Bagaimana Menebus Dosa Zina?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Manusia sering kali terjerumus dalam kesalahan, kelalaian, kemaksiatan, apalagi dosa besar seperti zina. Jika seseorang melakukan zina, bisakah dosa zina tersebut ditebus dan mendapat ampunan? Bagaimana caranya?

Allah SWT, dengan rahmat dan kasih sayang-Nya nan tak terhingga, membukakan pintu taubat yang seluas-luasnya bagi para hamba-Nya. Ini menunjukkan sungguh besar kasih sayang Allah kepada manusia, memberikan mereka kesempatan untuk kembali kepada-Nya setelah melakukan kesalahan. Kesempatan ini mencakup semua corak dosa, termasuk dosa zina, nan sering kali dianggap sebagai salah satu dosa besar.

Allah SWT berfirman:

وَاللّٰهُ يُرِيْدُ اَنْ يَّتُوْبَ عَلَيْكُمْ ۗ وَيُرِيْدُ الَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الشَّهَوٰتِ اَنْ تَمِيْلُوْا مَيْلًا عَظِيْمًا

"Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang nan mengikuti keinginannya menghendaki agar Anda beralih sejauh-jauhnya (dari kebenaran)." (QS. An Nisa ayat 27)

Dalam Surat lain, Allah SWT berfirman:

۞ قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

"Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku nan melampaui pemisah terhadap diri mereka sendiri! Janganlah Anda berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah nan Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Az Zumar ayat 53)

Alquran menyebut taubat dan memohon maaf dalam banyak ayat dan surat nan berbeda. Ini membuka pintu angan bagi para pendosa dalam bertaubat dan memohon pembebasan serta menggantinya dengan kebaikan shaleh.

Dr Yusuf Al Qaradhawi menjelaskan, dosa-dosa besar tidak bisa ditebus selain dengan taubat nasuha. Dalam taubat nasuha ini, syarat-syaratnya kudu dipenuhi.

Taubat dari zina yaitu dengan menyesal sepenuhnya atas apa nan dilakukan, menjauhkan diri dari perbuatan dosa tersebut, dan tekad bulat untuk tidak kembali pada perbuatan dosa itu serta tidak mendekati sumber-sumber nan mendatangkan dosa tersebut.

Orang nan melakukan taubat ini, maka dia seperti orang nan tidak berdosa, sebagaimana hadits berikut:

 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "التائب من الذنب كمن لا ذنب له"، رواه ابن ماجه

Rasulullah SAW bersabda, "Orang nan bertaubat dari suatu dosa seumpama orang nan tidak berdosa." (HR. Ibnu Majah)

Al Qaradhawi juga berpesan tentang gimana langkah taubat. Pertama adalah dengan bertaubat secara ikhlas, alias taubat nasuha ialah taubat dengan sebenar-benarnya taubat. Taubat nasuha menghapuskan dosa-dosa seseorang, sebagaimana air membersihkan kotoran. Orang nan bertaubat dari suatu dosa seumpama orang nan tidak berdosa.

Dikatakan dalam Alquran, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang nan bertaubat dan menyukai orang-orang nan mensucikan diri." (QS. Al Baqarah ayat 222)

Kedua, memohon pembebasan kepada Allah SWT (beristighfar). Memohon ampun, nan beragam bentuknya telah disebutkan dalam Alquran dan Hadits. Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَّعْمَلْ سُوْۤءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهٗ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

"Dan barangsiapa melakukan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon pembebasan kepada Allah, niscaya dia bakal mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nisa ayat 110)

Ketiga, melakukan kebaikan ibadah, mulai dari shalat, puasa, sedekah, haji, umroh, berkhidmat pada orang tua, zikir, doa, membaca Alquran, dan kebaikan shaleh lain. Allah SWT berfirman:

وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ

"Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang nan selalu mengingat (Allah)." (QS. Hud ayat 114)

Ingat pula bahwa zina tidak hanya dosa besar, tetapi juga menimbulkan banyak kerusakan lainnya. Di antaranya merusak garis keturunan. Anak nan lahir dari hubungan perzinahan tidak bisa mendapatkan nasab alias garis keturunan dari ayah kandungnya alias ayah biologisnya. Sehingga, ayah kandungnya tidak diperkenankan menjadi wali dan memberikan kewenangan waris kepada anak-anaknya nan lahir tersebut.

Zina juga memunculkan kegelisahan di masyarakat. Pelaku zina tentu bakal malu jika ketahuan sampai mengandung dan menjadi kejelekan bagi dirinya maupun keluarganya apalagi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Perbuatan zina bakal menimbulkan kegelisahan di dalam masyarakat lantaran kehormatan nan ternodai.

Sumber:

https://www.islamweb.net/ar/fatwa/111813/%D9%83%D9%8A%D9%81%D9%8A%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%88%D8%A8%D8%A9-%D9%85%D9%86-%D8%A7%D9%84%D8%B2%D9%86%D8%A7

https://www.al-qaradawi.net/node/3627

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam