Benarkah Laki-laki Hanya Boleh Menikahi Maksimal Empat Wanita?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Dalam Islam, poligami merupakan bagian dari hukum nan kudu dilihat dari aspek nan luas dan hati-hati. Maka ketika seorang laki-laki hendak berpoligami, apalagi melampaui empat istri, maka dia kudu mempertimbangkan hujjah para ulama.

Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid menjelaskan bahwa berasas pendapat Imam Malik diperbolehkan bagi laki-laki menikahi empat orang wanita. Ulama-ulama dari madzhab Zhahiri pun setuju pada pendapat tersebut.

Sedangkan, Imam Syafi'i dan Imam Abu Hanifah hanya membolehkan laki-laki menikahi dua orang wanita saja. Menurut Ibnu Qudamah, para ustadz bermufakat seorang budak boleh menikahi dua orang wanita. Namun demikian, mereka berbeda pendapat tentang menikahi empat orang wanita.

Kata Imam Ahmad, maksimal dia hanya boleh menikahi dua orang wanita saja. Hal ini juga merupakan pendapat dari Sayyidina Umar, Sayyidina Ali, dan Abdurahman bin Auf RA. Dan pendapat ini jugalah nan dikatakan oleh Atha’, Hasan, As’Syu’bi, Qatadah, At-Stauri, Imam Syafii, dan Imam Abu Hanifah.

Silang pendapat ini berasas persoalan apakah status budak berpengaruh terhadap penghapusan bilangan tersebut sebagaimana dia berpengaruh bagi penghapusan separuh balasan hadd. Hukuman hadd wajib dijatuhkan atas orang nan berstatus merdeka ketika dia terbukti melakukan zina.

Dijelaskan bahwa perkara ini merupakan perkara mendapatkan kenikmatan dan kesenangan, sehingga kudu sama antara orang nan berstatus merdeka dengan orang nan berstatus budak. Hal ini disamakan sebagaimana menikmati makanan menurut Ibnu Rusyd.

Adapun ulama-ulama nan beranggapan pertama berasas pendapat para sahabat nan disebutkan tadi, dan waktu itu tidak ada seorang pun nan menentangnya. Sehingga perihal ini boleh jadi dijadikan kesepakatan dalam persoalan ini.

Dan tentang laki-laki menikahi...

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam