Apakah Menggunakan Oksigen Membatalkan Puasa?

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Kincaimedia – Apakah menggunakan oksigen Membatalkan puasa? Inilah di antara pertanyaan nan sering diajukan masyarakat Indonesia. Lantas gimana jawaban dari persoalan ini?

 Oksigenasi adalah metode pengobatan dengan oksigen untuk mengatasi kondisi tertentu. Terapi oksigenasi umumnya diberikan jika kandungan oksigen dalam tubuh berada di bawah pemisah normal. Kadar oksigen normal dalam darah agar tubuh dapat berfaedah optimal adalah 95–100%. Kadar ini dapat dihitung menggunakan perangkat pulse oximeter.

Prosedur oksigenasi ini dilakukan dengan selang nan ditaruh di depan hidung, sungkup nan menutupi hidung dan mulut, alias ruangan dengan tekanan oksigen nan tinggi. Lantas, gimana norma oksigenasi saat puasa?

Dalam literatur kitab fikih, dijumpai beberapa keterangan nan menjelaskan bahwasanya pada dasarnya, nan disepakati ustadz tentang sesuatu nan dapat membatalkan puasa ada tiga, ialah makan, minum, dan melakukan hubungan seksual dengan sengaja. 

Kemudian berasas ijtihad ulama, segala barang nan masuk melalui lubang alias rongga tubuh, seperti hidung, telinga, dan dubur dapat membatalkan puasa andaikan sampai masuk kepada rongga dalam (jauf). Sedangkan andaikan tidak sampai masuk ke bagian dalam maka puasanya tidak batal. Hal ini sebagaimana dalam keterangan kitab Badaius Shanai’, juz 2, laman 93 berikut,

وَمَا وَصَلَ إلَى الْجَوْفِ أَوْ إلَى الدِّمَاغِ عَنْ الْمَخَارِقِ الْأَصْلِيَّةِ كَالْأَنْفِ وَالْأُذُنِ وَالدُّبُرِ بِأَنْ اسْتَعَطَ أَوْ احْتتَقَنَ أَوْ أَقْطَرَ فِي أُذُنِهِ فَوَصَلَ إلَى الْجَوْفِ أَوْ إلَى الدِّمَاغِ فَسَدَ صَوْمُهُ وَكَذَا إذَا وَصَلَ إلَى الدِّمَاغِ لِأَنَّهُ لَهُ مَنْفَذٌ إلَى الْجَوْفِ فَكَانَ بِمَنْزِلَةِ زَاوِيَةٍ مِنْ زَوَايَا الْجَوْفِ .وَلَوْ وَصَلَ إلَى الرَّأْسِ ثُمَّ خَرَجَ لَا يُفْسِدُ بِأَنْ اسْتَعَطَ بِاللَّيْلِ ثُمَّ  خَرَجَ بِالنَّهَارِ لِأَنَّهُ لَمَّا خَرَجَ عَلِمَ أَنَّهُ لم ييَصِلْ إلَى الْجَوْفِ أو لم يَسْتَقِرَّ فيه وَأَمَّا ما وَصَلَ إلَى الْجَوْفِ أو إلَى الدِّمَاغِ عن غَيْرِ الْمَخَارِقِ الْأَصْلِيَّةِ بِأَنْ دَاوَى الْجَائِفَةَ وَالْآمَةَ فَإِنْ دَاوَاهَا بِدَوَاءٍ يَابِسٍ لَا يُفْسِدُ لِأَنَّهُ لم يَصِلْ إلَى الْجَوْفِ وَلَا إلَى الدِّمَاغِ

Artinya : “Apapun nan bisa sampai ke rongga dalam (jauf) alias ke otak nan kelak juga berujung ke rongga dalam (jauf) melalui lubang alias rongga tubuh, seperti hidung, telinga, dubur, dll, maka puasanya batal.

Namun, seandainya hanya sampai pada kepala kemudian keluar lagi, dalam makna tidak sampai ke jauf alias sampai tapi tidak menetap di dalam jauf maka tidak batal. 

Sedangkan jika melalui selain rongga tubuh, semisal obat maka jika obatnya kering maka puasanya tidak batal. Apabila obatnya basah maka batal.”

Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa pemeriksaan oksigenasi ini tidak dapat membatalkan puasa, lantaran oksigen hanyalah berupa udara, sehingga hukumnya sama seperti bernapas, ialah tidak membatalkan puasa, selain jika oksigen tersebut dicampur dengan obat, maka dapat membatalkan puasa.

Demikian penjelasan mengenai apakah menggunakan oksigen Membatalkan puasa?. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam. [Baca juga: Hukum Endoskopi Saat Puasa]

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah