Jakarta -
Tahukah Bunda? Cara setiap orang dalam menghadapi kehancuran, kesedihan, kehilangan, ketakutan, dan duka mungkin berbeda. Begitu juga dengan langkah menghibur mereka.
Dari sekian banyak kata-kata support alias penyemangat, ada satu yang menurut para mahir sangat tidak disarankan.
Sering kali orang-orang mengatakan, “Sudahlah, lupakan saja”, untuk meminimalkan apa yang dialami orang tersebut. Namun, faktanya, Psikolog Klinis Ayanna Abrams, Psy.D., mengatakan itu tidak membantu.
Dilansir dari laman TODAY, Ayanna menjelaskan bahwa ini sama saja dengan mengabaikan validitas alias apalagi intensitas dari apa yang terjadi.
Respons tersebut tidak menunjukkan empati dan kandas membangun hubungan emosional antara Bunda dan orang yang disayangi di saat mereka membutuhkannya.
Meskipun mungkin tidak bermaksud jahat, memberi tahu seseorang untuk melupakannya adalah melakukan perihal yang sebaliknya dari apa yang dimaksudkan, itulah sebabnya Ayanna menghindari dengan langkah apa pun.
Dampak meminta orang melupakan apa yang dirasakan
Mungkin orang yang mengatakan perihal itu lantaran tidak tahu kudu berbicara apa lagi. Terkadang, ketika tidak tahu gimana langkah membantu seseorang, kita justru mendorong mereka untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
Selain itu, rasa frustrasi mungkin juga menjadi pendorongnya. Bunda mungkin meminta seseorang untuk lupakan saja lantaran jenuh mendengar masalah tertentu berulang kali.
Dalam praktiknya, Ayanna juga menemukan bahwa beberapa orang menganggap perihal ini berfaedah untuk dikatakan. Namun, percayalah bahwa orang tersebut kemungkinan besar telah mencoba melupakannya dan tidak berhasil.
Dengan memberi tahu seseorang untuk lupakan saja, Bunda mendorong seseorang untuk melepaskan diri dari emosi, yang menurut master kesehatan mental mana pun bukan perihal yang baik.
Semakin mencoba mengesampingkan dan memilah-milahnya, semakin emosi itu bakal terus muncul di akal kita.
Studi menunjukkan bahwa mengabaikan emosi dapat menyebabkan stres, yang dapat meningkatkan akibat penyakit arteri koroner dan stroke, serta akibat sosial yang merugikan. Hal ini juga dapat menyebabkan kekhawatiran dan depresi.
Mendorong seseorang untuk melupakan sesuatu juga dapat menimbulkan emosi dihakimi dan malu lantaran mereka bakal merasa tidak memproses sesuatu yang cukup cepat.
Cara yang tepat untuk menghibur seseorang
Alih-alih meminta mereka untuk melupakan masalah, Bunda dapat menggunakan beberapa langkah berikut ini:
1. Berlatih empati
Temui orangnya di mana pun mereka berada. Bunda juga disarankan untuk mengatakan beberapa kalimat seperti berikut ini:
- “Kedengarannya itu betul-betul tetap mengganggumu.”
- “Kedengarannya tetap sangat susah bagimu.”
- “Kedengarannya sangat sulit.”
- “Saya bisa mendengar rasa frustrasi dalam suaramu.”
Bunda juga dapat bertanya kepada orang tersebut apa yang mereka butuhkan, “Apa yang bisa saya bantu?”, “Apakah Anda mau saran?”, “Apakah Anda hanya butuh seseorang untuk mendengarkan?”, “Apakah Anda mau saya mengalihkan perhatianmu?”.
Dengan melakukan ini, Bunda mengingatkan orang ini bahwa perasaannya berharga dan mereka dapat mengandalkan Bunda untuk menanggapinya dengan serius, dan mereka tidak sendirian.
2. Tawarkan kenyamanan bentuk jika perlu
Jika susah mengucapkan kata-kata, minta izin untuk menyentuh dan tanyakan, “Mau dipeluk?”. Kalau tidak, Bunda bisa mengajaknya, “Mau jalan-jalan?”. Penelitian menunjukkan bahwa bergerak adalah langkah yang efektif untuk mengatasi emosi yang berat.
3. Minta maaf
Jika sudah menyuruh seseorang untuk melupakannya, Bunda tetap bisa memperbaikinya dengan mengucapkan kata maaf.
Awali dengan jujur dan sampaikan permintaan maaf. Katakan kepadanya bahwa Bunda tidak menyadari mendorong mereka untuk melupakannya justru bakal berakibat sebaliknya.
Jelaskan bahwa Bunda tidak bermaksud mengecilkan emosi mereka dan tanyakan gimana Bunda dapat mendukung mereka dengan lebih baik.
Nah, itulah argumen kenapa Bunda perlu hindari kalimat, “Sudahlah, lupakan saja”, hingga langkah yang tepat untuk menghibur seseorang. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·