Alquran Ungkap Suasana Yang Akan Dihadapi Umat Manusia Hari Pertama Di Alam Kubur

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Kematian adalah janji nan paling betul dan pengadil nan paling adil. Mati membikin orang sedih dan menangis, memisahkan seseorang dari kelompoknya, meninggal menghancurkan kelezatan dunia, dan memutus setiap angan-angan.  

Dalam kitab at-Tadzkirah karya Imam Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakar bin Farh al-Anshari al-Khazraji, al-Andalusi, al-Qurthubi alias dikenal dengan julukan Imam Qurthubi tepatnya pada Babu Dzikril Mauti Wa Fadhlihi Wal Isti'dadi Lahu (Bab tentang Mengingat Kematian dan Keutamaan Bersiap untuknya), mengatakan lantaran itu hendaknya seseorang memperbanyak mengingat meninggal dan menyiapkan apa saja untuk menghadapi kematian dan setelah kematian. 

Orang nan mengalami kematian bakal ditinggal segalanya, anak istrinya, keluarganya, sahabatnya. 

Maka dari itu bagi orang nan selalu menumpuk-numpuk harta, maka kekayaan tersebut tidak bakal dibawa ke alam kubur (kecuali menjadi infak jariyah). nan dibawa  setiap orang nan meninggal hanya kain kafan.     

Lalu seperti apakah gambaran malam pertama di alam Kubur? Syekh Aidh Al Qarni dalam kitab nan telah dialihbahasakan menjadi Malam Pertama di Alam Kubur menjelaskan, pada hari seorang manusia ditempatkan di dalam sebuah lubang kubur seorang diri tanpa teman, istri, dan anak-anak, dia hanya bakal ditemani oleh amalnya sendiri. Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Al Anam ayat 62: 

ثُمَّ رُدُّوا إِلَى اللَّهِ مَوْلَاهُمُ الْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ الْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ الْحَاسِبِينَ

Yang artinya, “Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka nan sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala norma (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah kreator kalkulasi nan paling cepat.”

Syekh Aidh menjelaskan bahwa malam pertama di alam kubur adalah malam di mana para ustadz menangis, para pemimpin mengadu, dan para penyair meratap. Sungguh, jika kematian sudah datang, maka sekali-kali manusia tidak bakal mungkin dikembalikan lagi ke dunia.

“Maka pada hari itu engkau bakal memandang semua kebaikan perbuatan. Hari itu juga engkau bakal menyesal; ialah ketika memang dirimu tak bisa lagi melakukan kemaksiatan,” kata Syekh Aidh.

Ketika sampai di alam kubur, manusia tidak bakal bisa membujuk bicara mereka nan tetap hidup. Ia tidak bakal keluar menemui mereka nan tetap hidup satu malam pun. Ia tidak bisa menciumi anak-anaknya, dan tidak sekalipun dia bangun untuk memandang istrinya nan maish hidup.

Itulah malam pertama di alam kubur. Namun demikian, ada malam-malam lain bagi seseorang nan baik perbuatannya. Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat At Tur ayat 21: 

 وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Yang artinya, “Dan orang-orang nan beriman, beserta anak cucu mereka nan mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala kebaikan (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa nan dikerjakannya.” 

sumber : Dokumentasi Republika

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Kincaimedia, Klik di Sini

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam