Analis Prediksi Bitcoin Bakal Naik Hingga Us$ 220.000, Apa Alasannya?

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Kincaimedia – Menyambut awal pekan ketiga di bulan Mei 2024, Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tipis sebesar 0,77 persen dalam 24 jam terakhir. Dari info nan dihimpun oleh Coingecko.com, nilai Bitcoin sekarang tengah berada di nomor US$ 66.710. 

Namun meski Bitcoin tampaknya nyangkut di area tertentu, seorang analis mata uang digital berjulukan Gert van Lagen menyatakan bahwa Bitcoin selama jangka 1 minggu dapat memperkuat dengan baik, pada parabola nan dimulai sejak tahun 2022 dan sekarang tengah mengalami kenaikan nan kuat.

Gambar

“Jika Bitcoin melewati nomor US$ 74.000, maka pergerakan tersebut bakal memicu kenaikan nilai nan paling tajam (subgelombang 5 dari 5),” ungkap Lagen dalam postingannya di media sosial X, Minggu (19/5/2024).

Berdasarkan diagram prediksi nan dia bagikan, dirinya memandang bahwa kenaikan nan terjadi bakal menganarkan Bitcoin ke nilai nan fantastis, ialah US$ 220.000. 

1/2 $BTC [1W] – Holding up nicely with respect to the parabola started in 2022 and bouncing strongly.

Breaking $74k will initiate the final, most vertical phase of this parabola (subwave 5 of 5).

It is fully on schedule to reach approximately $220k soon. pic.twitter.com/HHx7YDpyJW

— Gert van Lagen (@GertvanLagen) May 18, 2024

Sementara itu, firma analitik berjulukan Rekt Capital di platform X menjelaskan mengenai kesempatan pembelian murah sebelum adanya kenaikan lebih lanjut. Jika dilihat dari diagram nan dibagikan oleh Rekt Capital, tampak bahwa pergerakan nilai Bitcoin 2023 hingga 2024, mengalami perubahan nilai nan signifikan. 

Gambar

Rekt Capital menampilkan beragam penurunan dan kenaikan harga. Misalnya, nilai Bitcoin turun sebesar -22.09 persen dalam 2 minggu (14 hari) dengan volume perdagangan sebesar US$ 51.500.

Selain itu, terdapat bagian nan menyoroti kenaikan nilai dari tanggal 15 April 2024, di mana nilai Bitcoin naik dalam 19 hari (7 minggu) dengan volume perdagangan sebesar US$ 132.070.000. Perubahan nilai ini disertai dengan volume perdagangan nan tinggi, menunjukkan aktivitas pasar nan intens.

Dalam perihal ini, Rekt Capital menyatakan bahwa penurunan pada minggu-minggu setelah Halving condong menjadi kesempatan pembelian murah terakhir, sebelum Bitcoin akhirnya stabil dalam Rentang Akumulasi Ulang sebagai persiapan untuk Fase Parabola dari siklus tersebut.

“Penurunan ini sebenarnya kesempatan bagi penanammodal untuk akuisisi. Karena sejenak kagi Bitcoin stabil jika dilihat dari Re-accumulation range untuk persiapan fase parabola,” pungkas Rekt Capital.

Catatan: Berita ini merupakan prediksi para ahli, minta simak disclaimer di bawah artikel

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di Kincaimedia bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincaimedia tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Iqbal Maulana

Penulis nan senang mengawasi pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari perihal baru dan berjumpa dengan orang baru.

Selengkapnya
Sumber Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis
Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis