Berdasarkan laporan UNICEF, anak Belanda jadi yang paling senang di antara beberapa anak dari negara besar lainnya, lho. Lantas, apa saja parenting yang dilakukan para orang tua mereka? Simak tipsnya berikut ini agar menjadi inspirasi para Bunda sekalian.
Tahun 2025, organisasi UNICEF mengungkapkan bahwa anak-anak senang di Belanda paling tinggi jumlahnya di antara 43 negara yang tergabung dalam European Union. Bahkan, sejak laporan tahun 2007, Belanda sudah menjadi contoh negara dengan kesejahteraan anak yang sangat baik.
Hal positif ini tentunya menjadi perhatian bagi orang tua di seluruh dunia. Tak sedikit dari mereka yang mau anaknya tumbuh dengan senang seperti anak-anak di Belanda. Maka dari itu, mahir pola asuh kerap memberikan tips-tips parenting yang bisa diterapkan orang tua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar Bunda semakin memahaminya, yuk simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Mengapa anak Belanda jadi yang paling senang menurut UNICEF
Melansir dari laman CNN, salah satu kunci utama kebahagiaan anak-anak di Belanda adalah kebebasan yang diberikan oleh orang tuanya. Kebebasan ini meliputi kebebasan berekspresi, eksplorasi, dan kemandirian yang sudah diterapkan sejak dini.
Selain informasi dari UNICEF, survei yang diajukan kepada orang tua dari anak 9 sampai 11 tahun di Belanda menunjukkan hasil yang serupa. Sebanyak 84 persen orang tua setuju bahwa kebebasan yang diberikan bakal memberikan faedah untuk anak-anak.
Ini dibuktikan dengan anak-anak yang terbiasa bersepeda sendiri ke sekolah alias beraktivitas berbareng teman-teman. Kebebasan ini membantu mereka belajar membikin keputusan dan menyelesaikan masalah mereka secara mandiri, Bunda.
Para peneliti juga menemukan bahwa kurangnya kesempatan bagi anak untuk bermain dan bergerak secara bebas, dapat meningkatkan akibat gangguan mental. Usia anak-anak memang waktunya untuk bereksplorasi, jika dibatasi justru bakal membikin mereka resah dan depresi.
6 tips parenting orang tua Belanda yang mendidik anak paling bahagia
Beberapa tips parenting dibagikan oleh seorang penulis kitab parenting anak di Belanda sekaligus ekspatriat berjulukan Michele Hutchison. Melalui pengamatannya yang dituang dalam kitab tersebut, berikut keenam tips yang disampaikannya, dikutip dari laman CNBC Make It.
1. Anak mendapatkan waktu tidur yang cukup
Penelitian dari European Journal of Developmental Psychology di tahun 2013 menemukan bahwa anak-anak di Belanda condong lebih senang tertawa, tersenyum, dan ramah tamah kepada kawan sebayanya di bandingkan anak dari negara lain, salah satunya Amerika.
Berdasarkan penelitian tersebut, sikap anak-anak Belanda yang senang ini dikaitkan dengan waktu rehat dan agenda tidur mereka yang teratur. Selain itu, orang tua di Belanda condong menekankan agenda 8 jam tidur di malam hari dan tidak boleh dilewatkan.
2. Anak menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang tua
Budaya kerja yang diterapkan pemerintah Belanda menekankan agar orang tua bekerja paruh waktu, sehingga mereka mempunyai lebih banyak waktu berbareng keluarga. Menurut studi OECD di tahun 2018, Belanda mempunyai rata-rata 29 jam kerja dalam seminggu.
Sebagian besar Ayah di Belanda mempunyai empat hari kerja penuh waktu. Inilah yang membikin Ayah di Belanda mempunyai banyak waktu bermain berbareng anak-anak mereka di hari libur alias weekend.
3. Anak tidak terlalu ditekan untuk berprestasi di sekolah
Pendidikan memang sangat krusial untuk anak-anak, Bunda. Namun, di Belanda anak-anak tidak terus menerus ditekan untuk mendapatkan prestasi akademik di sekolah. Orang tua Belanda condong memfokuskan anak dalam perkembangan kepribadiannya.
Mereka percaya bahwa pendidikan merupakan sebuah jalan untuk menuju kesejahteraan dan perkembangan anak. Karenanya, terdapat beberapa pilihan sistem pendidikan di Belanda yang bakal membantu anak dalam mengembangkan potensinya.
4. Orang tua mendorong anak menyampaikan pendapat
Setiap personil family mempunyai kesempatan untuk berpendapat. Nah, pada family Belanda, anak-anak didorong untuk mengungkapkan pendapat dan berbincang dengan orang tua, Bunda.
Parenting ini membantu anak belajar berani bersuara, bernegosiasi, dan mengambil keputusan. Keterampilan ini sangat krusial untuk tumbuh kembang anak di masa dewasa nanti. Selain itu, anak menjadi lebih terbuka dan berterus terang tentang perasaannya.
5. Sarapan berbareng keluarga
Sarapan berbareng family menjadi rutinitas yang banyak dilakukan oleh family di Belanda, Bunda. Setiap pagi mereka bakal duduk, makan roti alias sereal, minum susu di dalam satu meja makan yang sama.
Setidaknya, sekitar 85 persen anak usia 11 sampai 15 tahun di Belanda bakal sarapan berbareng keluarganya di rumah setiap hari. Kebiasaan ini membantu memperkuat ikatan family dan meningkatkan perkembangan emosional dan perilaku anak.
6. Orang tua membiasakan anak bersepeda
Tahukah Bunda, bahwa orang Belanda kurang menyukai mobil. Mayoritas masyarakat Belanda lebih menyukai bersepeda untuk bepergian. Menurut mereka, bersepeda jauh lebih praktis dan efisien. Karenanya, banyak anak-anak yang sudah dibiasakan bersepeda sejak kecil.
Bersepeda di beragam situasi, kondisi, dan cuaca membikin anak-anak menjadi lebih aktif, berani, dan mandiri. Selain itu, melewati jalan yang penuh tantangan tak terduga selama bersepeda, juga bakal melatih mental mereka.
Demikian info mengenai argumen anak Belanda paling senang di antara beberapa negara besar lainnya. Semoga tips parentingnya juga berfaedah bagi Bunda, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·