5 Tradisi Musim Gugur di Jepang yang Menarik untuk Diketahui/Foto: pexels.com/Nguyen Hung
Bulan September hingga November merupakan musim gugur di Jepang. Musim gugur jadi salah satu waktu yang menarik untuk menikmati kondisi Jepang yang adem dan elok karena warna-warna daun menjadi merah, kuning, dan oranye.
Musim gugur di Jepang juga memiliki beragam tradisi yang berhubungan dengan pergantian musim, alam, hingga hasil panen. Masyarakat Jepang telah berbuat tradisi musim gugur sejak berabad-abad lalu. Yuk, intip 5 tradisi musim gugur yang menarik untuk diketahui!
1. Momijigari

Tradisi musim gugur di Jepang. Momijigari/Foto: pexels.com/Szymon Shields
Momijigari merupakan tradisi paling populer yang biasa dilakukan oleh orang Jepang. Aktivitas ini berarti aktivitas “berburu” daun musim gugur, di mana penduduk Jepang biasanya akan mengunjungi taman, gunung, kuil, maupun lokasi wisata lingkungan untuk menikmati fluktuasi daun, terutama pohon maple maupun momiji.
Beberapa spot populer untuk berbuat aktivitas Momijigari direkomendasikan oleh Japan Travel seperti Nikko di Tochigi, jurang Kamikochi di Nagano, Kuil Eikando di Kyoto, Taman Minoo di Osaka, Gunung Daisen di Tottori, dan Danau Kinrin di Yufuin Oita.
2. Tsukimi

Tradisi musim gugur di Jepang. Tsukimi/Foto: pexels.com/Soly Moses
Tsukimi atau “melihat bulan” merupakan perayaan panen pertengahan musim gugur yang biasanya diadakan pada malam bulan purnama. Masyarakat Jepang akan berkumpul berbareng famili maupun orang terdekat sambil menikmati panorama bulan purnama. Kue beras manis (dango), ubi, labu dan makanan musiman lainnya menjadi hidangan yang bisa dinikmati.
3. Shichi-Go-San (Festival 7-5-3)

Tradisi musim gugur di Jepang. Shichi-Go-San (Festival 7-5-3)/Foto: pexels.com/G N
Shichi-Go-San merupakan salah satu tradisi krusial bagi famili di Jepang. Perayaan ini biasanya dilakukan pada 15 November dan ditujukan untuk anak-anak berumur tiga, lima, dan tujuh tahun.
Anak-anak biasanya mengenakan busana tradisional seperti kimono dan hakama. Mereka mengunjungi kuil Shinto berbareng orang tua dan mengabadikan momen tersebut. Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur atas pertumbuhan dan kesehatan anak sekaligus doa agar mereka bisa terus tumbuh dengan baik.
4. Festival Musim Gugur

Tradisi musim gugur di Jepang. Festival musim gugur/Foto: pexels.com/Iban Lopez Luna
Festival musim gugur maupun aki matsuri menjadi bazar tahunan yang dinantikan. Berbagai daerah di Jepang memiliki aki matsuri yang berbeda-beda. Ada yang menampilkan iring-iringan mikoshi, pagelaran tradisional, hingga beragam makanan khas daerah. Festival juga berhubungan dengan kuil lokal dan memiliki sejarah yang sudah terjadi selama ratusan tahun.
Beberapa bazar musim gugur yang populer seperti Festival Musim Gugur Takayama, Kishiwada Danjiri Matsuri, Jidai Matsuri, Festival Api Kurama, Festival Kawagoe, Pameran Tori-no-Ichi Asakusa, Karatsu Kunchi, Festival Besar Musim Gugur Nikko Toshogu. Festival-festival tersebut biasanya diselenggarakan pada bulan Oktober-November.
5. Hidangan Musim Gugur

Tradisi musim gugur di Jepang. Hidangan musim gugur/Foto: pexels.com/Christian Prabowo
Menurut Japan Travel, musim gugur di Jepang menjadi salah satu waktu terbaik untuk menikmati adat kuliner musiman. Udara musim gugur yang adem dan musim panen dimulai menjadikan pasar dan restoran dipenuhi dengan hidangan enak yang juga menghangatkan tubuh.
Beberapa hidangan khas musim gugur yang banyak ditemukan di Jepang, yaitu nabe (sup panas), sanma (ikan saury pasifik panggang), yakiimo (ubi jalar panggang), kuri gohan (nasi kastanye), zenzai (sup kacang merah manis), yudofu (tahu rebus), hiyaoroshi (sake musim gugur), dan taiyaki dan ningyo-yaki (kue manis panas).
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)