Apakah Pasar Bull Sudah Mulai? Coba Kita Simak

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia – Pada tanggal 1 Maret, PlanB (nama samaran) nan meruapakan seorang analis Bitcoin nan terkenal dengan model stock-to-flow (S2F), menyatakan bahwa pasar bullish Bitcoin telah dimulai.

Lewat akun media sosialnya, dia menjelaskan bahwa fase akumulasi Bitcoin telah berakhir, nan berfaedah kesempatan beli Bitcoin dengan mudah juga sudah tidak ada lagi.

Dalam prediksinya, PlanB memandang bahwa pasar bullish ini bakal penuh dengan lonjakan nilai nan ekstrem dan juga penurunan tajam sekitar -30 persen. 

🔴RED DOT !!

Accumulation phase has ended: no more easy buying opportunities in orderly and slowly increasing markets.

Bull market has started. If history is any guide, we will see ~10 months of face melting fomo: extreme price pumps combined with multiple -30% drops. Enjoy!🚀 pic.twitter.com/8MyZJUSUlb

— PlanB (@100trillionUSD) March 1, 2024

“Biasanya, periode seperti ini juga disertai dengan FOMO (ketakutan bakal ketinggalan), nan artinya penanammodal bakal berlomba-lomba untuk membeli Bitcoin lantaran takut kehilangan peluang,” ungkap PlanB.

Pernyataan PlanB ini datang setelah Bitcoin sukses melewati nomor US$ 60.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun. 

“Meskipun ada sedikit penurunan sebesar 0,75 persen dalam 24 jam berikutnya, Bitcoin tetap diperdagangkan sekitar US$ 62.472 pada pukul 3:00 sore Waktu Eropa Tengah,” ujarnya.

Namun, krusial untuk dicatat bahwa meskipun model S2F terkenal selama lonjakan nilai Bitcoin tahun 2021 juga mendapat kritik. Beberapa pengamat mengatakan bahwa model ini tidak selalu jeli dalam memprediksi nilai Bitcoin dengan tepat.

Kendati demikian, analis lain juga setuju dengan prediksi PlanB. Mereka mengatakan bahwa sejarah menunjukkan Bitcoin condong berkonsolidasi setelah halving sebelum akhirnya mengalami lonjakan harga.

Selain aspek halving, persetujuan ETF Bitcoin berbasis spot juga telah meningkatkan minat penanammodal terhadap Bitcoin. Meskipun terjadi koreksi nilai setelah Grayscale mengonversi biaya Bitcoin Trust ETF-nya, nilai Bitcoin tetap naik lebih dari 22 persen dalam seminggu terakhir. ETF Bitcoin spot baru juga mencatat volume harian nan tinggi.

Semua ini mengindikasikan bahwa minat terhadap Bitcoin semakin meningkat, dan beberapa analis memperkirakan bahwa nilai Bitcoin bisa mencapai rekor tertinggi baru sebelum akhir tahun 2024. Salah satu laporan penelitian apalagi memprediksi nilai Bitcoin bisa mencapai antara US$ 100.000 hingga US$ 120.000 pada kuartal keempat tahun tersebut.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.

Selengkapnya
Sumber Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis
Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis