Bersahabat Karena Allah, Faedah Dan Cara Meraihnya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Manusia adalah makhluk sosial. Seorang insan bakal selalu memerlukan orang lain di manapun dirinya berada. Pertalian relasi itu memunculkan ikatan keluarga, pertemanan, dan masyarakat pada umumnya.

Dalam aliran Islam, memupuk persahabatan adalah salah satu karakter orang nan beriman. Nabi Muhammad SAW mencontohkan perihal itu. Hingga akhir usianya, beliau melakukan dakwah dengan support dari para sahabatnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan kawan nan baik dan nan jelek seperti seorang penjual minyak wangi dan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia bakal memberikan bingkisan kepadamu, alias engkau membeli darinya, alias engkau terkena wangi wangi darinya. Sementara (dengan) pandai besi, mungkin dia bakal membakar pakaianmu, alias engkau memperoleh aroma nan buruk.”

Pengaruh positif

Hadis di atas mengisyaratkan, perlunya memilih sahabat secara sungguh-sungguh. Memang, keadaan seseorang bisa dipengaruhi oleh kawan terdekatnya. Jika betul persahabatannya, dia bakal memperoleh banyak ilmu, hikmah, dan manfaat. Sebaliknya, andaikan salah dalam berteman, percikan kesalahan itu juga bakal menimpanya.

Sekurang-kurangnya, ada dua kemungkinan jika berkawan dengan kawan nan baik, ialah diri sendiri bakal ikut menjadi baik alias mendapati kebaikan dari sang sahabat. Karena itu, andaikan dalam hati sudah ada kemauan untuk menjadi seorang Muslim nan bertakwa, janganlah keliru dalam memilih sahabat. Ingat pesan dari surah az-Zukhruf ayat 67, nan artinya, “Teman-teman karib pada hari itu (Kiamat) saling berbeda satu sama lain, selain mereka nan bertakwa.”

Doa mustajab

Segala perihal nan dilakukan seorang Muslim seyogianya dengan niat meraih ridha Allah SWT. Begitu pula dengan berteman. Salah satu karakter sahabat nan saleh adalah doyan mendoakan kawan-kawannya nan beriman.

Bahkan, munajat itu tetap mustajab, sedangkan sahabat nan didoakan tidak mengetahuinya. Hal itu sesuai dengan sabda Nabi SAW, “Sungguh, angan seorang Muslim kepada saudaranya pada saat saudaranya itu tidak mengetahuinya adalah mustajab. Di sisi orang nan bakal mendoakan saudaranya itu ada malaikat nan bekerja mengaminkan doanya. Tatkala dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat itu bakal berkata, ‘Aamiin. Engkau bakal mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi’” (HR Muslim).

Berkumpul di surga

Rasulullah SAW memberikan pesan, “Setiap orang bakal dikumpulkan berbareng dengan orang nan dia cintai” (HR Bukhari-Muslim). Maka, rawatlah persahabatan dengan orang-orang Muslim nan doyan di jalan kebaikan. Sebab, perihal itu bakal berfaedah kelak di Hari Akhir.

Beliau juga menuturkan, orang-orang Mukmin bakal gigih memohon kepada Allah agar saudara-saudaranya nan tetap disiksa dikeluarkan dari neraka. “Wahai Tuhan kami, mereka itu pernah berpuasa berbareng kami, shalat, dan juga haji,” pintanya.

Para Mukminin itu, atas izin Allah, mengeluarkan banyak sahabatnya nan telah dibakar api neraka. Maka, bersama-sama mereka semua masuk ke dalam surga-Nya. Hasan al-Bashri berkata, “Perbanyaklah berkawan dengan orang-orang nan beriman. Sebab, mereka mempunyai syafaat pada hari Kiamat.”

Bagaimana memulai persahabatan?

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam