Alasan Mencari Rezeki Harus Dengan Cara Halal

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Rongeng monyet mengais rezeki di tengah kepadatan lampau lintas.

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Jangan sembarangan mencari rezeki. Segala nan dilakukan kudu sesuai aturan, baik kepercayaan maupun pemerintah. Dengan begitu, hasil nan didapat, tidak didasarkan pada kesedihan dan penderitaan orang lain.

Dalam konteks Islam, rezeki nan didapat kudu memenuhi unsur halal. Istilah legal merujuk pada segala sesuatu nan diperbolehkan dan tidak melanggar syariat. Usaha sendiri merujuk pada upaya perseorangan untuk bekerja alias berbisnis tanpa berjuntai pada orang lain secara berlebihan.

Dalam sabda dijelaskan:

وَعَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللهِ:لأَنْ يَحْتَطِبَ اَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌلَهُ مِنْ اَنْ يَسْأَلَ اَحَدًا فَيُعْطِيَهُ اَو يَمْنَعَهُ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya, seorang dari kalian pergi mencari kayu bakar nan dipikul di atas pundaknya itu lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik diberi alias tidak. (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i).

Hadis ini mengandung makna mendalam mengenai pentingnya bekerja keras dan mencari nafkah dengan upaya sendiri, serta menjauhkan diri dari perilaku meminta-minta. Melalui sabda ini, umat Muslim diajarkan untuk menghargai upaya berdikari dan integritas dalam mencari nafkah.

Seperti halnya kisah Nabi Daud nan dijelaskan dalam salah satu sabda bahwa beliau tidak mau menyantap sesuatu selain dari hasil usahanya sendiri.

Berikut bunyi hadisnya:

عَنْ اَبِى هُرَيْرَة َو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ: كَانَ دَاوُدُ عَلَيْهِ السَّلامُ لاَيَأْكُلُ اِلاَّ مِنْ عَمَلِ يَدِه

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Adalah Nabi Daud tidak makan, melainkan dari hasil usahanya sendiri.” (HR Bukhari).

Oleh lantaran itu, nafkah nan diperoleh kudu dengan langkah nan halal, ialah tidak melanggar hukum-hukum hukum dan tidak merugikan orang lain. Misalnya menghindari praktik-praktik seperti riba, korupsi, penipuan, dan segala corak upaya nan haram adalah suatu keharusan bagi seorang Muslim.

Setiap nafkah nan dihasilkan dengan cara-cara nan legal bakal membawa akibat nan baik bagi kehidupan seseorang. Begitupun sebaliknya, nafkah nan diperoleh dengan langkah nan haram bakal membawa akibat buruk, baik di bumi maupun di akhirat.

sumber : Republika

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam