3 Hadits Puasa Ramadhan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Sejatinya banya sekali hadits tentang puasa Ramadhan. Sebab, puasa Ramadan merupakan salah satu dari lima rukun Islam nan diwajibkan bagi umat Muslim dewasa dan berakal sehat. Selama Ramadan, umat Muslim diwajibkan untuk menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas nan membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Makna puasa Ramadan tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus, tetapi lebih dalam dari itu. Puasa Ramadan merupakan corak ibadah nan mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, kedisiplinan, dan empati terhadap orang-orang nan kurang beruntung.

Selain itu, puasa Ramadan juga merupakan kesempatan untuk membersihkan jiwa dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia. [Baca juga: Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh]

Ramadan adalah bulan suci dalam kepercayaan Islam, nan ditandai dengan puasa wajib bagi umat Muslim di seluruh dunia. Ramadan dijelaskan dalam banyak sabda Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah beberapa sabda nan berangkaian dengan Ramadan.

Pertama, dalam sabda dijelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan nan sangat spesial bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bulan di mana umat Islam berpuasa dari fajar hingga mentari terbenam sebagai bagian dari tanggungjawab agama, Ramadhan juga dianggap sebagai bulan penuh berkah, ampunan, dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena keistimewaan ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, kebaikan shaleh, doa, dan memperbanyak membaca Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan dengan angan dapat memperoleh pembebasan Allah SWT, mendapatkan pahala nan berlipat ganda, dan mendekatkan diri kepada-Nya.

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

Artinya: Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam nan nilainya lebih baik dari seribu bulan (HR Ahmad)

Hadits kedua nan berasal dari riwayat Imam Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa bagi mereka nan berpuasa selama bulan Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan angan bakal mendapatkan pahala dari Allah, dosa-dosanya nan telah dilakukan di masa lampau bakal diampuni.

Dengan kata lain, berpuasa dengan keagamaan dan niat nan tulus di bulan Ramadhan merupakan salah satu langkah untuk mendapatkan pemaafan dosa-dosa nan telah dilakukan sebelumnya. Hal ini menunjukkan pentingnya aktivitas ibadah puasa dalam Islam serta pengaruhnya dalam membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya; Barang siapa nan berpuasa Ramadhan dengan penuh keagamaan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya nan telah lalu.”

Ketiga, hadits selanjutnya berasal dari Abu Hurairah, nan menunjukkan tentang keistimewaan puasa dan mendorong umat Islam untuk menunaikannya. Imam An-Nawawi Al-Bantani dalam Kitab Tanqihul Qaul Al-Hatsits Syarah Lubbabul Hadits mengatakan bahwa puasa adalah ibadah nan paling dicintai Allah SWT.

Puasa merupakan salah satu dari lima rukun Islam dan mempunyai banyak keistimewaan dalam aliran kepercayaan Islam. Dalam hadis-hadis nan berasal dari Nabi Muhammad SAW, disebutkan bahwa Allah SWT sangat menyukai ibadah puasa lantaran puasa adalah ibadah nan unik di antara hamba dan Tuhannya, di mana seorang mukmin menahan diri dari makan, minum, dan nafsu syahwat semata-mata lantaran Allah SWT.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِي وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Artinya; Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah nan bakal membalasnya. Dia meninggalkan syahwatnya, makanannya dan minumnya karena-Ku.

Puasa itu adalah perisai dan bagi orang nan berpuasa ada dua kebahagiaan, kebahagiaan ketika dia berbuka puasa dan kebahagiaan ketika dia berjumpa Rabbnya. Dan aroma mulut orang nan berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada aroma misk.”

Demikian penjelasan mengenai 3 hadits puasa Ramadhan. Semoga bermanfaat. [Baca juga: Doa Buka Puasa Sya’ban]

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah