4 Keutamaan Bulan Dzulqa’dah

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Kincaimedia– Kini kita telah memasuki bulan Dzulqa’dah, ialah bulan ke-11 dalam penanggalan almanak hijriah. Nah nan kudu kita tahu, Dzulqa’dah rupanya juga mempunyai keistimewaan dan keistimewaan loh dalam aliran Islam! Apa sih keistimewaan bulan Dzulqa’dah ini? Yuk kita simak keterangan berikut!

Pertama, permulaan dari 4 bulan nan dimuliakan. Dzulqa’dah merupakan permulaan dari empat bulan nan dimuliakan (al-Asyhur al-Hurum). Empat bulan haram alias empat bulan nan dimuliakan itu adalah Dzulqa’dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Disebut Dzulqa’dah karena orang-orang Arab pada masa lampau tidak melakukan perang (qu’uud ‘anil qitaal) di bulan ini. 

Allah Swt berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ 

Artinya: Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan nan diagungkan (Dzulqa’dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab) (QS at-Taubah: 36).


Kedua,
sebagai 1 di antara 3 bulan haji. Keistimewaan bulan Dzulqa’dah berikutnya adalah Dzulqa’dah merupakan satu di antara tiga bulan haji, ialah Syawal, Dzulqa’dah, dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Tidak sah ihram untuk haji pada selain waktu tersebut. Allah swt berfirman:

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ 

Artinya: Musim haji itu pada bulan-bulan nan telah dimaklumi (ditentukan) (QS al-Baqarah: 197).


Ketiga,
bulan baik untuk melaksanakan umrah. Dalam sebuah hadist, Rasulullah Saw tidak pernah melakukan umrah selain pada bulan Dzulqa’dah. Sahabat Anas bin Malik ra meriwayatkan:

اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَرْبَعَ عُمَرٍ، كُلَّهُنَّ فِي ذِي القَعْدَةِ، إِلَّا الَّتِي كَانَتْ مَعَ حَجَّتِهِ، عُمْرَةً مِنَ الحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ العَامِ المُقْبِلِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الجِعْرَانَةِ، حَيْثُ قَسَمَ غَنَائِمَ حُنَيْنٍ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مَعَ حَجَّتِهِ 

Artinya: Rasulullah Saw berumrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Dzulqa’dah selain umrah nan dilaksanakan berbareng haji beliau, ialah satu umrah dari Hudaibiyah, satu umrah pada tahun berikutnya, satu umrah dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umrah berbareng haji (HR al-Bukhari).


Keempat,
30 malam nan disebutkan Allah. Dzulqa’dah adalah 30 malam nan disebutkan oleh Allah Swt dalam firman-Nya:

وَوَاعَدْنَا مُوسَى ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً، وَقَالَ مُوسَى لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ 

Artinya: Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa untuk memberikan kepadanya kitab Taurat setelah berlalu tiga puluh malam (bulan Dzulqa’dah), dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh malam lagi (sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah), maka sempurnalah waktu nan telah ditentukan Tuhannya menjadi empat puluh malam. Dan Musa berbicara kepada saudaranya, ialah Harun, “Gantikanlah saya dalam memimpin kaumku, dan perbaikilah dirimu dan kaummu, dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang nan melakukan kerusakan” (QS al-A’raf: 142).


Demikian 4 keistimewaan bulan Dzulqa’dah. Oleh karenanya mari kita meneladani dan mengisi bulan nan mulia ini dengan perbanyak kebaikan dan ibadah. Semoga bermanfaat.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah