Bacaan Istighfar Yang Diajarkan Rasulullah Saw Jadi Tiket Menuju Surga

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Ilustrasi Berdoa memohon ampunan. Rasulullah SAW mengajarkan langkah beristighfar

KINCAIMEDIA,  JAKARTA – Setiap insan, tanpa terkecuali, terkadang terjerumus dalam perbuatan maksiat dan dosa.

Namun, sebagai hamba Allah, pintu pembebasan senantiasa terbuka lebar baginya. Allah SWT dengan belas kasih-Nya membukakan pintu taubat bagi setiap hamba nan bertaubat dengan tulus.

Salah satu corak tobat nan paling dianjurkan dalam kepercayaan Islam adalah dengan mengucapkan istighfar. Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan kepada umatnya bahwa istighfar adalah angan nan paling utama dalam memohon pembebasan kepada Allah SWT.

Istighfar menjadi ibadah nan paling dicintai Allah SWT, paling berpahala, dan paling besar angan untuk diterima-Nya. Dengan mengucapkan istighfar, seorang Muslim berupaya menyadari kesalahannya dan mengharapkan pembebasan serta rahmat dari Allah nan Mahapengampun.

Bacaan istighfar nan diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW menjadi pedoman bagi umat Islam dalam memohon ampunan.

Dengan merenungi makna dan kebesaran Allah SWT, serta kesadaran bakal dosa-dosa nan dilakukan, seorang Muslim berupaya memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya melalui istighfar.

Ini adalah langkah awal nan krusial dalam perjalanan menuju kesucian dan kedekatan dengan Sang Pencipta.

Adapun referensi istighfar tersebut tercantum dalam Shahih Bukhari, melalui hadits nan diriwayatkan dari Syaddad bin Aus. Dalam hadits ini, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Jika referensi istighfar ini diucapkan pada waktu siang hari dengan penuh keyakinan, lampau nan berkepentingan meninggal bumi di hari itu sebelum waktu sore, maka masuk golongan mahir surga. Sedangkan andaikan membacanya di waktu malam hari dengan penuh keyakinan, lampau meninggal bumi sebelum masuk waktu pagi, maka dia juga termasuk golongan mahir surga." Bunyi hadits lengkapnya sebagai berikut:

حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ قَالَ حَدَّثَنِي بُشَيْرُ بْنُ كَعْبٍ الْعَدَوِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي شَدَّادُ بْنُ أَوْسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ أَنْ تَقُولَ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ قَالَ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam