Beriman Dan Beramal Saleh (bag. 2)

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Rahmat Allah-lah nan memasukkan seseorang ke dalam surga dan kebaikan saleh adalah corak upaya kita untuk mendapatkan rahmat-Nya. Oleh lantaran itu barangsiapa nan Allah mudahkan untuk mengerjakan suatu kebaikan saleh, maka hendaklah dia antusias pada kebaikan saleh tersebut dan konsisten padanya.

Imam Malik rahimahullah berkata,

إن الله قسم الاعمال كما قسم الارزاق، فرب رجل فتح له في الصلاة، ولم يفتح له في الصوم، وآخر فتح له في الصدقة ولم يفتح له في الصوم، وآخر فتح له في الجهاد فنشر العلم من أفضل أعمال البر

“Sesungguhnya Allah telah membagi kebaikan perbuatan sebagaimana Allah membagi-bagikan rezeki. Terkadang seorang dibuka pintu hatinya untuk banyak salat, namun tidak dibukakan hatinya untuk banyak berpuasa. nan lainnya dibukakan pintu hatinya untuk banyak bersedekah, namun tidak dibukakan hatinya untuk banyak berpuasa. Ada juga orang nan dibukakan hatinya untuk berjihad, dan ketahuilah bahwa menyebarkan pengetahuan adalah kebaikan amal nan paling utama.” (Siyar A’lam An-Nubala`, 8/115)

  • Yang Allah mudahkan beramal saleh dengan salat sunah rawatibnya, minta jagalah!

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Donasi Semarak Ramadan YPIA

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Barangsiapa merutinkan salat sunah dua belas rakaat dalam sehari, maka Allah bakal membangunkan baginya sebuah rumah di surga. Dua belas rakaat tersebut adalah empat rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat sesudah Zuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh.” (HR. Tirmidzi no. 414. Sanad sabda ini dinilai hasan oleh Al-Hafizh Abu Thahir)

  • Yang Allah mudahkan beramal saleh dengan puasa sunahnya, minta jagalah!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يَصُوْمُ عَبْدٌ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ الله. إلا بَاعَدَ اللهُ، بِذَلِكَ اليَوْمِ، وَجْهَهُ عَنِ النَارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفاً.

“Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah selain Allah bakal menjauhkan wajahnya dari api neraka (dengan puasa itu) sejauh 70 tahun jarak perjalanan.” (HR. Bukhari Muslim dan nan lainnya)

  • Yang Allah mudahkan beramal saleh dengan sedekahnya, minta jagalah!

Allah ta’ala berfirman,

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan peralatan apa saja nan Anda nafkahkan, maka Allah bakal menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki nan sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

Baca juga: Ladang Amal Ibu Hamil dan Ibu Menyusui di Ramadan

  • Yang Allah mudahkan beramal saleh dengan akhlaknya, minta jagalah!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya nan paling saya cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari hariakhir adalah mereka nan paling bagus akhlaknya di antara kalian.” (HR. Tirmidzi no. 1941. Dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’ no. 2201)

  • Yang Allah mudahkan beramal saleh dengan baktinya kepada kedua orang tuanya, minta jagalah!

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada nan bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Sungguh hina) seorang nan mendapati kedua orang tuanya nan tetap hidup alias salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru itu tidak membuatnya masuk surga.” (HR. Muslim)

Yang Allah mudahkan mengerjakan suatu kebaikan saleh, maka jagalah agar konsisten alias terus menerus walaupun sedikit sampai ajal menjemput dengan angan Allah memberikan rahmat-Nya nan dengan rahmat tersebut Allah memasukkan kita kedalam surga-Nya.

Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan nan paling dicintai oleh Allah ta’ala adalah ibadah nan konsisten alias terus menerus walaupun itu sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan mohonlah kepada Allah agar agar diberikan keteguhan hati sehingga bisa istiqamah dalam melakukan kebaikan saleh. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam banyak bermohon memohon keteguhan hati, padahal beliau adalah seorang utusan dan kekasih Allah,

قالت: كان أكثر دعاء رسول الله صلى الله عليه وسلم : يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك. قال:  يا أم سلامة ليس آدمي إلا وقلبه بين أصبعين من أصابع الله، فمن شاء أقامه، ومن شاء أزاغه

“Ummu Salamah berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah banyak bermohon dengan, ‘Wahai Dzat nan Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu.’ Rasulullah bersabda, ‘Wahai Ummu Salamah, sungguh tidak ada satupun anak Adam melainkan hatinya berada di antara dua jari di antara jari-jemari Allah, jika Allah menghendaki untuk meluruskan hati tersebut bakal Ia luruskan dan jika dia menghendaki untuk memalingkannya maka bakal Ia palingkan.” (HR. Tirmidzi dalam Ad-Da’awat, 90 nomor 3522. Dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Ash-shahih)

Semoga kita termasuk hamba nan Allah berikan keistikamahan dalam menjalankan kepercayaan ini hingga akhir kehidupan dan kelak mendapatkan nikmat nan didamba-dambakan selama di bumi ialah surga-Nya.

Kembali ke bagian 1: Beriman dan Beramal Saleh (Bag. 1)

Penulis: Atma Beauty Muslimawati

Artikel Muslimah.or.id

Referensi :

  • Al-Qur’anul Karim (tafsirweb.com)
  • Meneladani Akhak Generasi Terbaik (Terj), Abdul Aziz bin Nashir al-Julayyil dan Baha`Uddin bin Fatih Uqail, 2017, Darul Haq, Jakarta
  • Syarhus Sunnah lil Imam Muhammad Hasan bin Ali bin Khalaf al-Barbahariy, Syekh Shalih bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan, 1429H/2008M, Maktabah al-Hadi al-Muhammadi, Mesir
  • Syuruthu Qabulil A’malish Shalih, Dr. Shalih Abdul Aziz ‘Utsman Sindi, 1424H/2013M, Darul Lu`luah, Libanon-Beirut
Selengkapnya
Sumber Artikel Islami Muslimah.or.id
Artikel Islami Muslimah.or.id