5 Penerang Kehidupan Menurut Abu Bakar Ash-shiddiq

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Kincaimedia – Kehidupan tanpa cahaya bagaikan terjebak dalam kegelapan nan menyiksa, baik di bumi maupun di akhirat. Manusia seringkali dihadapkan pada situasi nan kelam, penuh dengan kesengsaraan dan penderitaan. Kegelapan ini bukan berfaedah tidak adanya penerang, melainkan sebuah metafora untuk menggambarkan kondisi hidup nan buntu dan penuh dengan kesulitan. Artikel ini bakal membahas tentang 5 penerang kehidupan menurut Abu Bakar ash-Shiddiq.

Kehidupan nan penuh dengan rintangan dan kesedihan ini dapat terjadi pada siapa saja, tanpa pandang bulu. Kehilangan orang nan dicintai, sakit berkepanjangan, alias kegagalan dalam mencapai cita-cita, semua itu dapat membawa manusia ke dalam lembah kegelapan.

Meskipun hidup diliputi kegelapan, bukan berfaedah tidak ada harapan. Cahaya selalu ada, meskipun terkadang tersembunyi di kembali awan tebal. Kita kudu terus mencari sinar tersebut, baik melalui doa, upaya dan tekad nan kuat, maupun dengan mencari support dari orang-orang di sekitar. Dengan menemukan cahaya, kita bakal bisa keluar dari kegelapan dan menjalani hidup nan lebih senang dan penuh makna.

Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam karyanya Al-Isti’dad Liyaumil Ma’ad Juz 1, laman 67 mengutip ungkapan Abu Bakar As-Shiddiq mengenai penerang dari kegelapan kehidupan bumi dan akhirat. Adapun ungkapannya sebagai berikut:

الظلمات خمس، والسرج لها خمس حب الدنيا ظلمة والسراج نه التقوى، والذنب ظلمة والسراج له التوبة، والقبر ظلمة والسراج لها لا إله إلا الله محمد رسول الله، والآخرة ظلمة والسراج لها العمل الصالح، والصراط ظلمة والسراج لها اليقين

Artinya: Kegelapan itu ada lima, dan penerangnya juga ada lima, yaitu, cinta bumi itu merupakan kegelapan, adapun penerangnya adalah taqwa. Dosa itu merupakan kegelapan adapun penerangnya adalah taubat. Kubur itu gelap adapun penerangnya adalah kalimat Lailaha Illallah Muhammadur Rasulullah. Akhirat itu gelap adapun penerangnya adalah kebaikan sholeh. Shirat itu gelap adapun penerangnya adalah keyakinan.

5 Penerang Kehidupan

Ungkapan Abu Bakar As-Shiddiq di atas memberi pencerahan dan pandangan nan sangat berfaedah bagi kita. Adapun uraian ungkapan tersebut sebagai berikut: 

Pertama, kegelapan cinta bumi penerangnya adalah taqwa. Orang nan cinta bumi bakal melalaikan perintah Allah lantaran direpotkan mengurus hartanya, mereka hidup dalam kegelapan, selain orang-orang nan bertaqwa, dia bakal menggunakan hartanya di jalan Allah, sehingga kekayaannya digunakan untuk beragama kepada Allah. 

Kedua, melakukan dosa adalah kegelapan, penerangnya adalah bertaubat. Orang nan sering melakukan dosa di sengaja alias tidak sengaja, hidupnya tidak bakal tenang, gelisah, dan cemas. Kecuali dia segera bertaubat maka hidupnya bakal tenang kembali. 

Ketiga, kubur adalah tempat kegelapan penerangnya adalah kalimat, “Lailaha Illallah Muhammadur Rasulullah”. Orang nan bertauhid dan melanggengkan zikir, “Lailaha Illallah Muhammadur Rasulullah”. Kuburannya bakal terang dan dia bakal selamat dari siksa kubur. 

Keempat, alambaka itu gelap adapun penerangnya adalah kebaikan sholeh. Di alambaka kebaikan Sholeh bakal menyelamatkan seorang hamba jika dia beramal Sholeh ketika hidup di dunia. Sebaliknya seorang hamba nan banyak melakukan kemaksiatan dia bakal celaka dan bakal di masukkan ke neraka. 

Kelima, shirat alias jalan nan lurus itu gelap, adapun penerangnya adalah keyakinan. Orang nan melangkah di jalan Allah pasti bakal menemukan halangan dan gangguan, hanya kemantapan hati alias kepercayaan yang  menerangi jalannya dan dia bakal menuai keberhasilan, yakni, dia bakal selamat di akhirat.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah