Jakarta -
Di usia balita, anak sedang berada di dalam masa bereksplorasi dan belajar memahami bumi di sekitarnya. Maka dari itu, mereka terkadang suka melakukan hal-hal yang dianggap 'aneh' oleh orang dewasa.
Meski terkadang membikin khawatir, beragam perilaku unik balita umumnya merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang lho, Bunda.
Setiap tindakan yang dilakukan anak mempunyai makna dan kegunaan tersendiri, termasuk di antaranya mengekspresikan emosi, memenuhi rasa mau tahu, alias sekadar mencari kenyamanan.
Menurut para ahli, sebagian besar perilaku 'aneh' tersebut hanya berjalan sementara dan bakal lenyap seiring bertambahnya usia serta perkembangan keahlian sosial dan emosional anak. Jika Bunda ragu, lakukan konsultasi dengan master alias tenaga ahli lainnya, ya.
Apa saja perilaku 'aneh' balita yang sebenarnya termasuk normal?
"Sebagian besar perilaku asing pada balita hanyalah fase yang berjalan singkat," ungkap psikolog Heather Wittenberg, PsyD, yang juga sekaligus penulis kitab Let’s Get This Potty Started! The BabyShrink’s Guide to Potty Training Your Toddler.
Berikut beberapa kegiatan unik balita yang tampak tak biasa, tapi sebenarnya normal, Bunda:
1. Mencoba makan sesuatu yang bukan makanan
Menurut Wittenberg, anak-anak menggunakan mulut sebagai salah satu perangkat untuk menjelajahi dunia.
"Mereka mungkin sedang bereksperimen, alias mungkin mempunyai kebutuhan oral tertentu," ujarnya, seperti dikutip dari The Bump.
Meski sebenarnya wajar jika dilakukan sesekali, perhatikan juga tingkat keparahan dan frekuensi.
Jika anak terobsesi makan sesuatu yang bukan makanan terus-menerus, seperti tanah alias pasir, sebaiknya konsultasikan dengan master anak.
2. Punya kawan khayalan dan boneka kesayangan
Apakah Si Kecil sangat meyukai bonekanya hingga selalu disusun dengan rapi sebelum tidur, alias menciptakan kawan imajiner?
Hal ini adalah reaksi normal terhadap kesadaran bahwa bumi terasa membingungkan dan susah dipahami.
"Dunia yang diciptakan oleh anak jauh lebih nyaman bagi mereka. Dengan menerima bumi khayalan anak, maka orang tua menghargai kreativitasnya," ujar Wittenberg.
Mungkin bakal terasa susah ketika boneka kesayangannya hilang, perlu dicuci, alias dijahit. Tetapi ini adalah kesempatan untuk mengajarkan anak langkah menghadapi kehilangan kenyamanan yang biasa dia miliki.
3. Membaca kitab yang sama berulang kali
Sama seperti orang dewasa yang mempunyai kitab alias lagu favorit, anak juga sedang mengembangkan preferensinya sendiri. Jadi, wajar jika seiring waktu anak bakal semakin 'bersuara' tentang apa yang mereka sukai alias tidak.
"Balita mulai memahami bahwa ada hal-hal yang bisa mereka andalkan, dan perihal ini membikin mereka merasa aman," jelas psikoterapis anak, Mary Borowka, LCSW.
Mendengar cerita yang sama berulang kali juga membantu mereka memahami bahwa bumi mempunyai keteraturan dan mereka mempunyai sedikit kendali tentang perihal itu.
Membacakan kitab juga mempunyai faedah lain, termasuk menjadi waktu bagi anak untuk belajar kata-kata baru, memahami gambar, dan mengingat urutan cerita.
4. Kadang manja, kadang menjauh
Anak balita umumnya sudah mulai senang merasakan sedikit kebebasan dan menikmati kesempatan untuk menjelajah sendiri. Tapi di waktu tertentu, mereka mungkin bakal senang 'menempel' dengan Bunda.
"Karena pada dasarnya, orang tua adalah rasa kondusif utama bagi balita. Jadi, tidak jarang jika anak yang mulai senang eksplorasi juga bakal kembali untuk memastikan kedekatan dengan orang tua," kata Kathleen McCartney, PhD, dari Harvard Graduate School of Education, dikutip dari Parents.
Begitu anak merasa yakin, mereka bakal siap untuk menjelajahi lingkungan sekitarnya lagi.
Bunda umumnya bakal lebih sering memandang perilaku ini ketika anak berada di tempat baru, seperti rumah teman. Di waktu ini, anak bakal bergantian antara mau menjelajah dan mau tetap dekat dengan Bunda di lingkungan yang asing.
5. Hanya mau berbareng salah satu orang tua
Apakah Bunda pernah merasa sedih ketika anak tampak mengabaikan Bunda? Sebenarnya mereka tidak melakukannya dengan sengaja, apalagi mungkin ini bukan tentang 'pilihan favorit' saja.
"Balita belum tahu bahwa mereka sedang melukai emosi orang lain alias membikin salah satu orang tua merasa tersisih. Hal itu apalagi tidak terpikir oleh mereka, lantaran mereka terlalu konsentrasi pada kebutuhan diri sendiri," jelas Borowka.
Terkadang, berbareng dengan salah satu orang tua dapat memenuhi kebutuhan tertentu bagi anak. Sekitar usia 12 bulan, anak mulai menyadari bahwa mereka mendapatkan perihal yang berbeda dari setiap orang tua.
6. Mengisap jempol
Tahukah Bunda bahwa Si Kecil sudah mengisap jempol sejak di dalam kandungan? Hal ini menjadi salah satu langkah anak untuk menenangkan diri.
Sebenarnya kebiasaan ini normal dimiliki oleh anak, tapi jika bersambung hingga melewati masa balita, jangan ragu untuk berkonsultasi.
7. Menggigit kuku
Dari semua kebiasaan unik balita, ini mungkin menjadi kebiasaan yang paling sering terbawa hingga dewasa.
Bisa jadi ini langkah yang relatif tidak rawan untuk menghadapi sedikit stres, alias bisa juga menjadi tanda adanya kekhawatiran yang lebih besar.
8. Membenturkan kepala
Pertama kali anak membenturkan kepala, wajar jika Bunda panik. Dokter Spesialis Anak dan penulis High Five Discipline: Positive Parenting for Happy, Healthy, Well-behaved Kids, Candace Jones, menyebut bahwa ini bisa saja normal.
"Membenturkan kepala bisa berkarakter ritmis dan memberikan rangsangan yang menenangkan bagi anak yang sedang kesakitan alias mengantuk," jelas Dr. Jones.
Menurutnya, paling sering perihal ini terjadi saat balita tantrum alias marah. Alternatifnya, Bunda bisa menawarkan kenyamanan dan rasa aman, yang dapat membantu anak mengatur emosinya.
9. Mengupil
Dr. Jones mengingatkan bahwa balita sebenarnya sedang senang bereksplorasi, terutama pada tubuh mereka sendiri. Meskipun mengupil bisa jadi perihal yang normal, bisa juga ada penyebab yang mendasarinya.
Sebagai contoh, anak mungkin mempunyai hidung gatal lantaran alergi musiman, hidung tersumbat, alias rasa tidak nyaman di hidung.
Jika Bunda mencurigai ada masalah medis di kembali kebiasaan ini, sebaiknya periksakan anak ke master segera ya, Bunda.
Itulah ulasan tentang hal-hal 'aneh' tapi normal yang suka dilakukan balita. Tetap perhatikan kebiasaan dan frekuensinya, segera ambil tindakan jika sudah sampai berisiko membahayakan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·