Alasan Dan Hikmah Nabi Muhammad Saw Menikahi Aisyah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA – Nabi Muhammad SAW menikahi istrinya Aisyah pada saat umurnya tetap sangat belia. Aisyah merupakan istri ketiga Nabi Muhammad SAW. Aisyah seorang putri dari pasangan Abu Bakar As-Siddiq dan Ummu Ruman. Terdapat argumen dan hikmah Nabi Muhammad SAW menikahi Aisyah.

“Allah menurunkan wahyu untuk meminta Nabi menikahi Sayyidah Aisyah, maka dinikahkanlah pada saati itu Nabi dengan Aisyah. Dalam usia 6 ke 7 tahun dipinggit (dinikahi tetapi tidak dipergauli) oleh Nabi. Nanti setelah tumbuh dalam kondisi nan sesuai, baru disatukan dalam satu rumah nan sama,” kata Ustadz Adi Hidayat, dikutip dari akun Youtube pribadinya, Adi Hidayat Official, Jumat (1/3/2024).

Dalam sebuah Hadits Riwayat Bukhari, Nabi Muhammad SAW berbicara kepada Aisya,

“Aku memandang engkau (Aisyah) dalam mimpi sebanyak dua kali. Aku memandang engkau berada dalam bilik nan diperbuat daripada kain sutera. Ada bunyi berkata, ‘Inilah istrimu.’ Kemudian saya menyingkap gorden muka itu dan terlihat jelas wajahmu.’ Maka saya katakan, “Sesungguhnya kejadian ini adalah atas kehendak Allah Swt.”

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, bahwa pernikahan Nabi Muhammad SAW merupakan pernikahan nan dibimbing oleh wahyu dan bukan pernikahan biasa. Maka dari itu, pola berpikirnya dialihkan kepada kebijakan Allah SWT untuk mengetahui hikmah dan jangan kemauan Allah SWT dipaksa mengikuti kemauan manusia. Karena Allah SWT mengetahui masa depan dibandingkan pengetahuan manusia nan terbatas.

“Yang Allah inginkan dari Nabi Muhammad melalui Sayyidah Aisyah bukan keturunan, tapi Allah menginginkan seluruh pengetahuan Nabi mengenai dengan fiqih – fiqih kehidupan, khususnya perempuan, diturunkanlah lewat Sayyidah Aisyah. Karena Aisyah punya kelebihan photographic memory. Apa nan dilihat langsung ingat dan langsung terekam,” kata Ustadz Adi Hidayat.

Maka dari itu, hikmah Sayyidah Aisyah diperintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menikahinya sejak usia nan tetap sangat awal bukan tentang persoalan seksualitas, bukan sekedar persoalan rumah tangga. Allah SWT menginginkan semua pengetahuan – pengetahuan nan diajarkan Nabi Muhammad SAW mengenai fiqih wanita dapat diwarisi oleh Aisyah untuk disampaikan kepada umat islam, apalagi hingga Nabi Muhammad SAW telah meninggal dunia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Kincaimedia, Klik di Sini

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam