7 Amalan Sunnah Idul Fitri

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Menyambut Hari Raya Idul Fitri merupakan momen spesial bagi umat Islam. Selain merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, Idul Fitri juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan meraih pahala dari Allah SWT. Berikut beberapa ibadah sunnah nan bisa dilakukan dalam menyambut Idul Fitri.

Pertama, Menghidupkan Malam Idul Fitri. Amalan nan pertama, ialah ketika azan maghrib telah bergema dan menandakan bahwa malam itu masuk malam satu Syawal, kita disunnahkan untuk menghidupkan malam tersebut dengan ibadah kepada Allah.

Imam an-Nawawi dalam kitab Adzkar an-Nawawi mengatakan bahwa nan dimaksud ibadah pada malam itu lebih dominan dari hari lainnya. Meskipun paling minimal dikatakan adalah dengan melaksanakan shalat Isya’ dan Subuh berjamaah, hendaknya kita juga berzikir dan mengumandangkan takbir sebagai ungkapan rasa syukur dan pengagungan kita kepada Allah. Alangkah utamanya lagi, pada malam tersebut tidak meninggalkan qiyamul lail sebagaimana telah istiqomah dikerjakan di malam-malam bulan Ramadan.

Kedua, memperbanyak takbir dan berzikir. Selain pada malam hari raya, mengumandangkan takbir juga disunnahkan di pagi hari menjelang shalat Id. Membaca takbir ini dapat dilakukan pada saat perjalanan menuju letak shalat Idul Fitri dilaksanakan dan selama menunggu shalat Idul Fitri dimulai. Allah berfirman,

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Hendaklah Anda mencukupkan bilangannya (puasa) dan hendaklah Anda mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjukNya nan diberikan kepadamu agar Anda bersyukur.” (QS. al-Baqarah [2]: 185).

Ketiga, Berpakaian bagus dan memakai wewangian. Amalan lain nan dicontohkan Nabi SAW di pagi hari raya Idul Fitri adalah dengan mandi sunnah, berpakaian nan baik, juga memakai wangian dengan niat lantaran Allah dan mengikuti Rasulullah SAW.

Keempat, makan sebelum shalat Ide. Sebelum berangkat shalat Idul Fitri, dianjurkan untuk menyantap makanan, sebagaimana  nan dijelaskan dalam sabda Nabi,

عَنْ آنَسٍ ابْنِ مَالِكٍ كَانَ لَا يَغْدُو يَوْم الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ سَبْعَ تَمْرَاتٍ

Diriwayatkan Anas bin Malik bahwa Rasulullah tidak berangkat pada Hari Raya Idul Fitri hingga beliau menyantap tujuh kurma. (HR. Bukhari)

Tahukah para jamaah, bahwa sunnah makan sebelum shalat Id ini untuk menyadarkan umat muslim bahwa pada tanggal 1 Syawal dilarang untuk berpuasa. Berbeda dengan shalat Idul Adha, di mana kesunnahan untuk makan dilakukan setelah shalat.

Kelima, menempuh dua jalan berbeda saat berangkat dan pulang dari shalat Id. Ketika hendak berangkat menuju masjid alias lapangan untuk melaksanakan shalat Idul Fitri disunnahkan untuk melangkah kaki dan mengambil jalur nan berbeda pada saat pergi dan pulang shalat.

Jadi semisal, hadirin ketika berangkat lewat jalan nan lebih jauh jarak tempuhnya dari rumah ke masjid, kemudian saat pulang lewat jalan lain nan lebih dekat, ataupun sebaliknya juga diperbolehkan. Mengapa perihal ini dianjurkan? Sebab tiap langkah kita menuju dan dari melaksankan shalat Id bakal dihitung pahala oleh Allah.

Keenam, menyimak khutbah dengan seksama. Kesunnahan lain nan dapat hadirin sekalian lakukan, adalah mendengarkan nasehat dari khutbah Idul Fitri nan disampaikan dengan saksama. Ketika mendengarkan khutbah, hindari untuk berbincang dengan orang lain sehingga bakal tercipta situasi nan kondusif bagi jamaah nan lain untuk mendengarkan khutbah.

Ketujuh, Silaturrahim dengan kerabat dan tetangga. Setelah shalat Idul Fitri dan khutbah selesai, bertegur sapalah dengan orang-orang nan berada di sekitar. Hal ini sebagai upaya kita untuk mempererat tali silaturahmi nan terjalin di antara sesama muslim terlebih kepada kedua orangtua, kerabat terdekat dan tetangga.

Demikian pidato singkat tentang ibadah sunnah di hari raya Idul Fitri. Semoga berfaedah serta membawa berkah bagi kita semua dan semoga kita dapat melaksanakan sunnah-sunnah Nabi pada hari raya nanti. Kita berambisi semoga lebaran juga puasa kita di tahun ini lebih baik baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Amin.

*Konten ini berasal dari kitab _Syiar Ramadan Perekat Persaudaraan: Materi Kuliah dan Khutbah di Masjid dan Musala selama Ramadan._, nan diterbitkan oleh Subdit Tim Layanan Syariah Subdirektorat (Subdit) Hisab Rukyat dan Syariah dan Badan Kesejahteraan Masjid.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah