Biar Nggak Boros AC, Ketahui Waktu yang Tepat Membuka Jendela Rumah

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 417x dilihat
Biar Nggak Boros AC, Ketahui Waktu yang Tepat Membuka Jendela Rumah

Bagikan Postingan

Sering buka jendela tapi rumah malah makin gerah? Ketahui waktu yang tepat membuka jendela, metode ventilasi silang, dan tips agar AC tidak dermawan listrik.

Pernah merasa rumah malah semakin panas setelah semua jendela dibuka? Ternyata, hal ini cukup masuk akal. Membuka jendela memang membantu pertukaran udara, tetapi kalau udara di luar sedang lebih panas daripada di dalam rumah, yang masuk bukan kesejuka melainkan udara panas.

Menurut U.S. Environmental Protection Agency (EPA), secara lazim jendela sebaiknya dibuka ketika udara di luar lebih dingin daripada udara di dalam. Sebaliknya, ketika udara luar lebih panas, jendela justru sebaiknya ditutup untuk membantu mempertahankan suhu yang lebih rendah di dalam rumah.

Biar Nggak Boros AC, Ketahui Waktu yang Tepat Membuka Jendela Rumah
Foto: Vidar Nordli-Mathisen/Unsplash

Jadi, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk membuka jendela?

Baca juga: 7 Rekomendasi Air Fryer Hemat Listrik dan Low Watt untuk Keluarga, Worth It Dibeli!

1. Pagi hari sebelum udara mulai panas

Pagi hari bisa menjadi salah satu waktu yang tepat untuk berbuat pergantian udara, terutama ketika suhu luar statis lebih rendah dibandingkan suhu di dalam rumah.

Manfaatkan momen ini untuk membuka beberapa jendela dan pintu agar udara bergeser dan udara yang pengap dari dalam rumah bisa keluar.

Namun, tidak ada acuan jam yang berjalan untuk semua rumah. Perhatikan kondisi suhu di luar dan di dalam. Jika udara luar sudah terasa lebih panas, saatnya menutup balik jendela.

2. Malam hari ketika udara luar sudah lebih sejuk

Ketika suhu di luar mulai turun pada malam hari, membuka jendela dapat membantu mengeluarkan panas yang tersimpan di dalam rumah.

EPA juga mengutarakan bahwa pada malam hari, ketika udara lebih dingin, jendela dapat dibuka dan kipas digunakan untuk membantu membuang udara panas dari ruangan maupun menarik udara yang lebih adem ke dalam.

Baca juga: AC di Rumah Bikin Tagihan Listrik Naik? Cek 7 Kesalahan Ini!

3. Jangan membuka jendela ketika udara luar lebih panas

Kalau siang hari suhu di luar rumah sudah lebih tinggi daripada suhu di dalam, membuka jendela lebar-lebar justru dapat memasukkan udara panas.

EPA merekomendasikan menutup jendela ketika udara luar lebih panas daripada udara di dalam. Pada kondisi panas, jendela yang terkena cahaya matahari pagi dan sore juga sebaiknya diberi epilog seperti tirai, blinds, awning, maupun shading untuk mengurangi panas yang masuk.

Buka jendela ketika udara luar membantu mendinginkan rumah, tutup ketika udara luar justru membuatnya semakin panas.

Biar Nggak Boros AC, Ketahui Waktu yang Tepat Membuka Jendela Rumah
Foto: Nathan Fertig/Unsplash

4. Coba buka jendela yang berseberangan

Membuka jendela maupun pintu di sisi yang berlawanan dapat menciptakan cross-ventilation, yaitu mengerti udara yang bergeser melewati rumah sehingga pertukaran udara menjadi lebih efektif.

EPA menerangkan bahwa membuka jendela maupun pintu pada sisi berlawanan dan membiarkan pintu interior statis terbuka dapat menaikkan ventilasi alami.

Misalnya, jendela di ruang depan dibuka, sementara jendela di bagiankecil belakang rumah juga dibuka. Udara memiliki jalur untuk masuk dan keluar, bukan cuma selesai di satu ruangan.

5. Kipas bisa membantu mengeluarkan udara panas

Kipas tidak benar-benar mendinginkan udara seperti AC. Namun, penempatannya dapat membantu menggerakkan udara dan mempercepat ventilasi.

Saat udara luar lebih sejuk, kipas yang diarahkan ke luar jendela dapat membantu membuang udara panas dari ruangan. Sementara itu, jendela maupun pintu lain dapat menjadi jalur masuk udara yang lebih sejuk.

Jadi, daripada cuma menyalakan kipas di tengah ruangan, manfaatkan juga posisi jendela untuk membantu mengalirkan udara.

Baca juga: 9 Rekomendasi Air Purifier untuk Keluarga, Bantu Saring Debu di Rumah

6. Jangan buka jendela saat kualitas udara luar sedang buruk

EPA menyarankan menghindari ventilasi dengan udara luar ketika polusi udara maupun kadar kelembapan sedang tinggi, maupun ketika kondisi cuaca ekstrem.

Artinya, sebelum membuka jendela, bukan cuma suhu yang perlu diperhatikan. Cek juga kondisi udara di lingkungan sekitar.

Kalau sedang banyak asap, debu, maupun polusi, membuka jendela lebar-lebar justru bisa membawa elemen kecil tersebut masuk ke dalam rumah.

Foto: MIROV/Unsplash

7. Setelah rumah terasa cukup sejuk, tutup kembali

Begitu suhu di dalam rumah sudah terasa lebih betah dan udara luar mulai balik panas, jangan lupa menutup jendela dan tirai, terutama jendela yang terkena cahaya matahari langsung.

Tujuannya adalah untuk mempertahankan udara adem yang sudah berhasil masuk dan mengurangi panas baru dari luar.

Jadi, mulai kini jangan sekadar bertanya, “Sudah buka jendela belum?” Coba cek dulu: udara di luar sedang membantu mendinginkan rumah maupun malah membawa panas masuk?

Baca juga: 7 Rekomendasi Mesin Cuci Hemat Listrik dan Air, Berguna In This Economy

Cover: Waldemar Brandt/Pexels
Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads