Jakarta -
Darah menstruasi pada umumnya berwarna merah tetapi ada sebagian wanita yang mengalami darah menstruasi hitam di hari pertamanya. Apa sebenarnya penyebab darah menstruasi hitam dan hanya keluar sedikit di hari pertama, Bunda?
Banyak yang belum mengetahui serba serbi warna darah menstruasi secara perincian ya, Bunda. Sehingga, ketika menemui warna darah menstruasi berbeda dari biasanya, langsung merasa panik.
Ya, sebenarnya warna darah menstruasi dapat berubah selama menstruasi mulai dari merah terang hingga merah muda dan cokelat. Karenanya, ketika mendapati celana dalam Bunda saat menstruasi terdapat warna darah menstruasi selain warna merah, jangan langsung panik, Bun. Sebab, darah menstruasi tidak selalu berwarna merah, dan warna darah yang berbeda dapat mengartikan banyak hal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
9 Penyebab darah menstruasi berwarna hitam di hari pertama dan sedikit
Warna darah menstruasi seseorang memang dapat menunjukkan beragam kondisi kesehatan. Misalnya, darah menstruasi merah terang menunjukkan aliran darah yang sehat. Sedangkan warna merah tua alias cokelat tua dapat menandakan kehamilan.
Selama menstruasi, tubuh mengeluarkan jaringan dan darah dari rahim melalui vagina. Cairan berdarah ini dapat bervariasi dari merah terang hingga cokelat tua alias hitam, tergantung pada usianya. Berikut ini beberapa penyebab darah menstruasi berwarna hitam yang perlu Bunda ketahui:
1. Darah menstruasi yang tertahan terlalu lama
Mengutip dari laman Medical News Today, darah yang cukup lama berada di rahim bakal bereaksi dengan oksigen (mengalami oksidasi). Darah yang telah mengalami oksidasi bakal tampak lebih gelap.
2. Menjelang akhir masa menstruasi
Darah menstruasi berwarna hitam juga dapat muncul di awal alias akhir periode menstruasi seseorang. Warna ini biasanya merupakan tanda darah lama alias darah yang memerlukan waktu lebih lama untuk meninggalkan rahim dan telah mengalami oksidasi. Pertama-tama berubah dari warna cokelat alias merah tua dan kemudian akhirnya menjadi hitam.
Beberapa IMS seperti klamidia dan gonore dapat menyebabkan perdaraan di antara periode menstruasi. IMS juga bisa menyebabkan keputihan berbau tidak sedap, nyeri alias rasa terbakar saat buang air kecil, nyeri saat berasosiasi seks dan lainnya, seperti dikutip dari laman Healthline.
4. Kontraksi rahim yang tidak optimal
Adenomiosis biasanya terjadi ketika jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh ke dalam jaringan otot sehingga menebal. Hal inilah yang dapat menyebabkan menstruasi yang berat dan menyakitkan, nyeri panggul berkelanjutan, dan nyeri saat berasosiasi seks.
5. Perdarahan implantasi
Perdarahan implantasi biasanya terjadi dalam dua minggu setelah pembuahan dan terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan dalam rahim. Peradarahan ini biasanya berjalan kurang dari tiga hari dan banyak yang mengira perdarahan tersebut hanyalah bercak seperti dikutip dari laman Business Insider.
6. Adanya sumbatan pada vagina
Cairan berwarna hitam bisa berfaedah bahwa sesuatu seperti tampon, kondom, alias perangkat kontrasepsi, tertinggal di dalam vagina. Jika suatu barang tetap berada di dalam terlalu lama, barang tersebut dapat menghalangi keluarnya darah dan cairan normal, sehingga memungkinkan kuman untuk berkembang biak seperti dikutip dari laman Very Well Health.
7. Lochia setelah melahirkan
Setelah melahirkan, Bunda bakal mengalami perdarahan selama sekitar empat hingga enam minggu. Perdarahan pasca persalinan ini, yang disebut lochia, dimulai dengan banyak dan berwarna gelap dengan banyak gumpalan. Lochia juga mengandung lendir, sel darah putih berlebih, dan potongan lapisan rahim.
8. Kanker serviks
Darah hitam bisa menjadi tanda kanker serviks, meskipun jenis kanker ini kurang umum di Amerika Serikat. Darah dapat muncul sebagai bercak di antara periode menstruasi, perdarahan setelah menopause, dan periode menstruasi yang lebih lama alias lebih berat dari biasanya. Pada kanker serviks, darah seringkali tampak menggumpal dan berbau busuk.
9. Tanda keguguran
Sebagian besar keguguran terjadi pada 13 minggu pertama kehamilan. Tetapi, banyak juga kasus keguguran yang terjadi sebelum seseorang menyadari dirinya hamil. Dalam beberapa kasus, darah hitam dapat mengindikasikan keguguran, meskipun ada juga indikasi lainnya yang menyertai, seperti perdarahan hebat, gumpalan darah lebih besar, darah yang tampak merah tua, demam, pusing, keram hebat, nyeri di perut bagian bawah alias punggung, dan lainnya.
Gejala menstruasi yang berbahaya
Setiap siklus bulanan wanita memang berbeda satu sama lainnya. Ada yang mengalaminya beberapa hari saja dan ada yang sampai seminggu penuh. Selain itu, sebagian wanita juga mungkin mengalami kram yang menyakitkan dan ada yang mengalaminya ringan saja.
Selama siklus menstruasi yang Bunda alami berjalan rutin sebenarnya tidak ada argumen yang perlu dikhawatirkan. Tetapi, ketika terjadi perubahan pada siklus menstruasi tersebut, Bunda patut waspada dan segera berkonsultasi dengan master tentang perubahan yang terjadi.
Berikut ini beberapa indikasi menstruasi rawan yang perlu diwaspadai ya, Bunda:
1. Perdarahan hebat
Volume darah menstruasi memang bervariasi dari wanita satu ke wanita lainnya. Ketika Bunda mengalami perdarahan secara dahsyat dan mengalami tanda-tanda anemia, kelelahan alias sesak napas segera berkonsultasi dengan master ya, Bunda, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
2. Periode menstruasi yang terlalu pendek alias terlalu panjang
Periode menstruasi normal dapat berjalan antara dua hingga tujuh hari. Periode yang terlalu pendek mungkin tidak perlu dikhawatirkan, terutama jika itu perihal biasa bagi Bunda. Selain itu, penggunaan kontrasepsi hormonal juga dapat memperpendek siklus ataupun ketika Bunda memasuki masa menopause.
3. Kram hebat
Kram merupakan bagian normal dari menstruasi. Namun, ketika kram berjalan lebih parah dari biasanya tentunya perihal tersebut perlu dikhawatirkan ya, Bunda. Kram yang normal biasanya dimulai satu alias dua hari sebelum menstruasi dimulai dan berjalan selama dua hingga empat hari saja seperti dikutip dari laman Healthline.
4. Perdarahan di antara periode menstruasi
Ada beberapa argumen kenapa seseorang mengalami bercak alias perdarahan di antara periode menstruasi ya, Bunda. Beberapa diantaranya lantaran perubahan pil KB, kehamilan perimenopause, kanker serviks, PCOS, cedera pada vagina, kehamilan ektopik, dan lainnya.
5. Diare alias muntah
Beberapa wanita biasanya mengalami sakit perut selama menstruasi. Dalam sebuah penelitian, sebanyak 73 persen wanita melaporkan mengalami sakit perut, diare, alias keduanya sekitar waktu menstruasi mereka. Diare alias muntah yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi sehingga jika Bunda mengalaminya segera mendapatkan pertolongan medis ya, Bunda.
Cara mengatasi darah menstruasi hitam
Mengambil langkah proaktif menjadi salah satu langkah mengatasi darah menstruasi hitam. Berikut ini beberapa upaya yang bisa dilakukan secara berdikari ya, Bunda:
1. Lacak siklus menstruasi
Gunakan aplikasi alias jurnal yang dapat membantu mengidentifikasi ketidakaturan dan memberikan info yang berfaedah bagi kesehatan Bunda.
2. Minum air cukup
Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik membantu meningkatkan aliran darah yang lebih lancar dan mengurangi kemungkinan pembentukan gumpalan yang dapat menyebabkan darah menjadi lebih gelap.
3. Fokus pada diet seimbang
Mengonsumsi makanan kaya nutrisi dapat mendukung kesehatan menstruasi secara keseluruhan dan membantu mengatasi masalah anemia yang dapat memperburuk menstruasi, seperti dikutip dari laman Apollohospitals.
4. Gaya hidup sehat
Jaga berat badan sehat dan melakukan kegiatan bentuk secara teratur dapat membantu keseimbangan hormon dan siklus menstruasi secara positif.
5. Jadwalkan pemeriksaan rutin ke dokter
Buat kunjungan rutin ke ginekologis yang dapat membantu mengidentifikasi dan mengatasi masalah mendasar sejak dini, serta memastikan kesehatan reproduksi yang optimal.
Perawatan berdikari di rumah
Melakukan perawatan berdikari di rumah dalam mengatasi darah menstruasi berwarna hitam juga bisa dilakukan ya, Bunda. Berikut ini beberapa saran yang bisa dipraktikkan:
1. Hindari stres
Hormon stres yang meningkat dapat mengganggu ovulasi dan panjang fase luteal. Inilah kenapa pentingnya menjaga tubuh tetap rileks agar siklus menstruasi berjalan normal tanpa masalah.
2. Jaga nutrisi
Kekurangan nutrisi diketahui dapat menekan siklus ovulasi yang menyebabkan perdarahan tidak teratur dan kesempatan lebih tinggi terjadinya bercak gelap yang lambat di kedua ujung perdarahan. Karenanya, menjaga nutrisi dengan baik menjadi salah satu kunci sederhana agar siklus menstruasi tetap aman.
3. Olahraga sedang dan teratur
Melakukan olahraga sedang dan teratur dikaitkan dengan peningkatan keteraturan siklus, dismenore yang lebih rendah, dan suasana hati yang lebih baik seperti dikutip dari laman Healthmovescairns.
Tips mencegah darah menstruasi berwarna hitam di hari pertama dan sedikit
Mengeluarkan darah menstruasi berwarna hitam tentu menimbulkan kepanikan di awal. Untuk mencegahnya berulang kembali, lakukan tips mencegah darah menstruasi berwarna hitam di hari pertama dan sedikit:
1. Menjaga kebersihan menstruasi dan mengganti pembalut alias tampon secara teratur
2. Mencuci area intim untuk menghindari infeksi
3. Melacak siklus menstruasi secara berkala
4. Identifikasi awal dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan seperti dikutip dari laman Fortishospital.
Komplikasi yang bisa terjadi
Dalam kebanyakan kasus, keluar darah menstruasi berwarna hitam tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi, jika beberapa indikasi menetap alias memburuk, segeralah berkonsultasi dengan master ya, Bunda.
Sebab, beberapa komplikasi bisa muncul dari adanya indikasi menstruasi berwarna hitam. Seperti akibat infeksi, kanker serviks. infertilitas, perdarahan implantasi, penyumbatan vagina, dan beberapa komplikasi lainnya yang perlu diwaspadai.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·