward jika percakapan tiba-tiba hening. Menurut studi dalam jurnal Pediatrics, jarak tak bersuara dalam percakapan justru bisa membantu orang merasa lebih dekat dan nyaman satu sama lain. 

Sayangnya, banyak orang menganggap keheningan sebagai sesuatu yang memalukan, sehingga berupaya menutupinya dengan obrolan yang sebenarnya tidak perlu. Sehingga beberapa orang memilih menghindari telepon daripada merasa kikuk.

7. Sering mengaktifkan mode "Do Not Disturb"

Berdasarkan riset di Journal of Medical Systems, penggunaan ponsel berlebihan berangkaian dengan tingkat stres yang lebih tinggi. Tidak heran jika sebagian orang sengaja mengaktifkan mode "Do Not Disturb" (DND) untuk menjaga kesehatan mental.

8. Butuh waktu untuk persiapan sosial

Tidak hanya introvert, siapapun bisa merasa perlu "skrip" sebelum berbicara. Mereka mau memahami konteks pembicaraan agar dapat merespons dengan tepat.  Tanpa persiapan, panggilan mendadak terasa seperti ujian yang memicu ketegangan.

9. Cenderung overthinking

Orang yang mudah overthinking sering kali mengalami apa yang disebut "phone anxiety". Mereka cemas salah ucap, salah tangkap nada bicara, alias disalahartikan. Minimnya bahasa tubuh dan ekspresi wajah dalam percakapan telepon membikin mereka merasa kurang yakin.

10. Lebih memilih komunikasi tertulis alias tatap muka

Sebagian orang merasa pesan teks memberi ruang untuk berpikir sebelum merespons. Ada pula yang lebih nyaman berjumpa langsung agar bisa membaca ekspresi dan bahasa tubuh musuh bicara. Bagi mereka, panggilan telepon mendadak bukan langkah komunikasi yang paling efektif alias menyenangkan.

Itu dia 10 karakter kepribadian orang yang jarang angkat panggilan telepon mendadak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya