Apakah Berkurban Sekali Seumur Hidup Atau Setiap Tahun?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Kincaimedia – Terdapat banyak ibadah nan dianjurkan untuk dilakukan kaum Muslim di bulan Dzul Hijjah, di antaranya adalah haji dan umrah bagi nan mampu, dan berkurban bagi nan bisa pula. Untuk ibadah kurban, apakah berkurban sunnah sekali seumur hidup?

Ibadah haji diperintahkan hanya sekali dalam seumur hidup. Jika seseorang pernah menunaikan ibadah haji di Baitullah, maka dia tidak dituntut untuk melakukan haji kembali meskipun bisa untuk melakukannya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sabda riwayat Imam Nasai dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas, dia berkata;

خَطَبَنَا رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ: إِنَّ اَللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ اَلْحَجَّ فَقَامَ اَلْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ فَقَالَ: أَفِي كَلِّ عَامٍ يَا رَسُولَ اَللَّهِ قَالَ: لَوْ قُلْتُهَا لَوَجَبَتْ, اَلْحَجُّ مَرَّةٌ, فَمَا زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ

“Rasulullah Saw. pernah berkhutbah di hadapan kami dan berkata; ‘Sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji pada kalian.’ Lantas Alaqra’ bin Habis berdiri dan bertanya; ‘Apakah haji tersebut wajib setiap tahun, wahai Rasulullah Saw.? Rasulullah Saw. menjawab; ‘Seandainya saya mengatakan demikian, maka perihal tersebut menjadi wajib (haji setiap tahun). Namun haji hanya wajib sekali. Siapa nan lebih dari sekali, maka itu hanyalah haji nan sunnah.”

Lantas gimana dengan ibadah kurban, apakah berkurban sekali seumur hidup alias setiap tahun?

Untuk ibadah kurban, maka dianjurkan bagi setiap Muslim nan bisa dan mempunyai kelapangan kekayaan untuk berkurban setiap tahun. Bahkan menurut Imam Abu Hanifah, wajib berkurban setiap tahun bagi setiap Muslim nan mempunyai kelapangan kekayaan untuk berkurban.

Hal ini berasas sabda riwayat Imam Abu Daud, Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Mikhnaf bin Sulaim Alghamidi;

كُنَّا وُقُوفًا مَعَ النَّبِىِّ  صلى الله عليه وسلم بِعَرَفَاتٍ، فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ! عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِى كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَّةٌ وَعَتِيرَةٌ. هَلْ تَدْرِى مَا الْعَتِيرَةُ؟ هِىَ الَّتِى تُسَمَّى الرَّجَبِيَّةُ.

“Kami melakukan wukuf di ‘Arafah berbareng Nabi Saw. Kemudian saya mendengar beliau berkata;‘Wahai manusia! Setiap satu family di setiap tahun kudu menyembelih hewan kurban dan juga ‘athirah. Apakah Anda tahu apa itu ‘athirah? Ia adalah nan dinamakan arrajabiyah (hewan nan disembelih di awal bulan Rajab).”

Hadis ini menganjurkan untuk melakukan penyembelihan hewan kurban dan athirah dalam setiap tahun. Namun rekomendasi menyembelih hewan athirah pada akhirnya dihapus dalam Islam sehingga nan tersisa hanya rekomendasi menyembelih hewan kurban setiap tahun, sebagaimana dikatakan oleh Imam Abu Daud.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah