Banyak Fadilah Di Awal Bulan Dzulhijjah

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Menurut penanggalan Islam, ada empat bulan haram, ialah Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Disebut haram, lantaran pada bulan-bulan itu larangan untuk melakukan maksiat lebih ditekankan. Allah SWT telah menetapkan kemuliaan dan kedudukan keempat bulan Hijriyah tersebut.

Kini, kita telah memasuki Dzulhijjah 1445 H. Bulan tersebut cukup istimewa. Sebab, di dalamnya kaum Muslimin merayakan Idul Adha, termasuk penyelenggaraan ibadah kurban. Demikian pula tentunya dengan penyelenggaraan ibadah haji, nan biasanya dimulai sejak 8 hingga 12 Dzulhijjah tiap tahun.

Berikut ini adalah sejumlah imbauan untuk kaum Muslimin dalam menyambut awal Dzulhijjah, sebagaimana dijelaskan Ustaz Abdul Somad dalam sebuah bukunya.

Hari-hari terbaik

Ustaz Abdul Somad (UAS) mengatakan, momen 10 hari pertama pada Bulan Dzulhijjah hendaknya tidak terlewatkan begitu saja. Sebab, itulah hari-hari terbaik bagi tiap Muslim untuk beramal saleh.

Hal itu berasas sabda Nabi Muhammad SAW, sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Abbas, “Tidak ada hari di mana kebaikan saleh pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, ialah 10 hari Bulan Dzulhijjah.”

Para sahabat pun bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga dengan jihad fi sabilillah?”

Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, selain orang nan keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apa pun.”

Giat amalkan sunah

Maka dari itu, lanjut UAS, Muslimin dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunah, di samping melaksanakan ibadah wajib. Misalnya, umrah ke Baitullah, berpuasa, berzikir, hingga berkurban pada Idul Adha.

“Hadis riwayat an-Nasai dapat menjadi salah satu rujukan. Disebutkan bahwa istri Nabi SAW, Hafsah, berkata, ‘Rasulullah SAW melaksanakan puasa awal bulan Dzulhijjah,’” ujar alumnus Universitas al-Azhar (Mesir) dan Institut Darul-Hadits al-Hassaniyah (Maroko) itu.

Berpuasa dalam 10 hari pertama Dzulhijjah merupakan sunah Nabi Muhammad SAW. Pada tanggal 9 bulan ini, UAS mengatakan, Muslimin dapat melakukan puasa Arafah.

Ini berasas pada sabda Rasulullah SAW, “Berpuasa pada Hari Arafah lantaran mengharap pahala dari Allah bakal melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya.” Demikian pula dengan puasa tarwiyah, ialah ibadah sunah nan dilakukan pada hari kedelapan bulan Dzulhijjah.

Mengenang para nabi

Beberapa hari dalam awal Dzulhijjah juga menjadi momen beragam peristiwa bersejarah. Hari pertama bulan tersebut merupakan hari ketika Allah mengampuni Nabi Adam AS.

Hari keduanya adalah ketika Allah mengabulkan angan Nabi Yunus AS dengan mengeluarkannya dari perut ikan. Hari ketiganya adalah hari dikabulkannya angan Nabi Zakaria AS.

Hari keempatnya merupakan hari kelahiran Nabi Isa AS. Adapun Nabi Musa AS lahir pada hari kelima bulan Dzulhijjah.

UAS menerangkan, Dzulhijjah juga spesial lantaran di dalamnya terdapat induk-induk ibadah, seperti puasa, shalat, haji dan berkurban. Hal itu berasas keterangan dari Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, seorang master sabda dari abad ke-14 M.

sumber : Pusat Data Republika

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam