Kincai Media,RIYADH -- Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, berbuat pembicaraan melalui telepon pada Senin (28/9/2026) dengan Menteri Delegasi untuk Kepala Pemerintahan yang membidangi Administrasi Pertahanan Nasional Maroko, Abdellatif Loudyi.
Dalam pembicaraan tersebut, kedua menteri membahas cara-cara untuk menguatkan kerja sama pertahanan Saudi-Maroko guna memenuhi aspirasi ketua kedua negara. Mereka juga mengkaji upaya berbareng untuk mendukung keamanan dan stabilitas di area di tengah evolusi situasi saat ini, dikutip dari halaman Saudi Gazette, Selasa (29/9/2026)
Sebelumnya diberitakan Saudi Gazette, Raja Maroko Mohammed VI menyampaikan pesan solidaritas yang kuat terhadap Arab Saudi, dengan mengungkapkan bahwa setiap serangan terhadap Arab Saudi adalah serangan terhadap Maroko, sambil mengecam serangan berulang himpunan Houthi terhadap Kerajaan Arab Saudi serta upaya penargetan Makkah.
Dalam dua pesan yang ditujukan kepada Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman serta Putra Mahkota dan Perdana Menteri Mohammed bin Salman, Raja Maroko menegaskan balik sokongan teguh negaranya terhadap keamanan, kedaulatan, dan stabilitas Arab Saudi.
Raja Mohammed VI mengecam serangan yang menyasar akomodasi sipil dan ekonomi, infrastruktur vital, kota-kota, serta area berpenduduk di seluruh daerah Arab Saudi, seraya mengungkapkan bahwa upaya penargetan Makkah dan Madinah semakin menguatkan kecaman Maroko.
"Di saat-saat rapuh yang sedang dilalui negara Anda ini, tanggung jawab sejarah, nilai-nilai agama, dan penilaian strategis menuntut kita semua untuk bergabung dalam membela hak, kedaulatan, keamanan, dan tempat-tempat suci umat Islam," ujarnya.
Sang Raja mengatakan bahwa serangan-serangan tersebut tidak cuma merupakan aksi menyerang terhadap Arab Saudi, rakyatnya, dan para peziarah, tetapi juga melukai emosi lebih dari 1,8 miliar umat Islam di seluruh dunia.
Ia mengecam "tindakan kriminal" tersebut, serta meminta pertanggungjawaban himpunan Houthi dan pihak-pihak yang menurutnya telah mendukung, mendanai, dan mempersenjatai mereka.
Raja Mohammed VI menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas Arab Saudi serta negara-negara personel Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) lainnya tidak dapat dipisahkan dari keamanan Maroko sendiri.
"Setiap serangan terhadap Arab Saudi adalah serangan terhadap Maroko," katanya, seraya menambahkan bahwa sikap berdiri berbareng Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya merupakan bentuk pertahanan terhadap kepentingan strategis bersama.
Raja Maroko menegaskan balik sokongan terusmenerus negaranya bagi Arab Saudi dalam menghadapi intimidasi dari himpunan bersenjata dan kekuatan regional yang mendukung mereka, serta memperingatkan bahwa aksi semacam itu menakut-nakuti keamanan area yang lebih luas dan jalur pelayaran vital yang krusial bagi ekonomi mendunia serta navigasi internasional. Ia juga mengungkapkan bahwa serangan yang terus berlanjut tersebut merupakan pelanggaran terhadap aturan internasional dan resolusi PBB yang relevan, dengan mengacu pada Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2216 Tahun 2015 dan Resolusi Nomor 2722 Tahun 2024.
Raja Mohammed VI mengungkapkan bahwa serangan terhadap area sipil, akomodasi ekonomi, dan tempat-tempat suci melanggar aturan humaniter internasional serta kesepakatan dan kaidah internasional, seraya menyerukan adanya pertanggungjawaban.