6 Cara Mengeluarkan Sendawa Yang Susah 

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Pernahkan Grameds mau bersendawa, namun rasanya susah mengeluarkan gas? Pasti rasanya mengesalkan, ya. Walaupun tidak berbahaya, namun kondisi udara nan terperangkap pada saluran pencernaan membikin emosi menjadi tidak nyaman. Grameds bisa membantu untuk mengeluarkan sendawa dengan cara-cara berikut ini.

Pengertian Sendawa

Sendawa nan dalam istilah medis disebut dengan “eructation“, adalah proses alami tubuh untuk mengeluarkan udara nan terperangkap di dalam saluran pencernaan bagian atas, terutama di lambung dan esofagus. Udara nan terperangkap ini biasanya berasal dari proses menelan udara (disebut juga dengan aerofagi) saat makan, minum, alias apalagi saat berbicara.

Sendawa merupakan respons tubuh untuk mengurangi tekanan udara nan terakumulasi di dalam saluran pencernaan bagian atas, sehingga udara tersebut dikeluarkan melalui mulut dengan bunyi nan khas.

Secara fisiologis, sendawa terjadi ketika otot-otot di sekitar lambung dan esofagus berkontraksi secara bersamaan, sehingga menghasilkan tekanan nan mendorong udara keluar melalui saluran pencernaan bagian atas.

Sendawa biasanya tidak menimbulkan masalah kesehatan dan merupakan sistem alami tubuh untuk menjaga keseimbangan udara di dalam sistem pencernaan. Namun, jika sendawa terjadi secara berlebihan alias disertai dengan indikasi lain seperti nyeri dada alias gangguan pencernaan lainnya, dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan nan perlu dievaluasi lebih lanjut.

Cara Mengeluarkan Sendawa

(Sumber foto: www.pexels.com)

Mengeluarkan sendawa nan susah bisa menjadi tidak nyaman, tetapi ada beberapa langkah nan bisa membantu:

1. Minum Air Hangat

Minumlah beberapa teguk air hangat secara perlahan. Air bakal membantu mengurangi tekanan di perut dan mendorong udara nan terperangkap keluar dalam corak sendawa. Suhu air hangat juga bisa menenangkan saluran pencernaan dan membantu gas untuk keluar.

2. Bergerak

Berdiri dan berjalan-jalan ringan dapat membantu merilekskan otot-otot perut dan memicu terlepasnya udara nan terperangkap.

3. Peregangan

Lakukan beberapa aktivitas peregangan sederhana, terutama pada bagian tubuh nan mengenai dengan otot-otot perut. Peregangan dapat membantu melepaskan tekanan di perut.

4. Posisi Tubuh

Cobalah berebahan telentang dengan kepala sedikit lebih tinggi dari tubuh. Hal ini dapat membantu udara nan terperangkap naik ke atas dan keluar melalui sendawa.

5. Mengunyah Permen Karet

Mengunyah permen karet dapat membantu menelan udara nan terperangkap di perut dan merangsang sendawa.

6. Mengonsumsi Minuman Bersoda

Minuman bersoda seperti cola alias soda sarsaparilla dapat membantu merangsang sendawa lantaran kandungan gasnya. Namun perlu diperhatikan, apakah kandungan gas pada minuman bersoda membantu mengeluarkan gas alias malah membuatnya bertambah parah.

7. Teknik Pernapasan

Tarik napas dalam-dalam dan tahan selama beberapa detik sebelum menghembuskannya perlahan. Teknik pernapasan ini dapat membantu mengurangi tekanan di perut dan mendorong udara keluar melalui sendawa.

Diet Sehat Mudah Berdasarkan Golongan Darah

Penyebab Sendawa

Penyebab sendawa dapat bervariasi, dan sering kali berangkaian dengan proses alami pencernaan dan pola makan seseorang. Berikut adalah beberapa penyebab umum sendawa:

1. Menelan Udara

Menelan udara secara tidak sengaja, nan disebut aerofagi, dapat menyebabkan penumpukan udara di dalam saluran pencernaan bagian atas, terutama di lambung. Udara nan terperangkap ini kemudian berupaya untuk keluar dari saluran pencernaan, nan dapat menghasilkan sendawa sebagai respons alami tubuh untuk mengeluarkan udara nan terperangkap.

Ketika udara terperangkap di lambung, tekanan di dalam lambung meningkat. Sendawa adalah langkah tubuh untuk mengurangi tekanan ini dengan mengeluarkan udara melalui mulut. Proses ini mirip dengan melepaskan udara dari balon nan ditiup terlalu penuh. Sendawa membantu mengurangi kelebihan udara di dalam lambung dan meredakan ketidaknyamanan nan mungkin disebabkan oleh penumpukan udara tersebut.

2. Makan alias Minum Terlalu Cepat

Makan alias minum terlalu sigap dapat menyebabkan sendawa lantaran proses tersebut menyebabkan penelanan udara secara berlebihan. Ketika seseorang makan alias minum dengan cepat, condong menelan lebih banyak udara berbarengan dengan makanan alias minuman tersebut. Udara nan tertelan ini kemudian terperangkap di dalam saluran pencernaan bagian atas, terutama di lambung.

Ketika udara terperangkap di lambung, tekanan di dalamnya meningkat. Sendawa adalah respons alami tubuh untuk mengeluarkan udara nan terperangkap tersebut dan mengurangi tekanan di dalam lambung. Oleh lantaran itu, makan alias minum terlalu sigap dapat memicu peningkatan produksi sendawa lantaran penumpukan udara di dalam lambung.

Selain itu, makan alias minum dengan sigap juga dapat mengganggu proses pencernaan secara keseluruhan. Makanan alias minuman nan ditelan dalam potongan nan besar alias dalam jumlah besar dapat menyebabkan lambung terasa terisi berlebihan, nan juga dapat memicu peningkatan produksi sendawa.

3. Konsumsi Minuman Bersoda

Minuman bersoda mengandung gas karbon dioksida nan dapat terperangkap di dalam lambung dan menyebabkan sendawa.

4. Mengunyah Permen Karet

Mengunyah permen karet dapat menyebabkan sendawa lantaran proses mengunyah tersebut memungkinkan udara untuk masuk ke dalam perut secara berlebihan. Saat seseorang mengunyah permen karet, mereka condong menelan lebih banyak udara dibandingkan ketika tidak mengunyah, lantaran aktivitas mengunyah nan berkali-kali menyebabkan penelan udara nan berlebihan bersama-sama dengan permen karet.

Udara nan terperangkap di dalam perut kemudian dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam lambung. Sendawa adalah respons alami tubuh untuk mengeluarkan udara nan terperangkap tersebut dan mengurangi tekanan di dalam lambung. Oleh lantaran itu, mengunyah permen karet dapat memicu peningkatan produksi sendawa sebagai upaya tubuh untuk mengeluarkan udara nan terperangkap.

Selain itu, beberapa permen karet mengandung pemanis alias bahan tambahan lain nan dapat merangsang produksi gas di dalam lambung, nan juga dapat menyebabkan peningkatan produksi sendawa.

5. Makanan nan Menghasilkan Gas

Mengonsumsi makanan seperti kacang-kacangan, sayuran cruciferous (seperti brokoli dan kembang kol), alias makanan pedas, dapat meningkatkan produksi gas di dalam lambung dan usus, nan kemudian dapat menyebabkan sendawa.

6. Gangguan Pencernaan

Beberapa gangguan pencernaan, seperti GERD (refluks masam lambung), gastroparesis (perlambatan aktivitas lambung), alias dyspepsia (gangguan pencernaan), dapat menyebabkan sendawa nan berlebihan.

7. Kebiasaan Buruk

Kebiasaan jelek seperti merokok, mengunyah permen karet secara berlebihan, alias mengonsumsi minuman dengan sedotan dapat memicu sendawa.

8. Stres

Stres dapat menyebabkan sendawa melalui beberapa sistem nan mengenai dengan respons tubuh terhadap situasi stres. Salah satu sistem utama adalah perubahan dalam pola pernapasan. Saat seseorang mengalami stres alias kecemasan, mereka condong menghirup udara lebih banyak dan melakukan pernapasan nan dangkal alias tidak teratur. Pola pernapasan nan tidak teratur ini dapat menyebabkan penelanan udara secara tidak disadari.

Selain itu, stres juga dapat memengaruhi sistem pencernaan secara langsung melalui pengaruh hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Hormon-hormon ini dapat memperlambat aktivitas lambung dan meningkatkan produksi masam lambung, nan pada gilirannya dapat menyebabkan peningkatan produksi gas di dalam lambung. Udara nan terperangkap di dalam lambung kemudian dapat menyebabkan sendawa sebagai respons alami tubuh untuk mengeluarkannya dan mengurangi tekanan di dalam lambung.

Selain itu, stres dapat menyebabkan gangguan pada pola makan alias perilaku makan seseorang. Beberapa orang condong mengonsumsi makanan alias minuman dengan sigap alias dalam jumlah nan lebih besar saat mengalami stres alias kecemasan, nan dapat meningkatkan penelan udara dan menyebabkan sendawa.

Diet Sehat dengan Terapi Garam

Makanan dan Minuman Pemicu Sendawa

(Sumber foto: www.pexels.com)

Beberapa makanan dan minuman tertentu dapat menyebabkan peningkatan produksi gas di dalam lambung dan usus, nan kemudian dapat memicu sendawa. Beberapa makanan dan minuman nan umumnya diketahui dapat menyebabkan sendawa antara lain:

1. Minuman Bersoda

Minuman bersoda mengandung gas karbon dioksida nan dapat terperangkap di dalam lambung dan menyebabkan sendawa.

2. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan seperti kacang polong, kacang merah, dan kacang kedelai mengandung serat nan tinggi dan susah dicerna. Pencernaan serat ini dapat meningkatkan produksi gas di dalam lambung dan usus, nan kemudian dapat menyebabkan sendawa.

3. Sayuran Cruciferous

Sayuran cruciferous seperti brokoli, kembang kol, dan kubis mengandung senyawa-senyawa tertentu nan dapat menyebabkan produksi gas di dalam lambung dan usus.

4. Bawang Merah dan Bawang Putih

Bawang merah dan bawang putih mengandung senyawa sulfur nan dapat meningkatkan produksi gas di dalam lambung dan usus.

5. Makanan Pedas

Makanan pedas dapat merangsang lambung dan meningkatkan produksi masam lambung, nan kemudian dapat menyebabkan sendawa.

6. Produk Susu

Beberapa orang dapat mengalami intoleransi laktosa alias kesulitan mencerna laktosa nan terdapat dalam produk susu, seperti susu, keju, dan yoghurt. Konsumsi produk susu ini dapat menyebabkan produksi gas nan lebih tinggi di dalam lambung dan usus.

7. Makanan nan Digoreng alias Berlemak

Makanan nan digoreng alias berlemak condong menghabiskan waktu lebih lama dalam sistem pencernaan dan dapat menyebabkan produksi gas nan lebih tinggi di dalam lambung dan usus.

8. Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol dapat merangsang lambung dan meningkatkan produksi masam lambung, nan kemudian dapat menyebabkan sendawa.

Puasa nan Benar dan Sehat

Penyakit nan Memiliki Gejala Bersendawa

Meskipun sendawa tidak berbahaya, namun bisa jadi merupakan indikasi dari penyakit sebagai berikut:

1. GERD

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi medis nan ditandai dengan naiknya masam lambung dari lambung ke kerongkongan (esofagus). Hal ini terjadi lantaran adanya disfungsi pada katup antara lambung dan kerongkongan nan disebut sfingter esofagus bagian bawah.

Sfingter ini semestinya berfaedah sebagai katup satu arah nan mencegah masam lambung naik ke atas. Namun, pada perseorangan dengan GERD, sfingter tersebut menjadi lemah alias tidak berfaedah dengan baik, sehingga memungkinkan masam lambung untuk kembali ke esofagus.

Gejala umum GERD termasuk rasa terbakar di dada (heartburn) nan sering terjadi setelah makan, terutama jika berebahan alias membungkuk, regurgitasi masam alias makanan ke dalam mulut, rasa pahit alias masam di mulut, dan kadang-kadang sendawa berlebihan. Sendawa berlebihan dalam GERD dapat terjadi sebagai respons tubuh terhadap naiknya masam lambung ke esofagus dan upaya alami tubuh untuk mengeluarkan udara nan terperangkap di dalam saluran pencernaan bagian atas.

Komplikasi nan mungkin terjadi akibat GERD termasuk esofagitis (peradangan esofagus), ulkus esofagus, penyempitan esofagus (striktur), alias apalagi Barrett’s esophagus, suatu kondisi nan meningkatkan akibat kanker esofagus. Penanganan GERD biasanya melibatkan perubahan style hidup, seperti menghindari makanan dan minuman nan memicu gejala, membatasi makanan tinggi lemak dan pedas, menghindari merokok dan alkohol, serta penggunaan obat-obatan nan mengurangi produksi masam lambung alias melindungi tembok lambung.

2. Gastroparesis

Gastroparesis adalah kondisi medis nan ditandai oleh lambatnya aktivitas lambung, sehingga makanan dan cairan tetap berada dalam lambung lebih lama dari nan seharusnya. Hal ini terjadi lantaran gangguan pada otot lambung alias saraf nan mengontrol aktivitas lambung. Sebagai hasilnya, pencernaan makanan menjadi tersendat dan indikasi seperti mual, muntah, kembung, nyeri perut, dan emosi kenyang nan sigap terjadi apalagi setelah makan dalam jumlah kecil.

Sendawa berlebihan juga dapat terjadi pada perseorangan dengan gastroparesis sebagai respons tubuh terhadap akumulasi gas di dalam lambung akibat makanan nan terperangkap di sana. Penyebab gastroparesis dapat bervariasi, termasuk diabetes, gangguan saraf, aspek hormonal, alias pengaruh samping dari beberapa obat-obatan.

Penanganan gastroparesis biasanya melibatkan perubahan style hidup, seperti mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan nan lebih lunak dan sering dalam porsi kecil, menghindari makanan tinggi serat dan lemak, serta menggunakan obat-obatan nan membantu mendorong aktivitas lambung.

3. Dispepsia alias Gangguan Pencernaan

Dispepsia, nan juga dikenal sebagai gangguan pencernaan, adalah kondisi nan mengenai dengan indikasi ketidaknyamanan alias rasa tidak lezat di bagian atas perut, di sekitar wilayah lambung. Gejalanya bisa beragam, termasuk rasa kembung, perut terasa penuh alias kenyang, perut keroncongan, nyeri alias terbakar di dada, mual, muntah, dan sendawa berlebihan.

Dispepsia dapat disebabkan oleh beragam faktor, termasuk konsumsi makanan berlemak, pedas, alias asam.

Mengonsumsi minuman tertentu seperti alkohol, kafein, alias soda, hingga stres juga dapat menjadi penyebab dispepsia.

Saat terdapat penumpukan gas di dalam perut akibat proses pencernaan nan terganggu alias konsumsi makanan tertentu, maka orang bakal condong bersendawa untuk mengeluarkan gas.

Meskipun sendawa tidak selalu terjadi pada setiap perseorangan dengan dispepsia, namun indikasi ini dapat menjadi salah satu tanda ketidaknyamanan pencernaan nan dialami.

4. Aerofagia

Aerofagia adalah kondisi di mana seseorang menelan udara secara berlebihan, baik secara disengaja maupun tidak disengaja. Udara nan tertelan ini kemudian terperangkap di dalam saluran pencernaan bagian atas, seperti lambung dan esofagus.

Aerofagia dapat menjadi masalah ketika udara nan terperangkap ini tidak dapat dikeluarkan, nan dapat menyebabkan beragam indikasi tidak nyaman, termasuk perut kembung, rasa begah alias kenyang di perut, sendawa berlebihan, dan kadang-kadang merasa kesulitan menelan.

Beberapa aspek dapat menyebabkan aerofagia, termasuk kebiasaan jelek seperti makan terlalu cepat, mengunyah permen karet secara berlebihan, merokok, alias minum dengan sedotan. Selain itu, aerofagia juga dapat terjadi sebagai respons terhadap kekhawatiran alias stres, lantaran pola pernapasan nan terganggu dapat menyebabkan penelanan udara nan tidak disadari.

5. Sindrom Tourette

Sindrom Tourette adalah gangguan neurologis nan ditandai oleh gerakan-gerakan nan tidak disengaja dan suara-suara (disebut tik) nan seringkali tidak dapat dikendalikan. Tik ini bisa berupa aktivitas nan berulang-ulang, seperti mengedipkan mata, menggelengkan kepala, alias menggerakkan bagian tubuh lainnya, serta suara-suara nan tak disengaja seperti bersendawa, menggumam, alias berteriak. Gejala-gejala ini muncul secara tiba-tiba, biasanya mulai terjadi pada masa kanak-kanak, dan dapat berubah-ubah dalam intensitas dan gelombang seiring waktu.

Meskipun penyebab pasti sindrom Tourette belum sepenuhnya dipahami, tetapi diyakini bahwa gangguan ini disebabkan oleh kombinasi aspek genetik dan lingkungan. Terdapat faktor-faktor akibat nan dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami sindrom Tourette, termasuk riwayat family dengan gangguan serupa, kelainan pada otak alias sistem saraf, serta paparan terhadap faktor-faktor lingkungan tertentu selama perkembangan anak, seperti jangkitan alias trauma.

Penutup

Itulah penjelasan tentang sendawa dan langkah mengeluarkan sendawa nan aman. Meskipun sendawa tidak berbahaya, namun perlu dikonsultasikan jika produksi gas di perut membikin tidak nyaman. Grameds bisa mengantisipasi indikasi tersebut dengan membaca kitab kesehatan dan diet nan ada di Gramedia.com. Semoga sehat selalu!

ePerpus adalah jasa perpustakaan digital masa sekarang nan mengusung konsep B2B. Kami datang untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan kitab dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk memandang laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Selengkapnya
Sumber Gramedia Official Blog
Gramedia Official Blog