Bagaimana Memberi Dukungan Pada Teman Dan Keluarga Yang Alami Kanker Payudara

Oct 22, 2025 08:50 AM - 5 bulan yang lalu 177667

Jakarta -

Perempuan mana yang tidak kaget ketika master memvonisnya kanker payudara. Saat itu, penderita kanker tetek tentu memerlukan support dari orang terdekatnya. Namun, gimana memberikan support pada kawan alias family yang mengalami kanker payudara?

Dukungan yang tepat kepada penderita kanker tetek dapat mengurangi stres, memperbaiki kualitas hidup pasien, serta membantu proses pengobatan melangkah lebih lancar. 

Saat ini, kebanyakan penderita kanker dirawat sebagai pasien rawat jalan. Artinya mereka tidak perlu dirawat di rumah sakit. Namun, mereka tetap sering memerlukan bantuan, dukungan, dan dorongan.

Melansir Heliyon Journal di laman PubMed Central, di antara wanita dengan tumor ganas, tingkat kejadian kanker tetek adalah yang tertinggi.

Terdapat 7,8 juta pemeriksaan kanker tetek pada wanita selama lima tahun terakhir, dan 2,3 juta di antaranya didiagnosis pada tahun 2020 saja. Pada tahun 2020, kanker tetek telah membunuh 685.000 orang di seluruh dunia.

Cara memberikan support kepada kawan alias family dengan kanker payudara

Untuk mendampingi kawan alias family dengan kanker payudara, Bunda kudu memastikan kawan alias family tahu pentingnya mereka untuk Bunda. Tunjukkan rasa kepedulian terhadap kawan meski ada perubahan dalam perihal yang bisa alias tidak bisa mereka lakukan, alias penampilannya.

Berikut beberapa langkah memberikan support untuk kawan alias family dengan kanker payudara:

1. Kehadiran lebih krusial dari kalimat sempurna

Kehadiran pendamping secara bentuk dan emosional lebih berfaedah daripada merangkai kata-kata sempurna. Penderita kanker tetek seringkali memerlukan kehadiran seseorang untuk mendengarkan mereka. 

Ingatlah bahwa yang terpenting bukanlah apa yang Bunda katakan – melainkan kehadiran dan kesediaan untuk mendengarkan. Cobalah untuk mendengarkan dan memahami emosi kawan alias family dengan kanker payudara.

Beri tahu bahwa Bunda terbuka untuk berbincang kapan pun mereka mau. Atau, jika orang tersebut tidak mau berbicara, beri tahu mereka bahwa itu juga tidak masalah.

Teleponlah di waktu yang paling tepat untuk kawan alias tetapkan waktu bagi mereka untuk menghubungi Bunda. 

Kanker bisa sangat mengisolasi. Cobalah untuk menghabiskan waktu berbareng kawan alias keluarga. 

Menemani kawan alias personil family serta membiarkan mereka mengungkapkan emosi mereka adalah salah satu langkah terpenting untuk mendukung mereka secara emosional.

Mendengarkan dengan sabar seringkali sudah cukup. Namun, jika memungkinkan, berpegangan tangan alias memeluk mereka juga merupakan langkah yang baik untuk menunjukkan support Anda.

2. Bertanya dengan spesifik, "Boleh saya antar ke rumah sakit?' bukan "Butuh apa?"

Bunda dapat menggunakan kalimat yang konkret untuk memudahkan penderita kanker tetek menerima bantuan. Jika ragu, Bunda dapat menawarkan opsi konkret seperti mengantar janji, belanja, masak satu kali seminggu, alias menjaga anaknya.

Melansir BreastCancerNow, beberapa orang mungkin enggan menerima support alias apalagi merasa malu dengan support yang ditawarkan. Hal ini terkadang terasa menyakitkan, tetapi krusial bagi sebagian orang untuk mempertahankan rasa normalitas setelah pemeriksaan kanker payudara.

Banyak orang mau terus melakukan beragam perihal sendiri meskipun aktivitasnya menjadi sangat sulit.

3. Menjaga komunikasi, jujur, tetapi empatik

Komunikasi terbuka dapat membantu memenuhi kebutuhan info dan mengurangi beban emosional. Profesional kesehatan dan pekerja sosial onkologi sering direkomendasikan untuk membantu komunikasi keluarga-pasien. 

Bunda cukup mendengarkan tanpa selalu kudu merespons. Terkadang pendengar yang baik adalah yang paling dibutuhkan seseorang.

  • Sesuaikan percakapan dengan rentang perhatian kawan alias family dengan kanker tetek agar mereka tidak merasa kewalahan alias bersalah lantaran tidak bisa berbicara.
  • Berikan pujian yang jujur, seperti "Kamu terlihat segar hari ini."
  • Dukung emosi teman. Biarkan mereka bersikap negatif, menarik diri, alias diam.
  • Tahan kemauan untuk mengganti topik pembicaraan.
  • Ajukan pertanyaan kepada teman. Mintalah nasihat dan pendapat mereka.

4. Hindari klise dan nasihat medis tanpa ilmu

Kalimat seperti "Kamu kudu kuat" alias "Coba ini, pasti sembuh" bisa terasa mengecilkan. Bunda lebih baik bertanya apa yang pasien rasakan dan butuhkan.

Beberapa yang perlu Bunda hindari ketika mendampingi kawan alias family dengan kanker tetek :

  • Jangan desak kawan untuk 'melawan' penyakitnya.
  • Jangan beri tahu mereka sungguh kuatnya mereka; mereka mungkin merasa perlu untuk bersikap kuat apalagi ketika mereka sedih alias kelelahan.
  • Jangan menawarkan nasihat medis alias pendapat tentang hal-hal seperti diet, vitamin, dan terapi herbal.
  • Hargai keputusan mereka tentang gimana perawatan kanker mereka bakal ditangani, meskipun Bunda mungkin tidak setuju.
  • Jangan ingatkan mereka tentang perilaku masa lampau yang mungkin mengenai dengan penyakit tersebut, seperti minum alkohol alias merokok. Beberapa orang merasa bersalah atas hal-hal tersebut.

5. Dukungan untuk pendamping

Meskipun kawan alias personil family didiagnosis kanker payudara, pengalaman tersebut juga bakal susah bagi Bunda.

Bunda mungkin merasa frustrasi lantaran tidak dapat membantu kawan alias personil keluarga  seperti yang Bunda lakukan dengan masalah lain.

Merasakan beragam emosi adalah perihal yang wajar, jadi Bunda krusial untuk mencari support demi kesejahteraan bentuk dan mental sendiri.

6. Merawat diri sendiri

Bunda perlu merawat diri sendiri agar dapat mendampingi kawan alias personil keluarga. Hal ini juga krusial jika Bunda merawat seseorang dengan kanker tetek sekunder.

Pastikan Bunda makan dengan benar, berolahraga secara teratur, dan usahakan untuk tidur yang cukup.

Bunda juga krusial untuk meluangkan waktu buat diri sendiri. Ini bisa berupa berjalan-jalan, minum berbareng teman, alias menghabiskan sebagian hari dengan menulis pikiran di kitab harian. Berikan diri waktu ini tanpa merasa bersalah.

Jika Bunda merasa kesulitan melakukan hal-hal ini alias merasa kewalahan, beri tahu teman, personil keluarga, alias master umum.

7. Berbicara dengan orang lain

Membicarakan emosi dengan kawan dekat alias family dapat membantu. Terkadang Bunda mungkin merasa sangat sendirian, meskipun ada kawan dan family di sekitar. Rasanya tidak ada orang lain yang betul-betul memahami apa yang Bunda alami.

Memiliki seseorang untuk diajak bicara dapat membantu merasa didukung dan mencegah merasa kewalahan. Berkomunikasi dengan orang-orang yang berada dalam situasi serupa dapat membantu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya