Bagaimana Sikapi Pemberian Orang Lain? Begini Pesan Rasulullah Saw

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA—Pernah Anda memandang orang menolak infak seseorang lantaran merasa tetap ada nan layak diberikah sedekah? Padahal si pemberi tulus mau bersedekah. Apa sikap kita ketika ada orang nan tulus bersedekah kepada kita? Menerimanya alias menolak?

Ahli sabda As-Samarqandi dalam bukunya nan sudah dialihbasakan menjadi "200 Motivasi Nabi & Kisah Inspiratif Pembangun Jiwa" mengungkapkan satu hadits tentang perihal tersebut. 

 أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعْطِي عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ الْعَطَاءَ فَيَقُولُ لَهُ عُمَرُ أَعْطِهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفْقَرَ إِلَيْهِ مِنِّي فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذْهُ فَتَمَوَّلْهُ أَوْ تَصَدَّقْ بِهِ وَمَا جَاءَككَ مِنْ هَذَا الْمَالِ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِففٍ وَلَا سَائِلٍ فَخُذْهُ وَمَا لَا فَلَا تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ 

"Dan telah menceritakan kepadaku [Abu Thahir] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Wahb] telah mengabarkan kepadaku [Amru bin Harits] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim bin Abdullah] dari [bapaknya] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memberikan bagian amal kepada Umar bin Al Khaththab, maka Umar pun berkata, "Wahai Rasulullah, berikanlah kepada orang nan lebih fakir dariku." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun berfirman kepadanya: "Ambil dan pergunakanlah untuk keperluanmu, alias sedekahkan! Apabila Anda diberi orang sesuatu pemberian tanpa Anda idam-idamkan dan tanpa meminta-minta, terimalah pemberian itu. Tetapi ingat, sekali-kali jangan meminta." (HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Khuzaimah).

Memberikan kekayaan kita kepada orang lain dengan niat tulus tentu itu adalah kebaikan kebaikan. Apalagi kekayaan nan dibagikan mereka merupakan kekayaan nan halal. Dan barangkali  orang tersebut memang meniatkan untuk bersedekah nan dianjurkan oleh agama.

Alquran telah menganjurkan sebagian kekayaan nan dimiliki agar disedekahkan. Sebagaimana dalam Surah al-Baqarah ayat 261:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سسُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: "Perumpamaan orang-orang nan menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang nan menabur) sebutir biji (benih) nan menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa nan Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Mahamengetahui."

Tafsir tahlili dalam Quran Kemenag dijelaskan bahwa hubungan antara infaq dengan alambaka sangat erat. Manusia bakal mendapatkan pertolongan di alambaka kelak dari amalnya salag satunya berinfaq.

Baca juga: Bawah Masjid Al Aqsa Penuh Terowongan, Mitos Kuil Sulaiman dan Sapi Merah nan tak Muncul 

Menerima pemberian orang nan tulus sejatknya adalah menjunjung tinggi etika sehingga tidak bakal mengecewakan si pemberi. Pemberian merupakan penghormatan. Maka si penerima wajib pula membalas dengan penghormatan. Sebagaimana bunyi Surah An-Nisa' ayat 86:

وَاِذَا حُيِّيْتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوْا بِاَحْسَنَ مِنْهَآ اَوْ رُدُّوْهَا ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيْببًا

Artinya: "Apabila Anda dihormati dengan suatu penghormatan (salam), balaslah penghormatan itu dengan nan lebih baik daripadanya alias balaslah dengan nan sepadan. Sesungguhnya Allah Maha Memperhitungkan segala sesuatu."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Kincaimedia, Klik di Sini

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam