Anemia saat Hamil Bisa Bikin Volume Otak Bayi yang Lebih Kecil, Ini Kata Studi

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 32x dilihat
Anemia saat Hamil Bisa Bikin Volume Otak Bayi yang Lebih Kecil, Ini Kata Studi

Bagikan Postingan

Jakarta -

Penanganan anemia saat hamil perlu menjadi perhatian serius bagi setiap calon ibu. Pasalnya pada riset terbaru mengungkapkan bahwa ibu yang mengalami anemia selama masa kehamilan berisiko melahirkan bayi dengan volume otak yang lebih kecil dibandingkan bayi yang lahir dari ibu sehat.

Kondisi ini patut diwaspadai karena perbedaan ukuran tersebut berakibat pada area-area vital otak yang mengatur fungsi kognitif, gerakan, hingga emosi anak di masa depan. 

Anemia saat hamil bikin volume otak bayi lebih kecil

Mengutip halaman Theguardian, Studi ini dilakukan oleh peneliti dari King's College London, Inggris, dan University of Cape Town, Afrika Selatan. Para peneliti mengikuti lebih dari 300 ibu dan bayi mereka di Cape Town, kemudian berbuat pemindaian otak bayi beberapa kali sejak usia 3 bulan hingga 2 tahun.


Hasil penelitan memberitahu rata-rata, volume otak total bayi yang lahir dari ibu dengan anemia sekitar 4 persen lebih rendah dibandingkan bayi yang lahir dari ibu tanpa anemia. Hal ini terjadi meskipun seluruh ibu yang mengalami anemia dalam riset tersebut cuma didiagnosis mengalami anemia ringan.

Perbedaan ditemukan pada tiga bagiankecil otak secara spesifik, yaitu putamen, nukleus kaudatus, dan korpus kalosum.

"Ketiga daerah otak tersebut berpartisipasi dalam fungsi neuropsikologis yang penting," kata Jessica Ringshaw, penulis pertama sekaligus peneliti di King’s Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience (IoPPN) dan University of Cape Town.

Jessica Ringshaw mengutarakan bahwa fungsi tersebut antara lain berhubungan dengan kecepatan pemrosesan informasi, pengaturan emosi dan fungsi eksekutif.

Perbedaan otak kelihatan hingga usia 2 tahun

Tak cuma itu, riset ini juga menemukan perbedaan antara kedua himpunan bayi semakin melebar selama dua tahun pertama kehidupan. Salah satu contohnya kelihatan pada korpus kalosum. Pada usia 12 bulan, bagiankecil otak ini sekitar 4 persen lebih kecil pada himpunan bayi yang lahir dari ibu dengan anemia.

Kemudian, ketika bayi mencapai usia 24 bulan, perbedaannya meningkat menjadi sekitar 6 persen. Penelitian sebelumnya di Afrika Selatan yang melibatkan anak usia balita hingga usia sekolah menemukan perbedaan volume otak yang serupa.

"Ini bukan anak-anak yang kemudian mengejar ketertinggalannya, sehingga perbedaan pada otak tersebut menghilang seiring waktu," kata Ringshaw. 

Menurut Ringshaw, perbedaan tersebut statis kelihatan ketika anak berumur 6 tahun dan mulai bersekolah. Pada tahap ini, perbedaan tersebut mungkin mulai kelihatan dalam bentuk kesulitan kognitif yang lebih nyata.

Temuan ini juga memberikan kemungkinan klarifikasi atas hasil riset sebelumnya yang memberitahu bahwa anak-anak yang lahir dari ibu dengan anemia memperoleh harga yang lebih rendah dalam tes perkembangan.

Ringshaw mengatakan, ibu yang mengalami anemia dan yang tidak mengalami anemia dalam riset tersebut pada dasarnya memiliki ciri khas yang sangat mirip, termasuk dalam hal pendapatan rumah tangga dan ketahanan pangan. 

Hal tersebut membuatnya percaya bahwa anemia yang dialami ibu selama kehamilan menjadi penyebab perbedaan yang diamati oleh tim peneliti.

Berikut ini pentingnya skrining dan penanganan anemia saat hamil sejak dini:

1. Skrining rutin

Menurut Ringshaw, hasil riset tersebut semakin menegaskan pentingnya menangani anemia pada perempuan usia reproduktif.

“Kita seharusnya berbuat skrining untuk mendeteksi anemia dan kekurangan zat besi, terutama selama kehamilan,” katanya. 

2. Suplemen tepat

Ringshaw juga merekomendasikan penggunaan suplemen zat besi oral maupun terlebihlagi zat besi melalui infus, jika memang diperlukan dan sesuai dengan kondisi pasien.

3. Penanganan infeksi

Ringshaw mengatakan, penyebab anemia cukup kompleks dan dapat mencakup pandemi infeksi. Dalam riset tersebut, ditemukan bilangan anemia yang lebih tinggi pada perempuan yang hidup dengan HIV. 

“Jadi, kecuali berbuat intervensi dengan zat besi, penanganan infeksi yang tepat secara berbarengan juga penting,” ujarnya.

WHO jadikan anemia sebagai salah satu prioritas kesehatan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan pengurangan bilangan insiden anemia sebagai salah satu prioritas. Namun, kemajuan dalam upaya tersebut mengalami stagnasi selama dua dasawarsa terakhir.

"Sekarang, lebih dari sebelumnya, anemia perlu ditempatkan sebagai salah satu fokus utama upaya kesehatan penduduk jika kita mau memastikan anak-anak tidak cuma bertetap hidup, tetapi juga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," kata Ringshaw.

Teknologi MRI portabel bantu peneliti mempelajari otak bayi

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Brain Communications ini juga menarik karena menggunakan teknologi pencitraan otak yang relatif baru.

Para peneliti membandingkan gambar otak yang diperoleh menggunakan MRI konvensional maupun high-field MRI dengan hasil pemindaian menggunakan MRI portabel low-field. Hasilnya memberitahu bahwa MRI portabel tersebut cukup sensitif untuk mendeteksi perbedaan yang sama pada otak bayi yang lahir dari ibu dengan anemia.

Selain itu, teknologi ini memiliki ukuran dan biaya yang lebih rendah serta lebih gampang dibawa dibandingkan mesin MRI konvensional yang umumnya tersedia di rumah sakit.

Steve Williams, guru besar neuroimaging di King’s, mengatakan, teknologi tersebut dapat membantu mengukur akibat kekurangan gizi terhadap evolusi otak dalam skala lebih luas, termasuk di lingkungan dengan kekurangan akomodasi kesehatan.

"Teknologi ini dapat memberikan penilaian mula yang sensitif terhadap intervensi yang telah direncanakan," tutur Steve Williams. 

Begitu klarifikasi tentang kenyataan anemia saat hamil bisa membikin volume otak bayi lebih kecil Bunda. Semoga informasinya bermanfaat. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
Close Right Ads
Close Left Ads