3 Karakteristik Plc (product Life Cycle) Dan Tipe-tipenya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Seperti halnya manusia, suatu produk juga bakal mempunyai siklus alias daur hidup. Dalam produk ini dikenal dengan istilah Product Life Cycle (PLC), nan dapat diartikan suatu skematis nan dapat menggambarkan riwayat dari suatu produk sejak diperkenalkan dari pasar sampai dengan penarikan produk tersebut.

Tipe-Tipe PLC

Dalam perihal ini PLC sangatlah krusial dilakukan untuk memberikan pemahaman nan sangat mendalam mengenai dinamika persaingan suatu produk. Adapun PLC dapat digolongkan menjadi beberapa golongan, diantaranya introduction, growth, atury, decline, serta termination.

Nah pada setiap tahap PLC tersebut mempunyai kesempatan serta masalah nan berbeda-beda uyang kaitannya dengan strategi pemasaran (baca : strategi pemasaran) serta potensi untung nan kan diperoleh.

Dengan kita mengenali tahap nan mana produk itu berada, ataupun nan ak dituju oleh produk, pihak manajemen bakal dapat merumuskan rencana serta strategi pemasaran nan tepat untuk dapat digunakan oleh perusahaan.

Maka kita perlu untuk memperhatikan bahwa dalam aplikasi konsep PLC ini tidaklah terbatas hanya pada produc life cycle saja, perihal ini juga dapat meliputi line life cycle, product category life cycle, industry product life cycle, perseorangan product life cycle, alias apalagi mencangkup brand life cycle.

Meskipun demikian, ada master nan tidak sependapat dengan perihal tersebut, master tersebut adalah McCArthy serta Perreault (1990) dan Dhalla serta Yuspeh (dalam Weitz dan Wensley, 1988) mereka menyatakan bahwa produk beserta merk perseorangan tidak mempunyai PLC.

Argumen nan di kemukakan mereka adalah bahwa produk beserta merk perseorangan dapat diperkenalkan pada tahap apa saja dalam PLC (dalam kasus me-too product). Ini juga dikarenakan penjualan produk perseorangan terkadang juga tidak mengikuti pola nan ada dalam PLC.

Untuk melengkapi kritik tersebut McCarthy serta Perreault memberikan saran dalam penggunaan istilah market life cycle ataupun product-market life cycle daripada dengan istilah product life cycle. Nah untuk tulisan nan ini bakal menggunakan istilah product life cycle, dikarenakan istilah tersebut dikenal secara umum serta dipakai secara luas.

Ciri-Ciri PLC (Product Life Cycle)

Selain karakter nan telah dijabarkan diatas, PLC juga tetap mempunyai karakter nan lainnya, diantaranya :

1. Tidak dari semua produk melewati semua tahapan nan ada

Ada beberapa produk nan apalagi tidak pernah melewati tahap perkenalan produk. Pada umumnya produk nan kandas untuk dapat masuk kedalam tahapan ini meliputi produk nan berangkaian dengan teknologi serta mode.

Kita dapat mengambil contoh produk elektronik (walkmann, tape rocorder, komputer, dll), komponen tertentu, software komputer, serta tetap banyak lagi lagi produknya.

klasifikasi PLCtabel dari pengelompokkan berserta cirinya (image : google)

2. Panjangnya tahap dari PLC untuk setiap produknya sangatlah bervariasi

Masa yang lama dalam PLC adalah pada saat product category, sedangkan untuk product form lebih condong untuk mengikuti pola PLC nan standar (bentuk S).

Untuk pembentukan merk sendiri mempunyai alur PLC nan paling pendek dibanding dengan nan lainnya. Nah disini kenyataannya membuktikan bahwa tidak semua produk nan mempunyai PLC nan bentuknya S. Sementara style life cycle punya daur d=hidup nan lebih panjang daripada nan lain tapi untuk fad life cycle sendiri hanya bakal berjalan singkat.

3. PLC sendiri dapat diperpanjang dengan jalan penemuan serta repositioning

Terdapat banyak perusahaan nan dapat memperpanjang umur dari PLC mereka, sehingga penjualan produk tidak bakal mengalami namanya penurunan bakal tetapi malah bakal terus meningkat.

Kita dapat mengambil contoh klasik nan dapat kita lihat dari keberhasilan nan diperoleh dari Du Port nan dapat memperpanjang PLC produknya, ialah produk nan berupa nylon. Pada sebelumnya nylon ini hanya digunakn untuk bahan parut pada era perang bumi kedua.

Baca Juga : 8 Peluang Bisnis Online nan Sederhana!

Akan tetapi perusahaan dapat mengembangkan pengganti dari penggunaan nylon ini, dan sekarang dapat kita lihat bahwa nylon sekarang dapat menjadi bahan industri pakaian. Bila kita berbincang di Indonesia maka ada juga nan dapat mengembangkan PLC ini.

Yaitu Rinso, nan pada saat ini telah mengembangkan produk baru dan memperkenalkan produk nan baru Rinso Baru, Rinso Ultra, dan produk lainnya.

Demikian tadi karakteristik dari tahap PLC, semoga tulisan tersebut dapat berfaedah bagi anda. Biar lebih mengerti Anda juga kudu mengetahui apa itu arti manajemen. Terima kasih tela membaca tulisan kami, sampai bertemu pada tulisan nan lainnya.

Post Views: 4,474

Selengkapnya
Sumber Bisnis dan Manajemen
Bisnis dan Manajemen