Belajar Ikhlas Dari Ibadah Puasa

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Dalam sebuah hadits nan diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah ‘azza wa jalla berfirman:

الصوم لي وأنا أجزي به يدع شهوته واكله وشربه من أجلي

“Puasa itu untukKu dan Aku nan bakal membalasnya. Ia meninggalkan syahwatnya, makanan dan minumannya lantaran diriKu” (HR. Muslim)

Para ustadz berbeda pendapat tentang makna dari kalimat الصوم لي ‘Puasa itu untukKu’, diantara pendapat tersebut:

1. Dikarenakan puasa termasuk ibadah utama disisi Allah. Ibadah nan Allah cintai sehingga tidak ada nan mengetahui kadar balasannya selain Allah ta’ala.

Berkata Ibnu Abdil Barr rahimahullah,

كفى بقوله: الصوم لي – فضلا للصيام على سائر العبادات

“Cukuplah sabdaNya: Puasa itu untukKu menunjukkan keistimewaan puasa atas ibadah-ibadah nan lain.”

2. Tidak ada ibadah kepada selain Allah dengan puasa. Berbeda dengan doa, rukuk, sujud, salat dan ibadah lainnya; dimana kaum musyrik beragama dengannya kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala.

Hal tersebut disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarah Muslim 8/29:

ومن هذه الأقوال: أنه لم يُعبَد أحدٌ غير الله تعالى بهذه العبادة (الصيام)، فلم يعظِّم الكفار في عصر من العصور معبودًا لهم بالصيام، وإن كانوا يعظمونه ويتقربون إليه بالصلاة، والسجود، والصدقة، والذكر، والخوف والرجاء وغير ذلك، 

“Dan termasuk pendapat tentang ini: Bahwasannya tidak ada satu sesembahan pun selain Allah ta’ala nan diibadahi dengan ibadah puasa. Maka tidak ada satu pun di sepanjang masa orang kafir nan mengangungkan sesembahan mereka dengan puasa. Walaupun mereka mengagungkan dan mendekatkan diri kepada sesembahan tersebut dengan salat, sujud, sedekah, dzikir, rasa takut dan harap, dan lain sebagainya.”

Sebab tidak adanya riya dalam ibadah puasa. Tidak seperti salat, haji, berjihad, infak dan selainnya dari ibadah-ibadah nan tampak secara zhahir.

Oleh karenanya berbicara ahlul ilmi,

ليس في الصيام رياء، لأن الصيام عبادة باطنة لا يعلم بها إلا الله سبحانه وتعالى

“Tidak ada riya pada ibadah puasa, lantaran puasa adalah ibadah jiwa nan tidak mengetahuinya selain Allah subhnahu wa ta’ala.”

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan dalam Al Fath 8/412:

بأن الصوم لا يقع فيه الرياء كما يقع في غيره

“Dikarenakan puasa tidak terkontaminasi oleh penyakit riya sebagaimana terjadi pada ibadah-ibadah nan lain.”

Al-Qurthubi berpendapat:

لما كانت الأعمال يدخلها الرياء، والصوم لا يطَّلع عليه بمجرد فعله إلا الله، فأضافه الله إلى نفسه، ولهذا قال في الحديث: يدع شهوته من أجلي

“Ketika setiap ibadah dimasuki oleh riya. Sedangkan puasa tidak ada nan mengetahuinya hanya dengan mengerjakannya selain Allah. Maka Allah menyadarkan ibadah puasa itu kepada diriNya, karena itu disebutkan di dalam hadits: dia meninggalkan syahwatnya lantaran diriKu.”

Sebab itu saudaraku, hendaknya kita mengingat bahwasannya kita beragama dalam bulan Ramadhan nan mulia ini dengan sesuatu nan dicintai oleh Allah (ibadah puasa), nan merupakan ibadah utama di sisiNya; dan kita mengerjakan ibadah tersebut hanya untukNya.

Dan hendaknya kita mengingat sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ماتقدم من ذنبه

“Barangsiapa nan berpuasa di bulan ramadhan semata-mata lantaran ketaatan dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosanya nan telah lalu.” (HR. Bukhari)

Makna إيمانا (karena iman) pada hadits diatas adalah: lantaran ketaatan kepada Allah, mengerjakan perintah Allah dan pengharapan atas pahala dariNya.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hambaNya nan senantiasa tulus dalam beragama kepadaNya.

Penulis: Annisa Auraliansa

Diterjemahkan dari kitab Muhimmat ‘Aqdiyyah Fi ‘Ibadati Ash-Shiyam karya Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Abdul Aziz bin Utsman Sindi dengan sedikit penambahan.

Referensi:

– Pelajaran Aqidah dari Ibadah Puasa, Ustadz Aris Munandar, https://youtube.com/playlist?list=PLVbmW1LOF7K1wKSru0sw_odH4uDFeCJCE&si=ij0xivceNNnwVTHH

– Min Adab Ash-Shiyam: Al-Ikhlash Fi Ash-Shiyam Wafi Ghairih Min Al-A’mal, Syaikh Nada Abu Ahmad, https://www.alukah.net/sharia/0/161405/من-آداب-الصيام-الإخلاص-في-الصيام-وفي-غيره-من-الأعمال/#ixzz8W8nnhT1Y

Artikel Muslimah.or.id

Donasi Operasional YPIA

Selengkapnya
Sumber Artikel Islami Muslimah.or.id
Artikel Islami Muslimah.or.id