Kincai Media – XRP menghadapi tekanan jual yang meningkat setelah kandas mempertahankan tren naik jangka panjangnya. Menurut kajian terbaru dari TradingShot, parameter teknikal menunjukkan bahwa nilai XRP bisa turun tajam hingga US$ 1,7, jika pola penurunan saat ini terus berlanjut.
Dalam laporan yang dipublikasikan di TradingView pada 17 Oktober lalu, TradingShot menjelaskan bahwa XRP telah bergerak dalam pola channel naik sejak November 2024, namun tindakan jual minggu lampau menandai fase bearish kedua di dalam pola tersebut.

Harga sekarang telah turun ke bawah garis tengah channel, yang biasanya menjadi sinyal awal dari pergerakan ke bagian bawah struktur. Ini memperkuat potensi momentum penurunan yang semakin besar dalam waktu dekat.
Tekanan bearish makin nyata setelah terjadi crossover negatif antara moving average (MA) 50 hari dan 100 hari di chart harian. Sinyal serupa pada awal tahun ini terbukti jeli membawa XRP turun tajam hingga menembus level retracement Fibonacci 0.786.
Jika pola penurunan ini kembali terulang, XRP bisa kehilangan lebih dari 50 hari dan 100 hari di chart harian. Sinyal serupa pada awal tahun ini jeli membawa XRP turun tajam hingga menembus level retracement Fibonacci 0.786.

Baca Juga: Kenapa Level Ini Jadi Penentu Arah Solana Selanjutnya?
Sentimen Lemah dan Tekanan Makro Tekan XRP
Sinyal negatif ini diperkuat oleh sentimen pasar yang lesu, minimnya katalis bullish, serta memanasnya ketegangan jual beli AS dan Tiongkok yang memukul selera akibat investor. Kondisi makro dunia memperbesar kesempatan bahwa XRP bakal tetap berada dalam tren turun selain ada pemicu besar yang mengubah arah pasar.
Pada waktu penulisan, XRP berada pada posisi nilai di US$ 2,32. Angka ini merupakan pelemahan sekitar 1,5 persen dalam 24 jam terakhir dan turun 3 persen jika dilihat secara mingguan.
Harga sekarang berada di bawah dua SMA utama, yakni:
- SMA 50-hari: US$ 2,85.
- SMA 200-hari: US$ 2,62.
Kondisi ini menunjukkan struktur tren turun yang jelas. Jika XRP kandas merebut kembali kedua level ini, maka resiko penurunan lebih lanjut bakal tetap terbuka.
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari sekarang berada di 30.25, mencerminkan tekanan jual yang kuat. Meski begitu, posisi RSI yang dekat dengan area oversold memberikan sinyal adanya potensi pantulan jangka pendek jika minat beli kembali muncul.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·