Akhlak Mulia Rasulullah Saw

Oct 26, 2025 07:00 AM - 5 bulan yang lalu 175894

Kincai Media , JAKARTA -- Kalau mau mengetahui kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW, maka kita perlu menyelami seluruh sisi kehidupan beliau. Sebab, seluruh perikehidupan beliau memang dipenuhi adab mulia.

Anas bin Malik RA meriwayatkan, suatu ketika para sahabat sedang berada di dalam masjid berbareng Rasulullah SAW. Tiba-tiba, seorang badui (orang yang tinggal di pinggiran kota) datang lampau buang air mini di dalam masjid.

Para sahabat spontan bangkit, hendak menghardik badui itu. Namun, Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian menghentikannya. Biarkanlah dia hingga selesai dengan hajatnya!"

Para sahabat pun membiarkan si badui hingga dia selesai kencing. Setelah itu, Rasulullah SAW menasihati si badui agar jangan lagi kencing di masjid. Sebab, masjid adalah tempat shalat sehingga kudu suci. Selanjutnya, beliau meminta sahabat untuk mengambil seember air. Nabi SAW lampau menyiram jejak air kencing si badui itu.

Dari kisah itu saja tergambar sungguh mulianya adab Nabi SAW. Ibnu Umar RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berbicara dan melakukan biadab alias berpura-pura melakukan biadab untuk membikin orang lain tertawa (HR Bukhari-Muslim).

Anas juga berkata, "Selama saya berkhidmat kepada Rasulullah selama 10 tahun, saya tidak pernah mendengar beliau berbicara "Ah". Beliau juga tidak pernah mempertanyakan apa yang saya kerjakan, tidak pernah mengatakan kenapa Anda tidak begini, kenapa tidak begitu." (HR Bukhari-Muslim).

Aisyah RA menuturkan, Rasulullah tidak pernah tidak pernah membalas perlakuan orang lain demi memuaskan diri. "Namun, jika perlakuan itu merusak peraturan Allah, beliau bakal membalasnya (menegakkan norma baginya) demi kepercayaan Allah semata," kata Aisyah.

Suatu ketika, Rasulullah SAW dan Anas melangkah bersama. Saat itu, beliau mengenakan selendang besar dari Najran. Tiba-tiba, seorang badui mendekati mereka dan menarik selendang Nabi SAW itu dengan keras. Pundak Rasulullah SAW apalagi sedikit berbekas akibat tarikan itu.

Badui itu lampau berkata, "Wahai Muhammad, berikanlah kekayaan Allah yang sedang ada padamu ini!"

Nabi SAW pun menengok kepadanya dan tersenyum. Beliau kemudian memberikan selendang tersebut kepadanya (HR Bukhari-Muslim).

Begitulah sebagian mini adab Rasulullah SAW. Marilah bersama-sama kita terapkan dan jadikan panutan. Sungguh, Allah SWT telah berfirman, "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu..." (QS. Al-Ahzab: 21).

sumber : Dok Republika

Selengkapnya