9 Jenis Kehamilan Yang Bunda Perlu Tahu Beserta Tantangan Dan Risikonya

Mar 08, 2026 07:25 PM - 1 bulan yang lalu 23653

Jakarta -

Setiap kehamilan ibu memang berbeda dengan wanita lainnya. Simak jenis kehamilan yang perlu Bunda tahu, yuk.

Proses kehamilan bagi setiap wanita tidaklah mudah dilalui. Setiap wanita pun mempunyai tantangannya masing-masing sehingga bakal berbeda ceritanya dari setiap kehamilan yang dijalani. 

Sedianya, ada banyak jenis kehamilan yang berbeda dan dilalui para ibu di luar sana. Perbedaan tersebut dikarenakan sejumlah argumen termasuk perbedaan bentuk pada sistem reproduksi ibu, pelepasan beberapa sel telur, beberapa sperma yang membuahi sel telur yang sama, kondisi kesehatan ibu yang mendasarinya, dan argumen lainnya. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengenal 9 jenis kehamilan

Memeriksakan diri secara rutin ke master selama kehamilan menjadi perihal yang perlu dilakukan. Selain memantau kesehatan ibu dan janin, perihal ini juga untuk mendeteksi jenis kehamilan yang Bunda miliki. 

Berikut ini beragam jenis kehamilan yang mungkin Bunda alami, seperti dikutip dari laman Emedicinehealth:

1. Kehamilan intrauterin

Kehamilan ini merupakan kehamilan tipikal ialah ketika janin menempel di dalam rahim, dan plasenta melekat pada otot rahim di dalam rahim.

2. Kehamilan ektopik

Jenis kehamilan ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di letak selain tuba fallopi alias rahim, seperti leher rahim alias perut. Jenis kehamilan ini tidak dapat memperkuat hidup dan biasanya tubuh bakal menggugurkan janin secara spontan alias keguguran.

3. Kehamilan tuba

Ini merupakan jenis kehamilan ektopik dan terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di tuba fallopi, bukan di rahim. Jenis kehamilan ini tidak dapat memperkuat hidup dan kudu diakhiri dengan jika keguguran tidak terjadi secara alami.

4. Kehamilan intra abdominal

Jenis kehamilan ini condong terjadi setelah operasi caesar sebelumnya. Bekas luka operasi caesar dapat melemah dan robek, serta janin dapat masuk ke dalam rongga mulut.

5. Kehamilan tunggal

Kehamilan tunggal merupakan kehamilan dengan satu sel telur berjumpa dengan satu sperma dan satu janin berkembang. 

6. Kehamilan kembar

Kehamilan kembar bisa terjadi dalam kondisi kembar dua, kembar tiga, kembar empat, dan lainnya. Kehamilan seperti ini dapat terjadi ketika beberapa sel telur dibuahi pada saat yang bersamaan, alias ketika dua sperma memasuki satu sel telur, alias ketika satu sel telur dibuahi oleh satu sperma yang membelah menjadi dua zigot. 

Kembar fraternal merupakan hasil dari lebih dari satu sel telur yang dibuahi, alias satu sel telur dibuahi oleh dua sperma. Kembar identik merupakan hasil dari satu sel telur yang membelah menjadi beberapa zigot.

7. Kehamilan lupus

Kehamilan ini merupakan kehamilan yang dialami wanita dengan penyakit autoimun lupus, dengan pembekuan darah merupakan komplikasi.

8. Kehamilan berisiko tinggi

Kehamilan dengan peningkatan akibat komplikasi dianggap berisiko tinggi. Biasanya, ini terjadi pada kehamilan wanita berumur di atas 35 tahun, mempunyai riwayat diabetes, dan mempunyai kondisi kesehatan lain yang memengaruhi kehamilan. 

Selain itu, riwayat masalah pada kehamilan sebelumnya juga bisa memengaruhi, termasuk persalinan prematur alias mempunyai anak dengan abnormal lahir, alias riwayat family dengan kelainan genetik.

Para ibu yang merokok, mengonsumsi narkoba, dan minum alkohol juga masuk dalam deretan kehamilan berisiko tinggi. Bagi mereka yang kehamilannya berisiko tinggi, ada baiknya selalu bekerja sama dengan master untuk terus memantau kondisi kehamilan dan kesehatannya demi keselamatan ibu dan bayi.

9. Kehamilan molar  

Kehamilan molar komplit terjadi akibat plasenta terbentuk di rahim tanpa janin yang menopangnya. Kehamilan molar parsial terjadi ketika dua sperma membuahi satu sel telur, tetapi dua janin tidak berkembang. Dalam kondisi ini, plasenta abnormal dan janin mempunyai terlalu banyak kromosom yang selalu mengakibatkan keguguran spontan lantaran janin tidak dapat berkembang dengan aman.

Sebagian besar kehamilan memang melangkah sesuai rencana ya, Bunda. Namun, ketika keadaan darurat di suatu hari muncul, pastikan untuk segera mendapatkan pertolongan medis. Serta, lakukan perawatan prenatal secara rutin untuk mendeteksi masalah kesehatan dan mengurangi akibat komplikasi kehamilan, seperti kelahiran prematur, anemia, dan berat badan lahir rendah seperti dikutip dari laman Vivaeve.

Itulah beberapa jenis kehamilan yang perlu Bunda tahu untuk membantu mengidentifikasi jenis kehamilan yang Bunda miliki. Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya