10 Keutamaan Silaturahmi Saat Lebaran

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Idul Fitri merupakan momen spesial bagi umat Islam di seluruh dunia. Momen ini menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga, saling memaafkan, dan mempererat tali persaudaraan. Salah satu tradisi utama nan dilakukan saat Idul Fitri adalah silaturahmi, ialah mengunjungi sanak kerabat dan tetangga. Nah berikut 10 keistimewaan silaturahmi saat lebaran dalam Islam.

Dalam literatur Islam silaturahmi merupakan salah satu ibadah sosial nan sangat dianjurkan. Banyak sabda Nabi Muhammad saw nan menjelaskan perihal rekomendasi tersebut. salah satunya adalah sabda nan diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim berikut:

من كان يؤمِنُ باللهِ واليَومِ الآخِرِ فلْيُكْرِمْ ضَيفَه، ومَن كان يؤمِنُ بِاللهِ واليَومِ الآخِرِ فلْيَصِلْ رَحِمَه، ومن كان يؤمِنُ باللهِ واليَومِ الآخِرِ فلْيَقُلْ خَيرًا أو لِيَصمُتْ  

Artinya, “Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Muhammad saw, dia bersabda, ‘Siapa saja nan beragama kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia memuliakan tamunya. Siapa saja nan beragama kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia menjaga hubungan baik silaturahmi dengan kerabatnya. Siapa saja nan beragama kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berbicara nan baik alias diam,’” (HR Bukhari dan Muslim).

Lebih jauh lagi, ada ustadz nan beranggapan bahwa silaturahmi merupakan ibadah sosial nan hukumnya wajib, sehingga seseorang nan memutus tali silaturahim termasuk orang nan melakukan dosa besar. Simak keterangan dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah berikut;

لَا خِلَافَ فِي أَنَّ ‌صِلَةَ ‌الرَّحِمِ وَاجِبَةٌ فِي الْجُمْلَةِ، وَقَطْعِيَّتَهَا مَعْصِيَةٌ كَبِيرَةٌ، لِقَوْلِهِ تَعَالَى: {وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَْرْحَامَ} وَقَوْل النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الآْخِرِ فَلْيَصِل رَحِمَهُ

Artinya: “Tidak dapat dipungkiri bahwa menjalin tali silaturahmi pada umumnya hukumnya adalah wajib dan memutuskannya merupakan dosa besar. Berdasar firman allah swt: “. Dan bertakwalah kepada Allah nan dengan (mempergunakan) nama-Nya Anda saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.” Dan sabda nabi saw :” . Siapa saja nan beragama kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia menjaga hubungan baik silaturahmi dengan kerabatnya.” (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah juz 27 laman 358)

Perihal keistimewaan silaturahmi telah dijelaskan oleh Syaikh Sulaiman bin Muhammad bin Umar Al Bujairimi Al Syafi’i dalam kitab beliau Bujairimi ‘Ala Al Khatib juz 3 laman 272 berikut:

وَفِي ‌صِلَةِ ‌الرَّحِمِ عَشْرُ خِصَالٍ مَحْمُودَةٍ: الْأَوَّلُ: أَنَّ فِيهَا رِضَا اللَّهِ تَعَالَى لِأَنَّهُ أَمَرَ بِصِلَةِ الرَّحِمِ: الثَّانِي: إدْخَالُ السُّرُورِ عَلَيْهِمْ، وَقَدْ وَرَدَ فِي الْخَبَرِ: «إنَّ أَفْضَلَ الْأَعْمَالِ إدْخَالُ السُّرُورِ عَلَى الْمُؤْمِنِ» . الثَّالِثُ: أَنَّ فِيهَا فَرَحَ الْمَلَائِكَةِ لِأَنَّهُمْ يَفْرَحُونَ بِصِلَةِ الرَّحِمِ. الرَّابِعُ: أَنَّ فِيهَا حُسْنَ الثَّنَاءِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ عَلَيْهِ. الْخَامِسُ: أَنَّ فِيهَا إدْخَالَ الْهَمِّ عَلَى إبْلِيسَ السَّادِسُ: أَنَّ فِيهَا زِيَادَةً فِي الْعُمْرِ. السَّابِعُ: أَنَّ فِيهَا بَرَكَةً فِي الرِّزْقِ. الثَّامِنُ: أَنَّ فِيهَا سُرُورَ الْأَمْوَاتِ لِأَنَّ الْآبَاءَ وَالْأَجْدَادَ يُسَرُّونَ بِصِلَةِ الْقَرَابَةِ. التَّاسِعُ: أَنَّ فِيهَا زِيَادَةً فِي الْمُرُوءَةِ. الْعَاشِرُ: زِيَادَةُ الْأَجْرِ بَعْدَ مَوْتِهِ لِأَنَّهُمْ يَدْعُونَ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ كُلَّمَا ذَكَرُوا إحْسَانَهُ.

“Di dalam silaturahmi ada 10 keutamaan: Pertama, mendapat ridha Allah Swt, karena Allah telah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk menjalin tali silaturahmi. Kedua, membikin senang sanak family dan kerabat. perihal ini sangat dianjurkan berdasar sabda Nabi Saw; “Sesungguhnya paling utamanya kebaikan perbuatan adalah membikin senang kepada orang mukmin”. 

Ketiga, membikin senang para malaikat lantaran malaikat sangat suka dengan orang nan menjalin tali silaturahmi. Keempat, Melahirkan memori alias ingatan positif dari orang beragama terhadap mereka nan menjalin silaturahmi. Kelima, Membuat hati dan pikiran Iblis susah lantaran mereka menginginkan semangat persaudaraan manusia pecah. 

Keenam, menambah berkah umur. Ketujuh, menambah keberkahan rezeki. Kedelapan, membikin senang ayah dan kakek nan sudah wafat lantaran mereka senang jika keturunannya menjaga hubungan tali silaturahmi. Kesembilan, menambah muru’ah (kewibawaan). Kesepuluh, menambah pahala setelah mereka nan menjalin silaturahmi wafat. lantaran kerabat kerabat bakal menyebut kebaikannya semasa hidup.”

Demikian penjelasan perihal 10 keistimewaan silaturahmi saat lebaran dalam Islam semoga berfaedah Wallahu a’lam bishawab.

.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah