Benarkah Ukuran Pupil Menunjukkan Kecerdasan? Penjelasan Penelitian dan Fakta Ilmiahnya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 2 menit 9929x dilihat
Benarkah Ukuran Pupil Menunjukkan Kecerdasan? Penjelasan Penelitian dan Fakta Ilmiahnya

Bagikan Postingan

Selama ini, kepintaran sering dikaitkan dengan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan daya ingat. Namun penelitian terkini menunjukkan bahwa ukuran pupil — bagian hitam di tengah mata — juga memiliki hubungan menarik dengan fungsi otak dan indikator kecerdasan.

Ukuran pupil memang berubah karena kondisi cahaya, emosi, atau tingkat kewaspadaan. Meski begitu, sejumlah penelitian menemukan korelasi antara diameter pupil saat keadaan santai dengan kapasitas kognitif seseorang.

Lantas, benarkah ukuran pupil bisa menjadi penanda kecerdasan? Berikut penjelasan lengkapnya.


Penelitian ungkap hubungan ukuran pupil mata dengan orang cerdas

Mengutip dari laman Scientific American, temuan ini berasal dari studi yang dipimpin Dr. Jason S. Tsukahara dan tim di School of Psychology, Georgia Institute of Technology, Amerika Serikat.

Para peneliti awalnya mengukur besaran upaya mental saat peserta menyelesaikan tugas mengingat, kemudian memantau perubahan pupil mengikuti metode yang diperkenalkan oleh psikolog pemenang Nobel Daniel Kahneman pada 1960–1970-an.

Dari analisis tersebut muncul hubungan mengejutkan antara ukuran pupil saat istirahat (baseline pupil size) dan beberapa kemampuan kognitif.

Untuk memverifikasi temuan, tim merekrut lebih dari 500 peserta usia 18–35 tahun dari area Atlanta. Setiap peserta diperiksa dengan eye tracker, alat yang mengukur diameter pupil lewat pantulan cahaya pada kornea dan pupil.

Pengukuran dilakukan saat peserta menatap layar kosong selama sekitar empat menit di ruangan redup agar pencahayaan tidak memengaruhi ukuran pupil.

Mengapa ukuran pupil diduga berkaitan dengan kecerdasan?

Setelah pengukuran, peserta menjalani serangkaian tes yang menilai fluid intelligence (kemampuan memecahkan masalah baru), working memory capacity (kapasitas penyimpanan informasi sementara), dan attention control (kemampuan mempertahankan fokus di tengah gangguan).

Hasilnya menunjukkan peserta dengan ukuran pupil dasar lebih besar cenderung meraih skor lebih tinggi pada tes fluid intelligence dan attention control, serta sedikit lebih unggul pada working memory.

Perbedaan ukuran pupil antara peserta dengan skor tertinggi dan terendah cukup nyata sehingga dapat terlihat secara kasat mata.

Para peneliti mengaitkan temuan ini dengan fungsi locus coeruleus, sebuah inti kecil di batang otak yang berperan mengatur perhatian, pembelajaran, memori, dan proses berpikir melalui pelepasan neurotransmiter norepinefrin.

Aktivitas optimal pada area ini diduga membantu koordinasi berbagai bagian otak saat memproses informasi. Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa ukuran pupil bukan alat untuk menentukan kecerdasan seseorang secara mutlak.

Temuan ini hanya menunjukkan korelasi antara ukuran pupil dan beberapa aspek kognitif; penelitian lanjutan diperlukan untuk menjelaskan mekanisme penyebab keterkaitan tersebut.

Demikian penjelasan mengenai hubungan antara ukuran pupil dan kepintaran berdasarkan studi ilmiah—menarik, tetapi tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator kecerdasan.

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads