Jakarta -
Hubungan intim bukanlah sekadar pemanis dalam rumah tangga untuk mempererat bonding tetapi juga sebuah kebutuhan dasar suami istri. Lantas, berapa kali normalnya suami istri berasosiasi intim?
Seberapa sering setiap pasangan berasosiasi intim memang pastinya bervariasi satu sama lain. Apalagi, beragam aspek mungkin bisa memengaruhinya seperti usia, kesehatan, dan beragam aspek lainnya yang dapat memengaruhi libido seseorang dan seberapa sering pasangan berasosiasi intim.
Hubungan suami istri normal berapa kali seminggu?
Menurut The International Society for Sexual Medicine bahwa membahas tentang hubungan suami istri normal berapa kali seminggu memang tidak ada gelombang standarnya, Bun. Semua tentunya mempunyai kebutuhan masing-masing, dan tidak ada gelombang standar yang bisa dijadikan referensi asalkan semua pasangan di dalam hubungannya merasa bahagia.
Ya, seberapa sering pasangan kudu berasosiasi intim memang berjuntai pada apa yang diputuskan orang-orang dalam hubungannya. Sehingga, bisa jadi kisarannya dari tidak ada kegiatan seksual sama sekali hingga beberapa kali sehari, seminggu, alias setahun seperti dikutip dari laman Medical News Today.
Berdasarkan sebuah penelitian ditemukan bahwa jumlah rata-rata hubungan intim antara pasangan yang menikah adalah tiga kali per bulan. Mengenai gelombang tersebut, tentunya ada beragam faktor-faktor yang memengaruhinya seperti urusan kesehatan, usia, dan lainnya.
Mengutip dari laman WebMD, peneitian yang dilakukan oleh General Society Survey bahwa ada sebanyak 7 persen orang dewasa Amerika berasosiasi intim sekali alias dua kali dalam setahun terakhir, 10 persen tidak berasosiasi intim dalam setahun terakhir, 19 persen berasosiasi intim dua alias kali per bulan, 17 persen berasosiasi intim sekali sebulan, 5 persen berasosiasi intim empat kali alias lebih dalam seminggu, 16 persen berasosiasi intim dua alias tiga kali per minggu, 25 persen berasosiasi intim setiap minggu.
Sementara, pada studi lainnya yang diterbitkan pada 2019 menemukan bahwa sekira 47 persen pasangan menikah berasosiasi intim kurang dari sekali seminggu.
Frekuensi seks dikatakan mengenai erat dengan pernikahan yang bahagia. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa orang yang sudah menikah yang lebih sering berasosiasi intim setiap minggu tidak lebih senang daripada mereka yang kurang sering. Ini menurut sebuah studi yang melibatkan 30 ribu orang.
Jika Bunda merasa puas dengan gelombang hubungan intim dalam pernikahan yang dijalani, artinya jumlah seks yang dilalui merupakan jumlah yang tepat untuk Bunda dan pasangan. Penelitian menunjukkan bahwa gelombang seks lebih dari sekali seminggu dapat mengurangi gairah dan kenikmatan seks Bunda. Artinya, kualitas sama pentingnya dengan kuantitas.
Apakah wajar berasosiasi suami istri setiap hari?
Berhubungan intim merupakan salah satu penghilang stres yang terbukti dapat meningkatkan suasana hati secara instan. Dan, berasosiasi intim setiap hari merupakan perihal yang sepenuhnya normal, seperti dikutip dari laman Medicinenet.
Memang, ada fase-fase di dalam hidup ketika seseorang berasosiasi intim lebih sering. Misalnya pada periode pernikahan yang disebut sebagai honeymoon, pasangan bisa berasosiasi intim sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Ini juga terjadi ketika pasangan berencana untuk mempunyai bayi dan mau meningkatkan kesempatan mereka untuk hamil.
Efek samping keseringan berasosiasi intim?
Sedianya, seks dan kesehatan sangatlah berangkaian erat, Bunda. Sebuah studi menunjukkan bahwa seks teratur membantu seseorang mempunyai pinggang ramping, jantung sehat, dan mengurangi akibat beberapa jenis kanker. Namun, jika terlalu sering berasosiasi intim, perihal itu bakal membahayakan kesehatan.
Konsekuensi dari hubungan intim yang terlalu sering adalah seperti berikut ini:
1. Kesehatan yang jelek dan kelelahan
Hubungan intim yang berlebihan dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang lantaran hubungan intim merupakan kegiatan yang menggunakan banyak energi. Selama hubungan intim, tubuh mengeluarkan norepinefrin, epinefrin (adrenalin), dan kortisol ke dalam darah, yang mengakibatkan peningkatan debar jantung, tekanan darah, kekuatan otot, dan metabolisme glukosa. Karenanya, berasosiasi intim terlalu sering juga meningkatkan akibat penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi, dan lain-lain.
Memang, banyak kalori terbakar saat berasosiasi intim. Tetapi, jika terlalu sering berasosiasi intim, Bunda bisa merasa lesu di pagi hari setelah malam yang penuh kehangatan. Sementara, kelelahan yang berjalan lama dapat memengaruhi pekerjaan dan bisa membikin Bunda merasa capek sepanjang hari dan bekerja tidak efektif. Untuk menghindari semua kelelahan ini, sesuaikan gelombang hubungan intim Bunda agar keahlian kerja tetap prima dan sukses setiap hari.
2. Peningkatan akibat penyakit kelamin dan kecelakaan saat berasosiasi intim
Bagi perempuan, terlalu sering berasosiasi intim dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada perangkat kelamin dan dapat menyebabkan keputihan. Selain itu, terlalu sering berasosiasi intim berfaedah memek bakal mengalami banyak gesekan dan ini dapat menyebabkan pengelupasan vagina, nyeri saat buang air kecil, alias kesulitan melangkah lantaran iritasi vagina.
Untuk menghindari perihal ini, kurangi gelombang hubungan intim dan hindari hubungan intim yang kasar. Bagi pria, terlalu sering berasosiasi intim dapat menyebabkan penyakit seperti nyeri penis, nyeri punggung, dan jangkitan perangkat kelamin pria.
3. Disfungsi fisiologis
Menurut penelitian para ahli, berasosiasi intim terlalu sering dalam waktu singkat membikin laki-laki kesulitan mempertahankan lama hubungan intim dan susah memuaskan pasangannya. Hal ini membikin hubungan intim menjadi membosankan, dan laki-laki rentan terhadap kondisi seperti ejakulasi dini, disfungsi ereksi, dan lain-lain.
4. Infeksi saluran kemih
ISK sering terjadi ketika kuman masuk ke saluran kemih melalui uretra dan berkembang di kandung kemih. Secara khusus, menurut statistik, wanita yang melakukan hubungan intim berlebihan condong lebih sering mengalami jangkitan saluran kemih daripada wanita yang tidak aktif secara seksual.
5. Dehidrasi
Selama hubungan intim berjalan intensif, sesi panas tersebut tentu membikin satu sama lain berkeringat dan kehilangan banyak air dari tubuh. Karenanya, pastikan minum banyak air sebelum, selama, dan setelah bercinta seperti dikutip dari laman Vinmec.
Tips agar bisa rutin berasosiasi intim
Menciptakan kehangatan berbareng pasangan dapat mendorong pengharmonisan dengan baik dalam hubungan suami istri. Perlu Bunda tahu bahwa hubungan intim tidak saja menyenangkan tetapi juga baik untuk diri sendiri dan pasangan.
Setiap orgasme yang dilakukan, terdapat pelepasan hormon oksitosin dalam jumlah besar yang dapat meningkatkan suasa hati. Dan, berasosiasi intim secara teratur dapat mengurangi stres dan depresi, meningkatkan kepercayaan diri, dan membantu tidur lebih nyenyak. Selain itu, berpelukan di bawah selimut dapat membikin Bunda terasa lebih dekat dengan pasangan dan meningkatkan rasa keintiman.
Berikut ini beberapa tips agar bisa berasosiasi intim rutin ya, Bun:
1. Jadwalkan waktu
Catat dengan baik agenda jadwal bercinta di kalender, seperti halnya tanggal-tanggal krusial lainnya. Dengan begitu, bakal lebih mini kemungkinannya untuk melewatkannya. Menetapkan tanggal juga memberikan waktu untuk mempersiapkan diri bakal sesuatu yang dinantikan.
2. Luangkan waktu
Tidak peduli seberapa sibuknya, seks merupakan salah satu bagian krusial dari hari-hari Bunda berbareng pasangan. Jangan mengabaikan pula sesi foreplay di mana dapat membantu membangkitkan antusiasme dan membikin seks lebih menyenangkan.
3. Bersantai
Seks merupakan pereda stres yang ampuh, tetapi susah untuk mendapatkan suasana hati yang tepat ketika sedang tegang. Setelah hari yang berat, lakukan sesuatu yang menenangkan berbareng untuk membikin diri rileks. Dengarkan musik yang lembut dan lakukan latihan relaksasi seperti pernapasan dalam alias meditasi. Penelitian menunjukkan bahwa meditasi kesadaran membantu wanita lebih selaras dengan tubuh mereka selama berasosiasi seks.
4. Rencanakan liburan semalam
Terkadang yang dibutuhkan untuk meningkatkan kehidupan intim adalah perubahan pandangan. Untuk itu, lakukan perjalanan berbareng dan tidak perlu jauh ke tempat tertentu untuk menghidupkan romantisme. Matikan ponsel dan konsentrasi satu sama lain.
Berapa lama lama suami istri berasosiasi intim yang normal?
Seks semestinya memang bisa menyenangkan dan memuaskan satu sama lain. Kunci daripada kenikmatan seks itu sendiri adalah gimana Bunda dan pasangan menikmati sesi seks yang memuaskan dan tidak sekadar mengejar waktu, seperti dikutip dari laman Healthline.
Menurut survei personil Society for Sex Therapy and Research pada 2005 bahwa seks biasanya berjalan tiga hingga tujuh menit. Menurut survei tersebut, seks vaginal yang berjalan satu hingga dua menit dianggap 'terlalu singkat'. Dan, seks vaginal yang berjalan 10 hingga 30 menit dianggap 'terlalu lama'.
Jadi, berapa lama semestinya seks vaginal berlangsung? Para terapis seks yang disurvei mengatakan bahwa lama antara 7 hingga 13 menit adalah 'yang diinginkan'. Penting untuk dicatat bahwa angka-angka ini hanya bertindak untuk hubungan seksual penis-vagina. Angka-angka ini tidak memperhitungkan hal-hal seperti pemanasan (foreplay), dan tidak mewakili jenis seks lainnya.
Apakah normal seks kurang dari 5 menit? Ini kata ahli
Sebagian besar orang terkejut mengetahui bahwa lama rata-rata hubungan seksual penetratif adalah sekitar 5 hingga 6 menit, dengan rentang tipikal 3 hingga 13 menit. Ketika agenda ini dilakukan kurang dari 2 menit seringnya dianggap terlalu singkat. Sementara hubungan intim yang berjalan 3 hingga 7 menit dianggap cukup, dan 7 sampai 13 menit yang diinginkan, serta lebih dari 15 menit dapat membikin beberapa orang merasa tidak nyaman.
Ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan selain waktu, dan lama yang lebih lama tidak selalu berfaedah lebih baik. Selain itu perlu juga langkah praktis untuk meningkatkan kenikmatan tanpa berfokus pada waktu, dan kapan kudu berkonsultasi dengan master jika terjadi rasa sakit, ketidaknyamanan, alias perubahan mendadak.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·