4 Amalan Kaya Raya Dalam Islam

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Siapa sih nan tidak mau menjadi seorang nan kaya raya? Sudah menjadi perihal nan lumrah setiap manusia menginginkannya. Nah berikut ini 4 ibadah kaya raya dalam Islam.

Dalam Islam, memperoleh kekayaan semestinya dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip nan sesuai dengan aliran agama. Agama Islam mengajarkan pentingnya menjadikan kekayaan sebagai sarana untuk melakukan kebaikan, menyantuni nan membutuhkan, dan memperjuangkan keadilan sosial.

Islam juga menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, dan kepatuhan terhadap norma syariah dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam mencari dan menggunakan kekayaan. 

Setiap muslim kudu ingat bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Dzat pemberi rezeki. Jangan sampai saking mau menjadi orang kaya, hingga menghalalkan segala langkah untuk meraihnya. Justru perihal inilah nan sangat dilarang dalam Islam.

Allah telah menyediakan langkah untuk mendapatkan kekayaan nan sesuai syariat. Namun, mungkin sebagian masyarakat kurang menyadari bahwa ada bagian dari langkah nan berkah. Nah berikut di antaranya ibadah kaya raya dalam Islam:

1. Bekerja di Pagi Hari

Rasulullah pernah bermohon kepada Allah, agar aktivitas nan dilakukan umatnya di pagi hari lebih diberkahi. Dari Shakhr bin Wada’ah al-Ghamidi radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ berdoa,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا

“Ya Allah, berikan keberkahan untuk umatku di waktu paginya,” (HR. Abu Daud 2608, Turmudzi 1256).

Para sahabat menceritakan, bahwa Nabi SAW ketika mengirim pasukan, beliau selalu memberangkatkan mereka di pagi hari. Setelah sahabat Shakhr mendapatkan riwayat ini, beliau mempunyai kebiasaan, menjalankan bisnisnya di pagi hari. Beliau kirim barang, selalu pagi hari. Hingga hartanya bertambah dan dia semakin kaya.

2. Transaksi nan Jujur dan Transparan

Bertransaksi dengan jujur dan transparan dijanjikan oleh Nabi Muhammad SAW bakal diberkahi hasilnya. Dari Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu, Nabi SAW bersabda,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَفْتَرِقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتِ الْبَرَكَةُ مِنْ بَيْعِهِمَا

Artinya; “Penjual dan pembeli mempunyai kewenangan khiyar selagi mereka berada di dalam satu majelis dan belum berpisah. Jika keduanya jujur dan transparan maka transksi jual belinya bakal diberkahi. Namun jika keduanya bohong dan tidak transparan, keberkahan transaksinya bakal dicabut.” (HR. Bukhari 2079 & Muslim 3937)

3. Menikah

Allah SWT menjanjikan bisa menambah keberkahan adalah menikah. Di antara janji Allah bagi orang nan menikah, Allah janjikan kecukupan untuk mereka,

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

“Kawinkanlah orang-orang nan tetap lajang diantara kalian, dan orang-orang nan layak (menikah) dari budak-budak laki-laki dan budak-budak perempuan. Jika mereka miskin Allah bakal memampukan mereka dengan karunia-Nya,” (QS. an-Nur: 32).

Dalam sabda dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda,

ثَلاَثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِى يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِى يُرِيدُ الأَدَاءَ

“Ada 3 orang nan dijamin oleh Allah untuk membantunya: Mujahid fi sabilillah, orang nan menikah lantaran menjaga kehormatan dirinya, dan budak nan hendak menebus dirinya untuk merdeka,” (HR. Nasa’I no. 3133, Turmudzi no. 1756)

.

Demikian pula dinyatakan dalam keterangan Ibnu Mas’ud,

التمسوا الغنى في النكاح

“Carilah kekayaan dalam pernikahan,” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/51).

4. Menakar Apa nan Dibutuhkan

Menakar apa nan dibutuhkan, terutama makanan, termasuk di antara ibadah nan mengantarkan keberkahan. Dari al-Miqdam bin Ma’di Karib, Nabi Muhammad SAW bersabda,

كِيلُوا طَعَامَكُمْ يُبَارَكْ لَكُمْ

Artinya; “Takarlah makanan kalian, niscaya kalian bakal diberkahi,” (HR. Ahmad 17177, Bukhari 2128, dan nan lainnya). 

Demikian ibadah kaya raya dalam Islam. semoga kita semua menjadi orang nan rezekinya diberkahi oleh Allah dan berfaedah bagi diri sendiri dan orang lain.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah