6 Tradisi Unik Bulan Ramadhan Umat Muslim Dunia

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Kincaimedia– Bulan suci Ramadhan dikenal sebagai bulan nan penuh dengan keberkahan. Bukan hanya puasa dan meningkatkan ibadah satu bulan penuh, saat Ramadan ada beragam tradisi unik Ramadhan nan juga kerap dilakukan di beragam negara. Tradisi unik Ramadhan ini bisa dibilang hanya terjadi satu tahun sekali. Setiap negara bakal menandai bulan diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW ini, dengan beragam kegiatan.

Nah perlu kita ketahui, rupanya sangat banyak loh tradisi-tradisi unik umat muslim dunia. Mulai dari ritual mandi di Indonesia hingga menyalakan lampion di Mesir. Berikut beragam tradisi menarik nan biasa dilakukan saat Ramadan dari beragam negara:

1. Tembakan meriam setiap buka puasa di Lebanon


Tembakan meriam mungkin terdengar mengerikan dan mengganggu. Tapi, perihal ini justru menjadi salah satu tradisi nan ditunggu-tunggu saat Ramadan, terutama di Lebanon. Di beberapa negara Timur Tengah, meriam ditembakkan setiap hari selama bulan Ramadan untuk menandai berakhirnya puasa hari itu. Menukil The Culture Trip, tradisi ini juga dikenal sebagai midfa al iftar. 

Konon tembakan meriam ini dimulai di Mesir lebih dari 200 tahun lalu, ketika negara tersebut diperintah oleh penguasa Ottoman Khosh Qadam. Banyak nan berterima kasih atas inovasinya, dan putrinya, Haja Fatma, mendesaknya untuk menjadikan ini sebagai tradisi. Praktik ini menyebar ke banyak negara di Timur Tengah termasuk Lebanon, di mana meriam digunakan oleh Ottoman untuk menandai buka puasa di seluruh negeri.

2. Mengamati bulan sebagai tanda lebaran di Afrika Selatan

Muslim dari seluruh Afrika Selatan pergi ke aktivitas di Cape Town – nan disebut Ibu Kota Afrika Selatan untuk mencari bulan baru jelang akhir Ramadhan. Tapi hanya para maan kykers alias pengamat bulan, nan ditunjuk oleh Dewan Peradilan Muslim Afrika Selatan, nan dapat menyatakan penampakan secara resmi. 

Mereka bakal berdiri di sepanjang pantai di Sea Point Promenade, di Three Anchor Bay, alias di puncak Signal Hill, untuk memberi tahu organisasi Muslim bahwa lebaran sudah dekat. Bulan kudu terlihat dengan mata telanjang, pemandangan ini bukan hanya unik tapi betul-betul indah.

3. Pengumuman sahur dari para drummer di Turki


Sejak era Kesultanan Utsmaniyah, orang-orang nan berpuasa di bulan Ramadan bakal terbangun oleh bunyi genderang nan ditabuh di pagi hari menjelang sahur. Meskipun saat ini jam sirine sudah bermunculan, tapi tradisi ini tetap lestari. 

Lebih dari 2.000 penabuh genderang tetap berkeliaran di jalanan Turki. Penabuh drum ini bakal mengenakan kostum tradisional Ottoman, termasuk fez dan rompi nan dihiasi dengan motif tradisional. Saat mereka berkeliling dengan davul (gendang Turki berkepala dua), para penabuh mengandalkan kemurahan hati penduduk untuk memberi mereka tip (bahşiş) alias apalagi mengundang mereka untuk berbagi makanan sahur.

4. Lentera warna-warni di Mesir

Setiap tahun, penduduk Mesir menyambut Ramadan dengan famous lentera warna-warni nan melambangkan persatuan dan kegembiraan sepanjang bulan suci. Meskipun tradisi ini lebih berkarakter budaya daripada agama, tradisi ini erat kaitannya dengan bulan suci Ramadan, dan mempunyai makna spiritual. 

Untuk menyediakan pintu masuk nan terang bagi imam, pejabat militer memerintahkan masyarakat setempat memegang lilin di jalan-jalan nan gelap, melindunginya dalam bingkai kayu agar tidak meledak. Seiring waktu, struktur kayu ini muncul menjadi lentera berpola, dan sekarang ditampilkan di seluruh negeri, menyebarkan sinar selama bulan suci.

5. Ritual padusan di Indonesia

Padusan adalah budaya jelang Ramadan nan bisa ditemukan di Indonesia. Padusan menukil laman GPI, merupakan ritual mandi nan dilakukan umat Islam dengan niat menyucikan jiwa dan raga. Mereka bakal mandi bersama-sama di kolam-kolam alami di daerahnya masing-masing. Kolam alami ini bisa juga dibilang sebagai sungai dengan mata air nan tetap jernih.

6. Berbagi permen dan coklat di Kuwait

Di Kuwait, ada seremoni tiga hari di tengah Ramadan. Saat seremoni ini digelar, anak-anak bakal mengetuk pintu rumah tetangga dan menyanyi demi permen dan coklat. Tradisi ini disebut Qarqia’an. Selain itu, di Kuwait, terdapat juga hari spesial nan disebut Al-Kareesh. Kegiatan ini biasanya dilakukan hari terakhir sebelum Ramadan. Seluruh family berkumpul untuk makan siang sebelum mulai berpuasa.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah