5 Adab Ketika Berada Di Kamar Mandi

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Ketika berada di bilik mandi, setiap Muslim kudu memperhatikan etika berikut ini.

Pertama, mengucapkan angan sebelum memasuki bilik mandi

Sebagaimana dalam sabda dijelaskan bahwa Nabi Muhammad ketika memasuki jamban mengucapkan bismillah dan mengucapkan doa. 

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِى آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

Penghalang antara pandangan hantu dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki tempat buang hajat, lampau dia ucapkan “Bismillah.” (HR. Tirmidzi). 

Kemudian, dalam sabda lain dari Anas bin Malik, beliau mengatakan:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ »

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan). (HR. Bukhari dan Muslim). 

Kedua, mendahulukan kaki kanan daripada kaki kiri 

Mendahulukan kaki kanan dalam setiap perkara adalah salah satu kebiasaan Nabi Muhammad SAW, termasuk ketika memasuki bilik mandi. 

Bahkan, Nabi Muhammad juga sudah terbiasa memakai sandal dengan mendahulukan kaki kanan daripada kaki kiri. 

Sebagaimana terdapat dalam hadits:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih suka mendahulukan nan kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap  perkara (yang baik-baik). (HR. Bukhari dan Muslim). 

Ketiga, tidak menghadap kiblat alias pun membelakanginya

Dari Abu Ayyub Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلاَ تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا ، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا » . قَالَ أَبُو أَيُّوبَ فَقَدِمْنَا الشَّأْمَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ بُنِيَتْ قِبَلَ الْقِبْلَةِ ، فَنَنْحَرِفُ وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ تَعَالَى

Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya. Akan tetapi, hadaplah ke arah timur alias barat.” Abu Ayyub mengatakan, “Dulu kami pernah tinggal di Syam. Kami mendapati jamban kami dibangun menghadap ke arah kiblat. Kami pun mengubah arah tempat tersebut dan kami memohon maaf pada Allah ta’ala. (HR. Bukhari dan Muslim). 

Keempat...Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam