Bacaan Kalimat Hamdalah Yang Paling Sempurna

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia –Setiap kita hendak memulai sebuah pekerjaan, kita dianjurkan untuk membaca referensi hamdalah terlebih dahulu. Begitu pula dianjurkan membaca hamdalah ketika kita baru selesai mengerkakannya. Hal ini lantaran sebuah pekerjaan nan diawali dan diakhiri dengan hamdalah bakal mendatangkan keberkahan.

Ini sebagaimana disebutkan dalam sabda riwayat Imam Abu Daud dari Abu Hurairah, dia berbicara bahwa Nabi Saw bersabda;

كُلُّ أَمْرٍ ذِى بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ بِالْحَمْدِ لله أَقْطَعُ

Setiap perkara krusial nan tidak dimulai di dalamnya dengan ‘alhamdulillah’, maka berkahnya terputus.

Menurut para ulama, sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Azkar, redaksi kalimat hamdalah adalah berikut;

اَلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئ ُمَزِيْدَهُ

Alhamdulillahi robbil ‘alamin hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi-u mazidahu.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian nan sebanding dengan nikmat-nikmatNya dan menjamin tambahannya.

Ini berasas riwayat nan disebutkan Imam Nawawi dalam kitab Al-Azkar, dari Muhammad bin Nadhar, dia berkata;

قال ادم عليه السلام يارب شغلتنى بكسب يدى فعلمنى شيئا فيه محامع الحمد والتسبيح فأوحى الله اليه يأدم اذا أصبحت فقل ثلاثا واذا أمسيت فقل ثلاثا الحمد لله رب العالمين حمدا يوافى نعمه ويكافئ مزيده فذلك مجامع الحمد والتسبيح

Nabi Adam berkata; ‘Wahai Tuhanku, Engkau sibukkan saya dengan berupaya melalui tanganku, maka ajarilah saya sesuatu nan di dalamnya terhimpun pujian dan tasbih.’ Kemudian Allah memberikan wahyu padanya; ‘Wahai Adam, jika engkau berada di waktu  pagi bacalah tiga kali, dan jika berada di waktu sore bacalah tiga kali ‘Alhamdulillahi robbil ‘alamin hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi-u mazidahu’, itu adalah golongan pujian dan tasbih.’

Kalimat hamdalah ini mengandung makna nan sangat luas dan mendalam. Hamdalah ini tidak hanya ditujukan kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia nan telah diberikan, tetapi juga sebagai pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah SWT. Selain itu, kalimat hamdalah ini juga mengandung angan agar Allah SWT membimbing kita ke jalan nan betul dan menjauhkan kita dari jalan nan sesat.

Seyogianya, ucapan referensi hamdalah nan diucapkan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Kita kudu menyadari bahwa segala sesuatu nan kita miliki berasal dari Allah SWT dan kita kudu berterima kasih atas nikmat dan karunia tersebut. Ucapan hamdalah juga kudu diucapkan dengan penuh kepercayaan bahwa Allah SWT adalah sebaik-baiknya pemberi balasan.

Dengan mengucapkan referensi hamdalah nan paling sempurna, diharapkan kita dapat menjadi hamba-hamba Allah SWT nan berterima kasih dan selalu mendapatkan pertolongan dari-Nya.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah