Allah Swt Mahapengasih, Mahamelihat, Dan Mahamendengar, Begini Penjelasannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,  JAKARTA- Allah Subhanahu Wa Ta’ala merupakan dzat nan berkuasa untuk terus menerus kita puji, dengan pujian nan sempurna.

Namun bagaimanakah caranya mendorong dan menyadarkan kita untuk bisa senantiasa bertindak demikian? Jawabannya adalah dengan mengenal Allah ta’ala dengan sebenar-benarnya. 

"Cara mengenal Allah ta’ala, antara lain, adalah dengan memahami asma’ul husna (nama-nama) dan sifat-sifat-Nya nan mulia," ucap Pengasuh pesantren Tunas Ilmu Purbalingga sekaligus pengajar Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah Imam Syafi'i Jember, Ustaz Abdullah Zaen Lc,MA dalam pesan Telegram. 

Ustadz Abdullah mengatakan, salah satu nama-Nya adalah adalah ar-Rahman. Artinya, Dzat nan kasih sayang-Nya meliputi seluruh hamba-Nya tanpa terkecuali, di bumi maupun akhirat. 

Allah SWT melimpahkan kasih sayang-Nya di bumi untuk seluruh makhluk-Nya, kafir maupun mukmin tanpa terkecuali.

Di antara corak kasih sayang tersebut, Dia memberikan kenikmatan terbesar nan menghidupkan hati dan tubuh mereka, ialah dengan mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab suci nan bakal mengantarkan mereka kepada hidayah kebenaran.

Bukan hanya itu, apalagi Allah SWT mencurahkan nikmat-nikmat lainnya, berupa turunnya hujan, tumbuhnya tetumbuhan dan pepohonan, kesehatan tubuh dan akal, serta nikmat-nikmat Allah SWT lainnya nan dirasakan baik oleh kaum mukminin maupun orang-orang kafir. 

Adapun limpahan kasih sayang Allah SWT di alambaka untuk seluruh makhluk-Nya, keadilan Allah SWT dalam menghisab dan memberikan jawaban bagi seluruh hamba-Nya tanpa terkecuali. 

"Tidak bakal ada nan dizalimi oleh-Nya sedikitpun, walaupun dia adalah orang kafir. Masing-masing mendapatkan jawaban sesuai dengan perbuatannya, tidak ditambah maupun dikurangi! Segala puji bagi Allah semata," kata Ustadz Abdullah. 

Allah SWT juga mempunyai nama Ar-Rahim. Maknanya, Dzat nan kasih sayang-Nya terkhusus bagi kaum mukminin di bumi maupun akhirat.

Di antara corak kasih sayang Allah SWT bagi kaum mukminin di dunia, Dia melimpahkan taufiq kepada mereka untuk menaati-Nya, beragama kepada para Rasul, menjalankan perintah kepercayaan serta menjauhi larangannya.

Sedangkan kasih sayang Allah SWT bagi kaum mukminin di akhirat, Dia mengaruniakan pada mereka kemudahan di hari kalkulasi dan jawaban kenikmatan nan luar biasa di surga-Nya nan abadi. 

Dari keterangan di atas bisa menyimpulkan bahwa baik sifat ar-Rahman maupun ar-Rahim keduanya sama-sama berasal dari kata kasih sayang (ar-Rahmah), hanya saja secara lebih spesifik terdapat perbedaan antara keduanya.

Para ustadz bersilang pendapat dalam menentukan perbedaan tersebut. Keterangan nan telah disampaikan di atas merupakan salah satu dari pendapat ustadz tersebut, ialah al-'Arzami 

Selanjutnya, salah satu nama-Nya adalah as-Sami (Yang Maha Mendengar). Di mana Dia bisa mendengar bunyi selirih apapun, apalagi nan keras. Mampu mendengar angan para hamba-Nya dengan bahasa mereka nan berbeda-beda dan permintaan mereka nan beragam. Itu semua bisa didengarkan-Nya sekaligus, tanpa merasa kebingungan apalagi jenuh dan keberatan. Segala puji bagi Allah semata.

Saat Muslim mengetahui bahwa salah satu nama Allah adalah al-Bashir (Yang Maha Melihat), niscaya manusia bakal menyadari sungguh agung-Nya Dia. Di mana Allah bisa memandang segala sesuatu sekecil apapun dan sejauh manapun.

Dia bisa memandang sumsum tulang semut hitam kecil, di atas batu hitam, di kegelapan malam. Padahal Allah di atas ‘Arsy nan berada puncak langit ketujuh. Segala puji bagi Allah SWT semata. 

"Begitulah jika kita mengenal Allah melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya, niscaya kita bakal terdorong untuk selalu memuji-Nya," kata Ustadz Abdullah. 

sumber : Dokumentasi Republika

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Kincaimedia, Klik di Sini

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam