Jakarta -
Banyak mitos beredar seputar langkah tepat untuk menurunkan berat badan usai melahirkan. Beberapa di antaranya mengaitkan dengan kegiatan bentuk dan proses menyusui.
Perlu diketahui, berat badan memang condong naik usai melahirkan. Dalam studi tahun 2015 di jurnal Obstetrics & Gynecology, dilaporkan bahwa 75 persen wanita mengalami kenaikan berat badan dalam satu tahun setelah melahirkan.
Keberhasilan program penurunan berat badan bakal berjuntai pada berapa banyak kenaikan yang Bunda dapatkan selama kehamilan, serta style hidup yang dijalani setelah melahirkan.
Melansir dari Times of India, berikut lima mitos soal menurunkan berat badan setelah melahirkan yang perlu Bunda ketahui:
1. Mulai olahraga setelah Bunda merasa sehat
Melakukan kegiatan bentuk setelah merasa sehat usai melahirkan memang tidak dilarang. Tapi, Bunda perlu melakukannya secara berjenjang ya.
"Kebugaran kudu dimulai dengan perlahan, dengan latihan pernapasan, mobilitas ringan, dan latihan dasar panggul," kata founder of FitMoms, Payal Agarwal Mukherjee.
"Dokter menyarankan untuk menunggu setidaknya enam minggu pasca persalinan dan 8 hingga 12 minggu pasca operasi caesar, tergantung dengan komplikasinya."
2. Menyusui dapat membakar banyak kalori
Menyusui setelah melahirkan dapat membantu dalam membakar kalori. Setidaknya, sekitar 300 hingga 500 kalori per hari dapat lenyap lantaran proses menyusui.
Meski begitu, perlu dicatat bahwa penurunan berat badan setelah melahirkan tidak terjadi secara otomatis. Tubuh setiap wanita merespons secara berbeda.
"Beberapa mungkin bakal mengalami penurunan berat badan, tapi ada juga yang tidak berubah, dan keduanya normal. Alih-alih terobsesi dengan timbangan, fokuslah pada pemenuhan nutrisi," ujar Mukherjee.
"Konsumsi biji-bijian utuh, protein, dan lemak sehat untuk mendukung masa pemulihan dan suplai ASI."
3. Gerakan sit-up dan plank dapat mengecilkan perut
Gerakan sit-up dan plank sering kali dianggap bisa membantu mengecilkan perut setelah melahirkan. Faktanya, pendekatan yang terbaik perlu melibatkan aktivasi otot inti, latihan pernapasan, aktivitas memiringkan panggul, dan penguatan otot inti. Semuanya disarankan untuk dilakukan di bawah pengawasan profesional.
Gerakan sit-up dan plank memang dapat membantu dalam mengecilkan perut. Tapi, Bunda juga perlu melakukan aktivitas lain yang berpusat pada otot inti. Seiring waktu, latihan-latihan tersebut dapat membangun stabilitas dan mengurangi nyeri punggung.
4. Pijat pasca persalinan dapat mengecilkan perut
Di beberapa tradisi, pijat pasca melahirkan diyakini dapat memperlancar sirkulasi darah hingga meredakan ketegangan otot. Namun, hanya mengandalkan pijat saja dianggap tidak tepat usai melahirkan.
Pijat tidak dapat memperbaiki otot yang melemah alias membakar lemak. Kebugaran pasca persalinan yang terbaik adalah memadukan antara gerakan, nutrisi, istirahat, dan perawatan.
"Pijat berkarakter suportif, bukan transformatif," ungkap Mukherjee.
5. Hindari olahraga saat menyusui
Banyak Bunda percaya jika olahraga dapat memengaruhi kualitas dan jumlah ASI. Faktanya, perihal tersebut tidak betul namalain mitos.
Olahraga ringan, seperti melangkah kaki, yoga, dan latihan kekuatan tidak bakal mengurangi produksi ASI. Sebaliknya, olahraga dapat membantu dalam mengatur suasana hati, mengurangi depresi pasca persalinan, dan meningkatkan daya secara keseluruhan.
Setelah diizinkan untuk berolahraga usai melahirkan, Bunda dapat melanjutkan kegiatan bentuk ini selama proses menyusui. Selain menyehatkan, olahraga selama menyusui juga dapat membantu dalam menurunkan berat badan. Tapi ingat, jangan lupa untuk menjaga asupan nutrisi dan tetap terhidrasi ya.
Demikian 5 mitos seputar menurunkan berat bada setelah melahirkan. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·