Belum Bisa Berhaji? Tunaikan Ibadah Ini Yang Pahalanya Setara

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Ibadah haji hukumnya memang wajib namun bagi nan bisa (istatho'ah) dari beragam aspek. Namun jika sekiranya seorang Muslim belum bisa memenuhi syarat istatho'ah itu, terdapat ibadah lain nan pahalanya serupa. 

Sebelum membahas lebih jauh, perlu diketahui bahwa ibadah haji memang mempunyai keistimewaan sendiri. Dalam kitab Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah karya Hanif Luthfi dijelaskan, keutamaan ibadah haji sangat luar biasa. Saking spesialnya, terdapat hadits Nabi nan menjabarkan ganjaran bagi orang nan menunaikannya. 

Dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda, "Al-ghazi fii sabilillahi wal-hajju wal-mu'tamiru wafdullahi da'ahum fa-ajabuhu wa sa-aluhu fa a'thohum."

Yang artinya, "Orang nan bertempur di jalan Allah, orang-orang nan berhaji serta berumrah adalah tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh lantaran itu, jika mereka meminta (berdoa) kepada Allah, pasti bakal Allah beri." Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah. 

Dengan landasan dalil tersebut, kuat kiranya argumen orang Muslim beramai-ramai hendak pergi beragama haji ke Tanah Suci. Bagi nan belum bisa berangkat menunaikannya, maka hendaklah kerjakan ibadah ibadah nan berbobot baik dan mulia seperti berkhidmat kepada kedua orang tua. 

Hal ini sebagaimana nan ditegaskan Nabi ketika datang seseorang kepadanya, beliau bersabda, "Fa ablillahi fi birriha, fa idza fa'alta dzalika fa anta hajjun, wa mu'tamidun, wa muhajidun, fa idza radhiyat anka ummuka fattaqillaha wa birraha."

Yang artinya, "Bertakwalah kepada Allah dengan melakukan baik kepada ibumu. Jika engkau melakukan baik padanya, maka statusnya adalah seperti berhaji, berumrah, dan berjihad." Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani. 

Tak hanya itu, seorang Muslim nan baik nan hendak berkhidmat kepada orang tuanya, maka terdapat sholat sunnah nan dianjurkan. Sholat sunnah birrul walidain, alias sholat sunnah sebagai corak syukur dan menghargai jasa ayah dan ibu. 

Sholat Birrul Walidain ini disunnahkan untuk dilakukan sepekan sekali setiap malam Kamis setelah sholat maghrib. Hal ini sebagaimana nan dianjurkan kepercayaan dan disebutkan dalam kitab Khazinatul Asarar. 

Adapun sholat sunnah birrul walidain terdiri dari dua rakaat dan dikerjakan pada malam kamis antara waktu sholat maghrib dengan isya. 

Adapun niat melaksanakan sholat ini adalah untuk meminta kepada Allah bakal kebaikan dan keselamatan orang tua kita. Memohon kepada Allah agar orang tua kita selalu mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, dan digugurkan segala dosa-dosanya. 

Apalagi dalam Islam pun dikenal bahwa terdapat tiga kebaikan perbuatan nan pahalanya tak bakal pernah putus meski kita telah tiada di dunia. Antara lain sodaqah jariyah, pengetahuan nan bermanfaat, dan anak-anak sholeh nan mendoakan orang tuanya. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam