Apakah Qodho Dulu Atau Shalat Wajib?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Kincaimedia – Di antara nan ditanyakan masyarakat adalah ketika mempunyai qodhoan shalat, apakah qodho dulu alias shalat wajib dulu?

Islam mewajibkan setiap muslim yang telah baligh untuk melaksanakan sholat lima waktu dalam sehari semalam. Sholat ini kudu dikerjakan sesuai dengan waktu nan telah ditentukan oleh hukum Islam. Melaksanakan sholat tepat waktu inilah nan disebut dengan sholat ada’.

Namun, terkadang seseorang mungkin melewatkan sholat wajib dari waktunya lantaran beragam udzur, seperti lupa, kesibukan, ketiduran, alias kondisi tertentu lainnya. Dalam situasi ini, islam mewajibkan untuk mengganti sholat nan terlewatkan tersebut di luar waktunya. Sholat nan dikerjakan di luar waktunya inilah nan disebut dengan sholat qadha’.

Lantas gimana jika seseorang misalnya mempunyai tanggungan sholat dhuhur nan ditinggalkan, dan baru terkenang ketika masuk waktu sholat ashar? Maka orang tersebut mempunyai tanggungjawab untuk mengganti sholat qadha’ nan telah ditinggalkan (sholat dhuhur) dan tanggungjawab melaksanakan sholat ada’ nan waktunya telah berjalan (sholat ashar). Sehingga muncul pertanyaan, sholat manakah nan didahulukan?

Pada dasarnya, wajib hukumnya untuk bersegera mengganti sholat nan ditinggalkan tanpa karena udzur. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang meninggalkan sholat karena udzur nan bukan asal-asalan seperti lantaran lupa, ketiduran nan tidak disengaja, dan sebagainya, maka sunnah hukumnya untuk segera mengganti. 

Dengan begitu, andaikan kita mempunyai dua tanggungan sholat qadha’ (satu sholat qadha’ karena udzur dan satu sholat qadha’ tanpa karena udzur), maka wajib hukumnya untuk mendahulukan mengganti sholat qadha’ nan tanpa karena udzur dari sholat qadha’ nan dengan karena udzur. Sebagaimana nan terdapat dalam Kitab Fathul Mu’in:

ويجب تقديم ما فات بغير عذر على ما فات بعذر وإن فقد الترتيب لأنه سنة والبدار واجب

Artinya: “wajib mendahulukan sholat nan ditinggalkan tanpa udzur atas sholat nan ditinggalkan dengan karena udzur, meskipun menyebabkan kehilangan tartib, lantaran norma tartib dalam sholat qadha’ hukumnya sunnah, sedangkan bersegera hukumnya wajib” (Zainudin Ahmad bin Abdul Aziz Al Malibari, Fathul Mu’in bi Syarhi Qurratil Ain, perihal 37)

Namun, andaikan seseorang mempunyai tanggungan sholat (qadha’) nan ditinggalkan karena udzur, kemudian bertepatan dengan masuknya waktu sholat nan lainnya, maka dihukumi sunnah untuk mendahulukan sholat qadha’ tersebut sebelum melaksanakan sholat ada’.

Sebaliknya, jika tanggungan sholat tersebut merupakan sholat nan ditinggalkan tanpa udzur, maka hukumnya menjadi wajib untuk mendahulukan sholat qadha’ nan telah ditinggalkan. Hal ini andaikan sholat ada’ alias sholat nan waktunya sedang berjalan tersebut diyakini tetap mempunyai lama nan lama. 

Seperti contoh jika seseorang mempunyai tanggungan qadha’ sholat dhuhur lantaran ketiduran nan tidak disengaja (maka termasuk udzur syar’i), kemudian ketika dia bangun sudah masuk waktu sholat ashar, dan lama berakhirnya waktu sholat ashar tetap lama, maka seseorang tersebut disunnahkan untuk mendahulukan sholat qadha’ dhuhur nan ditinggalkannya sebelum melaksanakan sholat ada’ ashar. Sebagaimana keterangan dalam kitab Fathul Mu’in:

)وتقديمه على حاضرة لا يخاف فوتها( إن فات بعذر وإن خشي فوت جماعتها على المعتمد.

Artinya: “(Disunnahkan untuk mendahulukan sholat qadha’ atas sholat fardhu nan sedang berjalan nan tidak ditakutkan lenyap waktunya) meskipun orang tersebut takut kehilangan sholat berjama’ah dari sholat fardhu nan sedang berjalan menurut pendapat Mu’tamad” (Zainudin Ahmad bin Abdul Aziz Al Malibari, Fathul Mu’in bi Syarhi Qurratil Ain, perihal 37)

Namun jika meninggalkan sholat tersebut tanpa adanya karena udzur, maka hukumnya menjadi wajib untuk mendahulukan qadha’ dari sholat fardhu nan sedang berlangsung. Sebagaimana nan terdapat dalam lafadz setelahnya (Zainudin Ahmad bin Abdul Aziz Al Malibari, Fathul Mu’in bi Syarhi Qurratil Ain, perihal 37).

Sedangkan andaikan lama waktu sholat ada’ tersebut sedikit, sehingga waktunya diyakini bakal segera berakhir, maka wajib untuk mendahulukan sholat ada’ dari sholat qadha’. Sebagaimana menurut suatu pendapat nan terdapat dalam keterangan kitab Ianah Ath Thalibin:

والحاصل: إذا علم لو قدم الفائتة يخرج بعض الحاضرة عن الوقت لزمه تقديم الحاضرة عند ابن حجر، لحرمة إخراج بعضها عن الوقت

Artinya: “Kesimpulannya: Jika dia mengetahui bahwa ketika dia mendahulukan sholat qadha’, mengakibatkan sebagian sholat fardhu nan sedang berjalan bakal terlewatkan dari waktunya, maka menurut Imam Ibn Hajar, dia wajib mendahulukan sholat fardhu tersebut lantaran terlarangnya mengeluarkan sebagian sholat dari waktunya.” (Abu Bakar Utsman bin Muhammad Syatho Al Dimyathi, Ianah Ath-Thalibin, jilid 1, perihal 32)

Demikian penjelasan apakah qodho dulu alias shalat wajib? Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bisshowab. [Baca juga: Shalat Qadha, Termasuk Jahriyyah alias Sirriyah?]

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah