Apakah Boleh Menggabungkan Niat Qurban Dan Aqiqah?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Domba di peternakan Kampung Domba nan sekarang banyak diminati untuk keperluan aqiqah.

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Pada hari Idul Adha, umat Muslim melaksanakan ritual pemotongan hewan qurban. Namun, gimana jika seseorang berkurban tapi dia juga mempunyai niat menjadikannya sebagai aqiqah untuk anaknya.

Dalam perihal inilah, bolehkah menggabungkan niat qurban dan aqiqah sekaligus? Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ahmad Zubaidi MA menyampaikan penjelasan soal itu.

Ada tiga ibadah nan bentuknya penyembelihan hewan, ialah aqiqah, athirah (rojabiyah), dan qurban. Aqiqah adalah penyembelihan hewan kambing pada hari ketujuh kelahiran seorang anak.

Sedangkan athirah adalah penyembelihan kambing pada bulan Rajab, nan dilakukan oleh orang jahiliyah Arab, lampau dipertahankan dalam aliran Islam. Karena dilaksanakan pada bulan Rajab, athirah disebut juga rojabiyah.

Sedangkan qurban alias juga disebut udhiyah adalah penyembelihan hewan ternak berupa unta alias sapi dan sejenisnya, alias kambing, pada hari nahar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Inilah kenapa disebut qurban.

Ulama Hanafiyah beranggapan bahwa ibadah penyembelihan hewan, ialah aqiqah, athirah dan rojabiyah telah dihapus dengan disyariatkannya qurban alias udhiyah. Namun norma aqiqah tetap dibolehkan, meski tidak disunnahkan.

Hukum berqurban, menurut pendapat Hanafiyah, adalah wajib dilaksanakan bagi nan bisa setiap tahun. Sedangkan jumhur ulama, selain Hanafiyah, berqurban termasuk juga aqiqah adalah sunnah dan athirah tidak disunnahkan.

Selanjutnya...

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam