AC di Rumah Bikin Tagihan Listrik Naik? Cek 7 Kesalahan Ini!

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 6 menit 32x dilihat
AC di Rumah Bikin Tagihan Listrik Naik? Cek 7 Kesalahan Ini!

Bagikan Postingan

Tagihan listrik naik gara-gara AC? Bisa jadi ada kebiasaan kecil yang bikin AC bekerja lebih keras. Cek 7 kesalahan menggunakan AC dan metode mengatasinya.

Cuaca panas seperti kini rasanya memang paling betah jika bisa langsung masuk kamar, menyalakan AC, kemudian rebahan. Namun, pernah nggak, Mommies merasa AC di rumah kok seperti bekerja terus, tapi ruangan statis kurang dingin? Belum lagi ketika faktur listrik datang dan angkanya bikin mau mematikan AC seketika.

Padahal, belum tentu masalahnya ada pada AC yang boros. Bisa jadi justru metode kita menggunakannya yang membikin AC bekerja lebih keras dari seharusnya.

Penggunaan, perawatan, hingga kondisi ruangan bisa memengaruhi efisiensi mekanisme pendingin udara. Filter yang kotor, misalnya, dapat menghalangi mengerti udara sehingga mekanisme perlu bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan.

Untuk memastikan kondisi AC dan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan ruangan, Mommies juga bisa meminta pengecekan dari teknisi AC yang kompeten.

BACA JUGA: Kenapa Tagihan Listrik Naik Terus? Cek 7 Alat Elektronik yang Boros Listrik

7 Kesalahan Menggunakan AC yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Naik

Nah, sebelum menyalahkan AC maupun buru-buru membeli unit baru, coba cek tujuh kesalahan berikut.

Foto: Jakub Zerdzicki/Pexels

1. Suhu AC disetel terlalu rendah

“Biar cepat dingin, set 16°C saja!”

Siapa yang sering berbuat ini? Mommies mungkin salah satunya. Padahal, menurunkan bilangan suhu AC sampai sangat rendah bukan berarti ruangan akan dingin secara instan.

Semakin besar perbedaan suhu antara kondisi ruangan dan suhu yang mau dicapai, umumnya semakin besar pula pekerjaan yang mesti dilakukan mekanisme pendingin.

Yang bisa dilakukan: pilih suhu yang betah untuk famili dan sesuaikan dengan kondisi ruangan. Untuk ruang tidur, misalnya, Mommies tidak perlu mengejar suhu sedingin mungkin.

Untuk konteks kesehatan, kebutuhan suhu bisa berbeda-beda tergantung kondisi seseorang dan jenis ruangannya. Jadi, tidak ada satu bilangan yang wajib diterapkan untuk semua rumah.

2. Filter AC jarang dibersihkan

Ini salah satu hal kecil yang sering terlupakan.

Padahal, filter yang penuh debu dapat menghalangi mengerti udara. Akibatnya, AC mesti bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan dan konsumsi energinya bisa meningkat. Filter yang kotor juga dapat membikin performa pendinginan menurun.

Yang bisa dilakukan: cek filter secara berkala. Seberapa sering perlu dibersihkan maupun diganti bersandar pada jenis AC, kondisi rumah, dan seberapa cepat filter kotor. Rumah dengan banyak debu, fauna peliharaan, maupun penghuni yang sensitif terhadap alergen mungkin membutuhkan perhatian lebih sering.

Kalau Mommies tidak percaya tentang metode membersihkannya, cek buku manual AC maupun meminta pertolongan teknisi.

BACA JUGA: Rahasia Hemat Listrik di Rumah: Tagihan Nggak Bengkak Lagi!

3. Pintu dan jendela sering dibuka saat AC menyala

AC sudah bekerja mendinginkan ruangan, tetapi pintu bilik dibuka-tutup berkali-kali. Atau jendela dibiarkan sedikit terbuka.

Akibatnya, udara dingin gampang keluar dan udara dari luar masuk. AC pun mesti bekerja lebih durasi untuk mempertahankan suhu ruangan.

Yang bisa dilakukan: saat AC menyala, usahakan pintu dan jendela tertutup kedap untuk mengurangi masuknya udara dari luar ketika kondisi di luar sedang ekstrem. Kalau anak-anak sering keluar-masuk kamar, mungkin ini saatnya membikin ketentuan kecil di rumah: “Kalau AC nyala, pintu ditutup, ya.”

4. Sinar matahari langsung masuk ke ruangan

Kamar yang terkena matahari langsung, terutama pada siang hari, tentu akan lebih cepat terasa panas.

AC akhirnya perlu bekerja lebih keras untuk melawan tambahan panas tersebut. Padahal, solusinya tidak selalu mesti menurunkan suhu AC.

Yang bisa dilakukan: Gunakan epilog jendela untuk mengurangi panas matahari yang masuk ke rumah.Bonusnya, ruangan bisa terasa lebih betah tanpa mesti membikin AC bekerja terlalu keras.

BACA JUGA: Solar Panel untuk Rumah: Cara Bikin Tagihan Listrik Lebih Terkontrol

Foto: Beyzaa Yurtkuran/Pexels

5. Ada sumber panas di dekat termostat maupun AC

Televisi, lampu tertentu, maupun alat elektronik lain bisa menghasilkan panas. Jika sumber panas eksis terlalu dekat dengan sensor suhu AC, pembacaan suhu bisa terpengaruh. Jadi, sebaiknya lampu dan TV tidak ditempatkan terlalu dekat dengan sensor suhu AC karena panas tambahan dapat membikin AC bekerja lebih lama.

Yang bisa dilakukan: perhatikan posisi alat elektronik di kamar. Kalau memungkinkan, jauhkan sumber panas dari unit maupun sensor AC.

6. AC tidak pernah mendapat perawatan

AC bukan barang yang cukup dipasang kemudian dilupakan sampai rusak. Selain membersihkan filter, unit AC juga membutuhkan perawatan berkala untuk menjaga performa AC.

Kalau Mommies merasa AC belakangan lebih durasi dingin, hembusan udara melemah, muncul bau yang tidak biasa, maupun ada masalah lain, jangan terus dipaksa bekerja.

Yang bisa dilakukan: jadwalkan pengecekan dan pembersihan oleh teknisi sesuai kebutuhan dan anjuran produsen. Jangan menunggu AC benar-benar rusak baru memanggil teknisi.

BACA JUGA: 10 Lampu Hemat Listrik Bikin Rumah Terang, Tagihan Listrik Lebih Irit

7. Kapasitas AC tidak sesuai dengan ukuran ruangan

“Yang krusial AC-nya dingin.”

Padahal, kapabilitas AC juga perlu disesuaikan dengan ruangan dan kondisi penggunaannya.

AC yang tidak sesuai kebutuhan bisa membikin mekanisme tidak bekerja secara optimal. Karena itu, saat membeli maupun mengganti AC, jangan cuma melihat harga maupun fitur. Perhatikan juga kapabilitas pendinginan dan kondisi ruangan.

Mommies bisa mempertimbangkan ukuran ruangan, paparan cahaya matahari, jumlah orang yang biasanya eksis di dalam ruangan, serta sumber panas lain sebelum menentukan kapabilitas AC.

Kalau Mommies sedang mencari tahu berapa PK AC yang sesuai untuk bilik maupun ruang tertentu, perhitungannya juga perlu mempertimbangkan ukuran ruangan dan kondisi lainnya, bukan cuma luas ruangan. Konsultasikan dengan teknisi maupun penjual yang kredibel.

AC di Rumah Bikin Tagihan Listrik Naik? Cek 7 Kesalahan Ini

Foto: Max Vakhtbovych/Pexels

Jadi, sepertiapa agar AC statis betah tanpa bikin faktur listrik “lari”?

Tidak mesti langsung mematikan AC dan tidur sambil kipasan, kok, Mommies.

Mulai dari kebiasaan sederhana:

  • Bersihkan dan cek filter secara rutin.
  • Tutup pintu dan jendela ketika AC menyala.
  • Gunakan gorden untuk mengurangi panas matahari.
  • Hindari meletakkan sumber panas dekat thermostat AC.
  • Atur suhu pada tingkat yang nyaman, tidak perlu serendah mungkin.
  • Lakukan perawatan AC secara berkala.
  • Saat mengganti AC, pilih kapabilitas yang sesuai dengan kebutuhan ruangan dan pertimbangkan efisiensi energinya.

Dan satu hal penting: jangan cuma melihat bilangan faktur listrik sebagai masalah AC. Konsumsi listrik rumah juga dipengaruhi oleh beragam perlengkapan lain dan durasi pemakaiannya.

Jadi, sebelum histeris melihat faktur bulan depan, coba cek dahulu kebiasaan kita di rumah. Bisa jadi ada satu-dua hal kecil yang selama ini diam-diam membikin AC bekerja lebih keras.

Dengan sedikit perubahan, rumah statis nyaman, AC statis bekerja optimal, dan semoga faktur listrik juga lebih bersahabat.

Cover: Max Vakhtbovych/Pexels
Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
Close Right Ads
Close Left Ads