Kota Madinah tempo dulu.
Kincai Media ,JAKARTA -- Setelah orang-orang Yahudi mengetahui bahwa Allah mengulurkan pertolongan kepada orang-orang Mukmin di medan Perang Badr, persatuannya semakin mantap dan disegani siapapun. Maka kebencian orang Yahudi semakin menjadi-jadi, mereka semakin berani memperlihatkan permusuhan dan kemauan untuk melanggar perjanjian yang sudah disepakati di Madinah.
Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam kitab Sirah Nabawiyah mengisahkan, tokoh dan pemimpin Yahudi yang paling menonjol serta paling jahat adalah Ka'b bin Al-Asyraf. Sedangkan dari tiga golongan mereka yang paling jahat adalah Yahudi Bani Qainuqa. Mereka menetap di dalam Madinah, sebagai perajin perhiasan, pandai besi, membikin beragam perkakas, dan bejana. Karena pekerjaan tersebut, mereka mempunyai sekian banyak orang yang pandai membikin perangkat-perangkat perang.
Mereka juga mempunyai 700 prajurit perang. Karena merasa paling pemberani di antara orang-orang Yahudi, maka mereka menjadi pelopor pertama yang melanggar perjanjian dari kalangan Yahudi.
Setelah Allah memberikan kemenangan kepada orang-orang Muslim di Perang Badr, justru kezaliman Yahudi Bani Qainuqa semakin menjadi-jadi, mereka semakin berani dan lancang, mengolok-ngolok, mengejek dan mengganggu orang-orang Muslim yang datang ke pasar mereka. Bahkan mereka juga mengganggu wanita-wanita Muslimah.
Karena tindakan dan kesewenang-wenangan orang-orang Yahudi, maka Rasulullah SAW mengumpulkan mereka, memberi nasihat dan membujuk mereka kepada petunjuk, memperingatkan agar mereka tidak mencari permusuhan dan tidak melakukan semau sendiri. Tetapi peringatan dan nasihat ini dianggap angin lampau oleh orang Yahudi.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·