Bunda, siapa sih yang tidak panik ketika tiba-tiba dada terasa sesak dan berat? Perasaan dada yang seperti tertekan, terhimpit, alias sakit tajam tentu memicu kekhawatiran, apalagi seringkali membikin kita menduga-duga, "Jangan-jangan ini serangan jantung?"
Namun, Bunda, tidak semua kasus di kembali kenapa dada terasa sesak selalu berangkaian dengan jantung. Dada adalah rumah bagi banyak organ penting, termasuk paru-paru dan sistem pencernaan. Dilansir dari Heathline and Cleveland Clinic, simak ulasan komplit 23 penyebab kenapa dada terasa sesak dan langkah mengatasinya berikut ini.
23 Penyebab dada terasa sesak
Rasa sesak alias sakit di dada bisa terasa tajam alias tumpul, seperti ada yang meremas alias menekan. Nyeri ini bisa terjadi di tengah, sisi kiri, alias sisi kanan dada. Beberapa kondisi yang menyebabkannya apalagi bisa menakut-nakuti jiwa.
1. Penyakit jantung koroner
Terjadi saat pembuluh darah utama yang memasok darah, oksigen, dan nutrisi ke jantung menyempit. Penyempitan ini biasanya diakibatkan oleh penumpukan unsur lilin yang disebut plak dan peradangan di arteri.
Ketika arteri menyempit (tidak tersumbat total), darah tetap bisa mencapai jantung saat istirahat, tapi tidak saat beraktivitas. Nyeri ini mirip seperti serangan jantung , terasa di dada tengah, dan bisa menyebar ke leher, rahang, alias lengan. Nyeri seringkali memburuk saat beraktivitas dan membaik saat istirahat.
2. Serangan jantung
Serangan jantung adalah keadaan darurat medis, di mana terjadi penyumbatan mendadak yang menyebabkan kekurangan aliran darah ke jantung. Nyeri terasa seperti tekanan, berat, alias rasa sesak yang tak kunjung lenyap di dada tengah.
Gejala lain termasuk keringat dingin, mual, kesulitan bernapas, dan kelelahan. Jika Bunda mengalami indikasi ini, segera cari pertolongan darurat.
3. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
GERD adalah penyebab kenapa dada terasa sesak yang paling umum. Ini terjadi ketika masam lambung naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar di dada.
Gejala lain termasuk kesulitan menelan, sensasi benjolan di tenggorokan, bunyi serak, dan batuk kering. Kondisi ini didiagnosis jika indikasi terjadi minimal dua kali seminggu.
4. Ulkus alias tukak lambung
Luka yang berkembang pada lapisan lambung, kerongkongan, alias usus kecil. Meskipun nyeri perut yang membakar adalah indikasi utama, nyeri dada juga mungkin terjadi. Gejala lain adalah rasa begah dan mual.
5. Asma
Saluran udara di paru-paru meradang, menyempit, dan membengkak. Selain dada terasa sesak, indikasi umum lainnya adalah sesak napas, batuk, dan mengi (bunyi siulan saat mengembuskan napas). Gejala bisa memburuk lantaran alergi alias saat berolahraga.
6. Pleuritis
Peradangan pada pleura (membran yang melapisi rongga dada dan paru-paru). Gejala utamanya adalah nyeri dada tajam saat bernapas, dan nyeri ini bisa menyebar ke bahu dan punggung. Nyeri memburuk saat batuk alias bersin.
7. Pneumonia
Infeksi pada satu alias kedua paru-paru. Gejala meliputi nyeri dada, batuk, demam, dan sesak napas. Pada lansia, bisa juga terjadi kebingungan. Infeksi yang tidak diobati bisa berakibat fatal.
8. Pneumothorax
Paru-paru kolaps, seringkali akibat cedera traumatis, penyakit paru-paru, alias penggunaan ventilator. Gejala meliputi nyeri dada tiba-tiba dan sesak napas.
9. Hiatal hernia
Terjadi ketika bagian perut mendorong naik melalui diafragma. Hernia besar dapat menyebabkan masam lambung naik (GERD) dan nyeri ulu hati. Selain dada terasa sesak, Bunda juga mungkin mengalami bersendawa dan kesulitan menelan.
10. Costochondritis
Peradangan pada tulang rawan di sangkar rusuk, biasanya di tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk atas ke tulang dada. Nyeri ini sering terjadi di sisi kiri dan terasa tajam alias seperti tekanan. Nyeri memburuk saat batuk alias menarik napas dalam-dalam.
11. Emboli paru
Terjadi ketika ada gumpalan darah yang menyumbat arteri paru-paru, yang biasanya berasal dari kaki. Gejala umum termasuk sesak napas , nyeri dada , dan batuk. Kondisi ini sangat menakut-nakuti jiwa.
12. Hipertensi paru
Tekanan hipertensi di arteri paru-paru dan sisi kanan jantung. Hal ini membikin jantung bekerja lebih keras dan menyebabkan dada terasa sesak alias nyeri. Gejala lain termasuk sesak napas, kelelahan, dan pusing.
13. Pericarditis
Peradangan pada membran berbentuk kantung tipis di sekitar jantung (pericardium). Menyebabkan nyeri dada tajam dan menusuk di tengah alias sisi kiri dada. Nyeri memburuk saat berbaring.
14. Myocarditis
Peradangan otot jantung, seringkali disebabkan oleh infeksi. Menyebabkan nyeri dada ringan hingga parah. Gejala yang mirip dengan perikarditis adalah demam, kesulitan bernapas, dan kelelahan.
15. Prolaps katup mitral
Katup mitral jantung tidak menutup dengan benar, menyebabkan sebagian darah bocor kembali. Meskipun banyak yang tanpa gejala, kondisi ini dapat menyebabkan debar jantung tidak teratur, pusing, dan nyeri dada.
16. Kanker paru-paru
Kanker paru-paru dapat menjadi salah satu argumen kenapa dada terasa nyeri. Oleh lantaran itu, berhati-hatilah terhadap nyeri dada, Bunda.
17. Cedera tulang rusuk
Patah alias retak tulang rusuk seringkali akibat trauma alias batuk parah. Gejala termasuk nyeri dahsyat yang memburuk saat mengambil napas dalam-dalam, batuk, alias membungkuk.
18. Ketegangan otot
Otot antar tulang rusuk (intercostal muscles) tegang akibat kegiatan intens seperti menjangkau alias mengangkat sembari memutar. Nyeri dada dan sesak biasanya memburuk saat bergerak dan dapat disebabkan oleh stres alias ketegangan.
19. Serangan Panik
Kecemasan ekstrem alias stres dapat memicu serangan panik. Gejala seringkali sangat mirip serangan jantung, termasuk sesak napas dan nyeri dada. Rasa sakitnya dapat terjadi di sisi mana pun dari dada.
20. COVID-19
Infeksi COVID-19 dapat menyebabkan sesak di dada alias peradangan jantung. Gejala satu ini adalah indikasi darurat, dan Bunda kudu segera menghubungi jasa medis jika ini terjadi.
21. Batu empedu
Meskipun rasa sakitnya biasanya di perut kanan atas , batu empedu dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke bahu kanan alias punggung. Batu empedu terbentuk ketika terlalu banyak kolesterol dalam cairan empedu.
22. Ruam
Ruam menyakitkan akibat jangkitan virus. Meskipun nyeri bukan dari organ dalam, lokasinya di dada dapat terasa seperti masalah paru-paru alias jantung. Gejala meliputi nyeri, rasa terbakar, dan meninggal rasa pada kulit.
23. Spasme Esofagus (Esophageal Spasm)
Kontraksi yang menyakitkan di kerongkongan, yang terasa seperti nyeri dada mendadak dan parah yang bisa berjalan beberapa menit hingga beberapa jam. Gejala lain adalah kesulitan menelan.
Cara mengatasi dada terasa sesak dan berat
Pengobatan untuk dada yang terasa sesak sangat berjuntai pada penyebabnya. Jika Bunda mengalami sesak akibat serangan jantung, Bunda kudu mendapatkan perawatan darurat segera dari petugas medis setelah meminta bantuan.
Untuk kondisi non-jantung seperti GERD alias nyeri otot, master mungkin merekomendasikan perubahan style hidup (seperti menghindari makanan pemicu tertentu), pengobatan, alias terapi fisik.
Sementara itu, untuk mengatasi sesak akibat kecemasan, latihan pernapasan dalam dapat membantu menghentikan serangan panik.
Apakah sakit dada terasa sesak bisa dicegah?
Bunda dapat mengurangi akibat penyakit jantung, pembuluh darah, dan masalah lain dengan mengikuti style hidup sehat. Gaya hidup ini meliputi mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara rutin, mengelola tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, mendapatkan vaksinasi cacar air alias penyebab ruam, serta terakhir menghindari pemicu asma yang dapat menyebabkan dada sesak.
Kapan kudu ke dokter?
Dada terasa sesak dan berat bukanlah indikasi yang bisa dianggap remeh. Jika nyeri dada Bunda berjalan lebih dari lima menit dan tidak lenyap saat rehat alias minum obat, segera cari support darurat. Rasa nyeri ini bisa menjadi tanda serangan jantung yang menakut-nakuti jiwa.
Segera ke UGD jika nyeri dada disertai keringat dingin, mual alias muntah, sesak napas, debar jantung cepat, alias nyeri menjalar ke rahang, leher, alias lengan.
Jika nyeri dada lenyap timbul alias berjalan lebih dari beberapa hari, segera temui penyedia jasa kesehatan Bunda.
Mendeskripsikan jenis nyeri (tajam, tumpul, alias menekan) dan lokasinya dapat sangat membantu master dalam mendiagnosis penyebabnya. Ingatlah, Bunda, lebih baik berhati-hati dengan sesak yang terasa di area dada.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·