Ashabul Kahfi: Tertidur Ratusan Tahun Dalam Gua (bagian Iv-habis)

Oct 28, 2025 11:49 AM - 5 bulan yang lalu 173513

Kawasan yang disebut sebagai gua Ashabul Kahfi di Yordania.

Kincai Media , JAKARTA -- Maximilian beserta kelima pengawalnya, ialah Jamblichus, Martin, John, Dionysius, dan Constantine, telah membulatkan tekad. Mereka tegas menolak menyembah dewa-dewi Romawi. Hati keenam pemuda itu telah teguh memeluk kepercayaan tauhid, sesuai aliran Nabi Isa.

Di ujung terowongan panjang itu, keenam pemuda ini sampai di sebuah pintu dekat gerbang kota Ephesus. Sebelum tiba pada momen ini, mereka telah menerima siksa dan ancaman penguasa yang lalim lagi musyrik, gubernur Daqyanus.

Tidak ada kode iklan yang tersedia.

Kini, apa yang bakal mereka lakukan di tepi kota? Saat itu, malam gelap-gulita. Mereka pun sesungguhnya tidak tahu kudu melakukan apa. Tanpa disangka, mereka kemudian berhadapan dengan seorang pengembala kambing yang juga beragama tauhid.

Antonius—demikian namanya—sedang didampingi seekor anjing peliharaannya yang selalu mengikuti ke mana pun tuannya pergi. Banyak riwayat menamakan anjing itu Qitmir.

Dalam keadaan yang tak menentu, ketujuh pemuda itu saling berganti pikiran. Tiba-tiba datanglah ilham dari Allah SWT. Alquran surah al-Kahf ayat ke-16 mengabadikan momen tersebut: “Dan andaikan Anda meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu bakal melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berfaedah bagimu dalam urusan kamu.”

Berangkatlah mereka ke arah Gunung Naikhayus untuk menemukan gua tempat berlindung. Sesampainya di sana, tujuh pemuda itu mengangkat tangan untuk berdoa. Allah SWT mengajarkan kepada Nabi SAW dan umat Islam tentang angan tersebut.

Selengkapnya